Tanaman pepaya termasuk jenis tanaman tropis basah. Pertumbuhannya tergolong cepat karena antara 10-12 bulan setelah tanam buahnya sudah dapat dipanen. Periiaku tumbuh dan morfologi tanaman menunjukkan kebutuhan tersebut. Artinya bentuk, letak, dan sifat berbagai organ tubuhnya beserta sifat pertumbuhannya yang cepat itu menampakkan keselarasan utuh dengan ikiim tropis basah. Tidak heran bila tanaman ini tergolong sangat peka terhadap ikiim kritis, khususnya terhadap suhu dan kelembapan. Akibatnya, muncul bentuk-bentuk antara pada bunga sempuma, bunga jantan, dan bunga betina. Bahkan, dapat juga muncul bentuk-bentuk drastic putik yang steril atau benang sari yang karpeloid. Selain iklim, pemilihan lokasi dan lahan tumbuh yang tepat akan menunjang keberhasilan budi daya pepaya. Dalam bab ini akan dibahas pemilihan lokasi, kesesuaian iklim, dan lahan tumbuh untuk tanaman pepaya. Memilih Lokasi Kebun untuk usaha tani tanaman pepaya perlu ditetapkan atau dipilih lebih dahulu. Penetapan lokasi tentunya didasarkan kepada lahan dan ekologi tumbuh yang serasi, serta pertimbangan-pertimbangan teknis dan non-teknis lainnya yang menguntungkan, seperti tersedianya sarana dan prasarana produksi tenaga, pengangkutan, dan pemasaran hasil. Penetapan lokasi usaha yang tepat ikut menentukan keberhasilan usaha tani pepaya ini. Iklim Tanaman pepaya memiliki bentuk batang basah. Bunga dan buah tumbuh tersusun pada ketiak daun pada tajuk pohon. Wujud dan morfologi demikian-lunak dan basah serta tumbuh tersusun pada ketiak daun pada tajuk-menampakkan sifat tanaman yang membutuhkan cahaya dan panas matahari serta kelembapan udara yang tinggi. Bila kebutuhan itu tidak terpenuhi maka tanaman akan menampakkan sifat-sifat jeleknya, di antaranya timbul sifat-sifat sterilitas, karpeloid, atau sifat antara lainnya. Dengan kata lain produksi buah secara kuaiitas dan kuantitas akan mengalami kemerosotan, bahkan dapat rusak sama sekali. Pemenuhan kebutuhan ikiim yang sesuai dan pengendalian sitat-sitat genetis yang kurang menguntungkan merupakan kunci sukses pembudidayaan pepaya. Berikut ini beberapa faktor iklim yang dibutuhkan tanaman pepaya untuk pcrtumbuhannya. 1. Cahaya Seperti halnya pada tanaman lain, cahaya matahari bagi pepaya merupakan suatu energi kehidupan. Dengan adanya cahaya matahari maka akan berlangsung proses fotosintesis yang menghasilkan karbohidrat sebagai energi kehidupan. Tanaman buah-buahan, termasuk pepaya, yang mendapat sinar matahari dalam jumlah banyak akan lebih cepat berbunga dan berbuah. Selain itu, sinar matahari juga mempercepat proses pemasakan buah dan mempengaruhi rasa buah menjadi lebih manis karena kandungan gulanya meningkat. Tanaman pepaya tergolong memerlukan cahaya penuh (dinyatakan dengan besaran 100). Buah pepaya yang mendapat cahaya matahari penuh atau diproduksi pada musim kering akan menarik: wamanya kuning cerah dan penampilannya mulus. Hal tersebut akan berbeda dengan buah yang dihasilkan dari pohon yang ditanam terlindung atau dihasilkan pada musim hujan. Begitu pula buah pepaya yang dihasilkan dari dataran tinggi warnanya tidak akan secerah atau sekuning buah yang ditanam di daerah dataran rendah. 2. Suhu Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman pepaya berkisar antara 22-26°C, suhu minimum 15°C, dan suhu maksimum 43°C. Perkecambahan biji pepaya akan berlangsung cepat bila suhu siang hari 35°C dan malam hari 26°C. Biji akan berkecambah dan tumbuh setelah 12-14 hari. Suatu penelitian di Hawaii menemukan pengaruh suhu sangat besar terhadap kualitas pepaya varietas solo. Makin rendah suhu rata-rata di suatu lokasi tanamnya, makin rendah pula kualitas buah yang dihasilkan. Hal ini tampak pada suatu strain pepaya varietas solo yang ditanam pada dua lokasi yang berbeda. Lokasi penanaman pertama mempunyai elevasi 30 m dpi dengan suhu maksimum 27°C dan minimum 21°C. Lokasi penanaman kedua mempunyai elevasi 500 m dpi dengan suhu maksimum 24,5°C dan minimum 15,5°C. Dari kedua lokasi penanaman tersebut masing-masing menghasilkan 12 dan 99 buah pepaya di luar standar atau buah karpeloid yang tidak laku dijual. 3. Air Tidak berbeda dengan cahaya matahari, air merupakan unsur utama bagi pertumbuhan tanaman. Pertumbuhan tanaman pepaya membutuhkan kelembapan yang tinggi. Tanaman muda membutuhkan kelembapan iebih tinggi dibandingkan tanaman dewasa atau tanaman tua yang digunakan untuk pertumbuhan vegetatifnya. Pertumbuhan vegetatif tanaman yang baik akan menghasilkan pembungaan dan pembuahan yang teratur dan produktif. Selama masa pertumbuhan generatif, yaitu masa berbunga dan berbuah, kelembapan lahan harus tetap terjamin. Bila kondisi lahan tidak lembap maka bunga-bunga akan berguguran, penyerbukan berlangsung tidak sempurna, dan buah yang dihasilkan akan kecil-kecil dengan bentuk tidak sempuma. Oleh karena itu kelembapan lahan harus terjamin sepanjang tahun dengan ketersediaan air yang cukup. Curah hujan yang sesuai untuk tanaman pepaya berkisar antara 1.500-2.000 mm setahun. Di daerah-daerah yang lembap dan curah hujannya tinggi, produksi buah akan lebih baik. Di daerah-daerah yang memiliki musim kering, khususnya musim kering yang panjang lebih dari dua bulan, tanaman pepaya memerlukan pengairan secara teratur. 4. Angin Angin berperan dalam penyerbukan tanaman pepaya karena mudah menerbangkan tepung sari. Namun, angin keras juga cukup berbahaya karena dapat merobohkan tanaman pepaya. Untuk itu, di daerah yang berangin keras sebaiknya ditanam pohon pelindung, misalnya bambu. Lahan Secara umum tanaman pepaya dapat tumbuh pada berbagai jenis lahan. Namun demikian, lahan yang kaya bahan organik, drainase dan aerasinya baik, serta mempunyai pH 6,5-7 merupakan lokasi ideal untuk penanaman pepaya. Lahan yang lembap merupakan tempat yang cocok untuk tanaman pepaya. Namun, lahan jangan sampai tergenang air karena akar akan membusuk lalu mati. Bila tanaman sampai tergenang air 2-3 hari saja, akibatnya akan fatal. Tanaman-tanaman akan mati semuanya. Oleh karena itu, drainase atau pengaturan pembuangan air yang berlebihan mutlak perlu dilakukan pada usaha tani tanaman pepaya. Sumber : Bertanam Pepaya, Penebar Swadaya