Dosis kolkhisin efektif yang digunakan di Jepang untuk menghasilkan semangka 4n adalah 0,2 dan 0,4. Namun kemudian yang digunakan hanya dosis 0,2. Di Amerika, pemakaiannya berkisar antara 0,2@0,4. Dari percobaan (dilakukan oleh penulis) terhadap tiga varietas semangka, yaitu 337-Yamato Cream, 338-Shin Yamato No. 2, dam 339-Shin Yamato No, 3, diperoleh kesimpulan bahwa dosis efektif untuk menghasilkan semangka 4n dari ketiga varietas tersebut adalah 0,5. Namun secara teknis praktis dan efisiensi, disarankan untuk menggunakan dosis kolkhisin 0,2 lebih dahulu. Beberapa kesimpulan lainnya seperti berikut ini. - Percobaan dilakukan di dalam rumah plastik. Setiap 10 are tanaman percobaan (267 tanaman) diberi 100 kg kompos, 16 kg oil cake, 50 kg ammonium sulfate, 40 kg kalsium super fosfat, 15 kg potassium (kalium) klorida, dan 40 kg fused super fosfat. - Pertumbuhan awal semaian yang mendapat perlakuan kolkhisin sangat lemah. Bahkan beberapa di antaranya tampak mengerut, daunnya menjadi lebih tebal dan lebih bulat daripada tanaman kontrol. Dibandingkan dua varietas lainnya, varietas 338-Shin Yamato No. 2 temyata tidak hanya daunnya saja yang bertambah tebal dan bulat, tetapi stomatanya pun menjadi lebih besar dan lebih lebar. - Semua bunga tanaman yang mendapat perlakuan kolkhisin menjadi lebih besar daripada tanaman kontrol, begitu pula kelopakbunganya menjadi lebih tebal. Bila diamati secara teliti, tepung sari dibedakan menjadi dua bentuk. Pertama berbentuk normal, teratur, dan berukuran kecil. Sedangkan yang kedua berbentuk tidak teratur dan berukuran besar. Tanaman kontrol hanya memiliki tepung sari bentuk pertama (normal), sedangkan tanaman yang mendapat perlakuan kolkhisin memiliki kedua bentuk tersebut. Varietas 338-Shin Yamato No. 2 kebanyakan memiliki bentuk yang kedua (tidak teratur) sehingga dapat disimpulkan bahwa varietas ini lebih responsif terhadap perlakuan kolkhisin. - Berat rata-rata varietas 337-Yamato Cream = 2,000 kg; varietas 338-Shin Yamato No. 2 = 1,615 kg; varietas 339-Shin Yamato No. 3 =1,015 kg. - Pengaruh perlakuan kolkhisin terhadap jumlah biji tidak jelas. Perlakuan pemberian 0,25 larutan kolkhisin pada varietas 338-Shin Yamato No. 2 menghasilkan jumlah biji yang terendah (hanya 9 biji). Pada kedua varietas lainnya, hal tersebut tidak terlihat dan tidak dapat dipastikan. Perlakuan pemberian 0,5 larutan kolkhisin menghasilkan biji yang lebih pendek. Secara umum, perlakuan dengan kolkhisin menghasilkan biji yang berbentuk kurang teratur dan lebih tebal dibandingkan dengan kontrol. Prosedur pembuatan semangka tetraploid adalah sebagai berikut. - Buatlah larutan kolkhisin 0,2 (2 g kolkhisin dilarutkan dalam 1 liter air suling). Caranya, larutkan kolkhisin dengan sedikit alkohol. Campurkan larutan ini dengan lanolin sebagai perekat kemudian tambahkan air suling (aquadest). Sebagai contoh, 20 mg kolkhisin dilarutkan dalam 3 cc alkohol. Larutan ini dicampur dengan 10 g lanolin kemudian ditambah dengan 10 cc air suling. - Rendamlah biji semangka 2n di dalam larutan kolkhisin 0,02 selama24jam. - Semaikan biji yang telah direndam di bak semai atau dalam pot plastik kecil (diameter dasar pot 5 cm). - Seminggu kemudian biji-biji ini mulai berkecambah. - Pada saat daun pertama mulai tumbuh, teteskan satu tetes kolkhisin 0,2 pada titik tumbuhnya. Efektivitas larutan harus senantiasa terjamin, terutama selama proses pembelahan sel mitosis beriangsung. Oleh karena itu, penetesan kolkhisin tidak cukup satu kali saja, melainkan 6 kali selama 4 hari. Penetesan kolkhisin sebaiknya dilakukan pada saat aktivitas titik tumbuh atau proses pembelahan sel optimal. Sinar matahari secara langsung dan kelembapan udara yang rendah akan berpengaruh buruk terhadap efektivitas larutan kolkhisin sebab larutan ini menjadi cepat menguap. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka penetesan kolkhisin sebaiknya diatur sebagai berikut - Hari pertama, penetesan kolkhisin dilakukan pada sore hari (± pukul 17.00). - Hari kedua dan ketiga, penetesan kolkhisin dilakukan pada pagi hari (±pukul 07.00) dan sore hari (± pukul 17.00). - Hari keempat, penetesan kolkhisin dilakukan pada pagi hari (± pukul 07.00). Setelah ditetesi larutan kolkhisin, kecambah semangka akan mengalami awal pertumbuhan yang sangat lemah. Dua minggu kemudian, semaian ini sudah dapat dipindahkan ke lapangan. Pengaruh kolkhisin terhadap tanaman berbeda-beda sesuai dengan jenis dan varietasnya. Pelipatan jumlah kromosom umumnya mengakibatkan daun menjadi lebih tebal dan bulat; mulut daun menjadi lebih Sumber : Mochd Baga Kalie, Bertanam Semangka, 1993, Depok