MEMELIHARA AYAM BURAS UNTUK MENINGKATAN GIZI KELUARGA
Keluarga merupakan komponen masyarakat yang paling kecil, namun kemajuan dan kehancuran sebuah Negara sangat dipengaruhi oleh kualitas keluarga. Selain memerlukan peningkatan bidang spiritual, tiap anggota keluarga juga memerlukan makanan yang bergizi untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan optimal, sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Upaya mewujudkannya ialah diantaranya dengan selalu mengkonsumsi pangan hewani salah satunya yang bersumber dari ayam buras. Hal ini sejalan dengan program Ketahanan Pangan yang telah dilaksanakan khususnya di Kabupaten Klungkung Melalui program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) dengan sasaran keluarga- keluarga yang dipilih untuk menjadi contoh diambil dari Kelompok Wanita Tani yang ada di setiap desa. Pemeliharaan ayam buras dipilih karena dalam pelaksanaannya tidaklah sulit serta murah selain itu sudah menjadi kebiasaan dilingkungan masyarakat perdesaan di Bali. Umumnya pemeliharaan masih secara tradisional, hanya dibiarkan berkeliaran bebas, sehingga belum memberikan hasil yang optimal. Dalam progam P2KP ibu- ibu dibimbing bagaimana memelihara ayam buras dalam skala kecil (< 5 ekor; 1 induk jantan dan 4 induk betina) yang lebih baik, diawali pemilihan lokasi kandang diharapkan agak jauh dari rumah namun masih mudah untuk diawasi, pemberian pakan yang berasal dari lingkungan rumah, terutama yang berasal dari sisa-sisa makanan dan hasil pertanian untuk memperoleh pakan yang murah. Hal ini dilakukan agar ayam-ayam yang dipeliharan lebih terawat pakan dan kesehatannya, hasil berupa telur dan anak -anak ayam yang dihasilkan tidak hilang/mati serta lingkungan rumah tetap terjaga kebersihannya.*** Agustus 2012 ( Made Kristianta -KKPP Klungkung Bali)