Loading...

Memelihara Tanaman Lada

Memelihara Tanaman Lada
Normal 0 false false false EN-AU X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Agar tanaman lada tumbuh baik, dan menghasilkan produksi yang banyak penting sekali dilakukan pemeliharaan, diantaranya dengan memangkas dan mengikat sulur, pengendalian gulma dan pemupukan. Pemangkasan dan pengikatan sulur panjat Apabila pada tanaman lada telah tumbuh 8-10 buku (umur 5-6 bulan), dilakukan pemangkasan pada ketinggian 25 cm - 30 cm dari permukaan tanah. Pemangkasan dilakukan di atas 2 - 3 buku. Tujuan pemangkasan untuk merangsang pembentukan 3 sulur panjat baru. Sulur baru tersebut harus dilekatkan dan diikatkan pada tajar lada. Pengikatan dilakukan menggunakan tali rafia yang dibelah 2 - 4 agar tali rafia tidak menggangu pertumbuhan lada. Pemangkasan berikutnya dilakukan apabila telah keluar tunas baru dan telah mencapai 7 - 9 buku pada umur sekitar 12 bulan, yaitu pada buku yang tidak mengeluarkan cabang buah. Pada umur 2 tahun dilakukan pemangkasan lagi, sehingga terbentuk kerangka tanaman yang mempunyai banyak cabang produktif. Hasil pemangkasan sulur panjat tersebut dapat digunakan sebagai sumber bahan tanaman/setek untuk pengembangan pembibitan lada. Pemangkasan sulur gantung Sulur gantung adalah sulur panjat yang tumbuhnya tidak melekat pada tajar, karena tidak dilakukan pengikatan pada tajar. Sulur gantung yang terus tumbuh tidak diikuti dengan tumbuhnya akar lekat. Untuk itu sulur gantung sebaiknya secara teratur dipangkas agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman dan produksi lada. Apabila petani menanam lada menggunakan sulur gantung, maka tanaman lada sampai umur 1-2 tahun tidak keluar cabang buah dan tanaman lada tidak melekat pada tajar. Petani harus melakukan pengikatan tanaman lada pada tajar secara teratur. Bahan tanaman lada dari sulur gantung akan tumbuh cabang buah baru setelah 1-2 tahun. Sehingga penggunaan bahan tananam lada dari sulur gantung kurang produktif dan merugikan petani karena umur mulai berbuahnya lama, pertumbuhan cabang buah lambat, dan tanaman lada ramping. Pemangkasan sulur cacing Sulur cacing adalah sulur panjat yang keluar dari pangkal batang tanaman lada dan tumbuhnya tidak melekat pada tajar, tetapi menjalar di permukaan tanah. Sulur cacing tidak mempunyai cabang buah dan mengganggu pertumbuhan tanaman. Untuk itu sulur cacing harus dipangkas agar pertumbuhan tanaman lada normal, pangkal batang lada tidak lembab dan tidak mengggangu pembokoran dan pemupukan tanaman lada. Sulur cacing mempunyai sifat hampir sama dengan sulur gantung, tidak baik untuk bahan tanaman karena akan menghasilkan tanaman lada sampai umur 1-2 tahun yang tidak tumbuh cabang buah. Sehingga penggunaan bahan tananam lada dari sulur cacing tidak produktif dan merugikan petani karena memerlukan waktu yang lama untuk mulai berproduksi, cabang buah keluarnya lambat dan lada ramping. Pengendalian gulma Gulma di kebun lada dikendalikan dengan cara dipangkas. Keuntungan dengan cara ini adalah a) gulma tetap tumbuh namun tidak menggangu tanaman lada, sehingga keragaman hayati di kebun lada stabil, b) tersedia nektar bagi musuh alami, c) aliran air dipermukaan tanah di musim hujan terhambat, d) penyebaran penyebab penyakit busuk pangkal batang (BPB) melalui aliran air di musim hujan terhambat atau dapat diminimalisir, e) proses pelapukan/dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme non patogenik di kebun lada terus terjadi dan perkembangan patogen berbahaya di dalam tanah terhambat. Pemupukan Pemupukan dan pemangkasan tajar Tanaman lada memerlukan pupuk organik dan anorganik. Pemberiannya dapat dilakukan secara terpisah maupun secara bersama-sama dengan mencampur pupuk organik dan anorganik sebelum diberikan pada tanaman lada. Pemupukan anorganik sebanyak 1.600 gr NPKMg (12-12-17-2)/tanaman/tahun untuk tanaman produktif. Pemberian pupuk anorganik dibagi 3 - 4 kali per tahun (Tabel 1). Tabel 1. Waktu pemberian dan dosis pupuk anorganik untuk tanaman lada produktif Normal 0 false false false EN-AU X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Keterangan I II III IV Waktu pemberian Awal musim hujan 40-45 hari dari I 40-45 hari dari II 40-45 hari dari III Dosis 640 gr dengan pupuk kandang 480 gr 320 gr 160 gr dengan pupuk kandang Kondisi yang disarankan Tajar dipangkas semua Tajar di sisakan 2-3 cabang Tajar disisakan 3 cabang Tajar dipangkas habis Normal 0 false false false EN-AU X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4