Loading...

Meminimalisir Dampak El Nino Terhadap Pertanian Tanaman Pangan

Meminimalisir Dampak El Nino Terhadap Pertanian Tanaman Pangan
El Nino merupakan fenomena iklim yang terjadi secara periodik di Samudra Pasifik. Fenomena ini melibatkan perubahan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur, serta berdampak signifikan pada pola cuaca global. Indonesiapun akan dihadapkan situasi yang kurang baik seperti tersebut di atas. Tentunya "El Nino akan berpengaruh ke pertanian, maka tantangan bagi kita untuk bisa mengambil langkah-langkah pencegahan dan penyesuaian yang tepat untuk mengurangi dampaknya. El Nino diperkirakan sampai puncaknya pada bulan Agustus. Untuk memitigasi itu, kiranya antar sektoral perlu melakukan koordinasi. Daerah daerah rawan perlu diinvestigasi secara intensif guna mengamankan produksi pertanian serta meminimalisir dampak sosial akibat El Nino pada sektor pertanian. El Nino-Southern Oscillation (ENSO) merupakan salah satu fenomena Iklim skala antar-tahunan yang dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan atau anomali iklim di Indonesia. Fase hangat dari ENSO biasa dikenal dengan istilah El Nino dapat menyebabkan kekeringan panjang. 40 persen faktor peningkatan produktivitas pertanian itu berasal dari pengairan atau irigasi. Maka keberadaannya sangat vital. Oleh karenanya El Nino ini harus diantisipasi dengan baik, karena sebagian besar sistem pengairan pertanian kita mengandalkan curah hujan. Kegiatan pengawalan pertanaman khususnya padi secara ketat perlu dilakukan untuk mengantisipasi kehilangan produksi dengan mengoptimalkan peran petugas lapangan, koordinasi dan konsolidasi secara terpadu, camat, kepala desa/lurah dan perangkatnya, tokoh adat, tokoh agama dan kelompok tani untuk melakukan pembinaan dan pengawasan pada wilayah-wilayah yang berpotensi titik api serta menjaga agar tidak terjadi kebakaran; menyiapkan strategi antisipasi, mitigasi dan teknologi adaptasi terhadap perubahan iklim serta penguatan sistem peringatan dini. Antisipasi menghadapi dampak El Nino 2023 antara lain dilakukan: monitoring dan pelaporan perkembangan luas serangan OPT/DPI cepat dan akurat; Gerakan pengendalian OPT/penanganan DPI; Optimalkan Brigade Perlindungan Tanaman (DPI/OPT); Sosialisasi dan himbauan kepada petani untuk mengikuti (AUTP) bagi wilayah yang rawan kekeringan; Kesiapan saprodi, alsintan, sarana pengendalian OPT/penanganan DPI, penanganan panen dan pasar; Optimalkan Brigade Alsin dan Tanam,Brigade Panendan Serap Gabah Kostraling; menyiapkan varietas yang tahan kekeringan seperti: Inpago 5, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpari 10 Laeya, Rindang 1 Agritan, Rindang 2, Agritan dan varietas lokal sejenisnya; terkait sistem pengairan, perbaikan drainase, optimalisasi infrastruktur, penyiapan pompa, panen air, penerapan teknologi hemat ai, pembangunan/rehabilitasi sarana penampungan air dan saluran irigasi tersier/kuarter. Selain itu untuk antisipasi dan mitigasi dampak El nino di bidang pertanian dilakukan: Pemetaan daerah rawan kekeringan dan kondisi iklim harian; dan Optimallisasi sumur pompa,biopori,embung. Sedangkan untuk adaptasi terhadap dampak el nino di bidang pertanian: Pemanfaatan Teknologi dan Informasi: Penggunaan sensor pengukur kelembaban tanah,system peringatan dini, memanfaatkan informasi cuaca, pengaturan kalender tanam; Konservasi Air: Mengadopsi Teknik irigasi yang efisien, pembuatan embung; Manajemen Hama dan penyakit: Mempersiapkan langkah pengendalian yang tepat terutama untuk hama dan penyakit endemis dan diversifikasi tanaman: Menanam varietas tahan kering, dan menanam lebih dari 1 jenis tanaman untuk mengurangi kerugian total (diversifikasi tanaman). Selain tersebut di atas, ada beberapa hal yang tidak kalah pentingnya untuk memberikan dukungan kepada petani dalam menghadapi dampak El Nino, yaitu kegiatan untuk memantau perkembangan cuaca dan mengambil langkah-langkah tindakan pencegahan yang tepat, seperti konservasi air, manajemen penyakit dan hama, penggunaan teknologi dan penyediaan informasi, bantuan keuangan, pelatihan, atau bantuan teknis dalam pengelolaan pertanian yang berkelanjutan Melalui pelatihan Adaptasi dan mitigasi pertanian terhadap El Nino, yang pesertanya petani, penyuluh dan insan pertanian akan paham dalam mengantisipasi serta melakukan tindakan mitigasi dan adaptasi terhadap El Nino, sehingga dapat meminimalisir dampaknya. El Nino membuat curah hujan berkurang signifikan. Salah satu upayanya mencari sumber pengairan alternatif, di antaranya adalah pemanfaatan ground water atau air tanah dan air permukaan seperti danau, kolam, sungai dan lain sebagainya. Sebaiknya pemanfaatan air harus efisien dan hemat. Sawah tak harus tergenang terus. Penggunaan air di lahan pertanian harus efisien. Kadang digenangi, kadang dikeringkan. Oksidatif dan reduktif harus seimbang. Tanah yang berada di dekat akar harus relatif dalam kondisi lembab. Tujuannya agar pertanaman tetap segar. Untuk itu perlu dilakukan konservasi di wilayah tersebut. Adapun caranya dengan menambahkan arang. 1 ton per hektare dia bisa memegang air 6 kubik. Di saat musim hujan dia dapat memegang air. Di saat musim kemarau air dilepaskan sedikit demi sedikit. Di wilayah kering sebaiknya menggunakan irigasi tetes. Sedangkan untuk jenis tanaman tertentu ada juga yang cocok dengan menggunakan irigasi springkle. Sedangkan untuk bibit, sebaiknya menggunakan varietas unggul yang tahan terhadap kondisi kekeringan. KESIMPULAN Fenomena El Nino merupakan fenomena alam yang dapat dikategorikan sebagai bencana alam karena dapat menimbulkan berbagai macam dampak yang merugikan bagi kehidupan manusia sehingga diperlukan adaptasi dan mitigasi. El Nino tidak dapat diantisipasi secara langsung namun berbagai bentuk adaptasi dan mitigasi dalam rangka mempersiapkan masyarakat menghadapi kondisi iklim sedemikian rupa sehingga kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalisir. Yulia TS yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka: https://www.bmkg.go.id https://www.mongabay.co.id/2014/06/19/hadapi-el-nino-inilah-beberapa-langkah-persiapan/ https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/8572/31_Muhammad%20Husain%20Hasan.pdf?sequence=1 https://www.metrojambi.com/metro/13567993/waspada-karhutla-awal-mei-diprediksi-kemarau