Loading...

Memperbanyak Bibit Kentang dari Bibit Umbi

Memperbanyak Bibit Kentang dari Bibit Umbi
Pada umumnya tanaman kentang diperbanyak dengan umbinya. Setidaknya ada tiga macam ukuran umbi yang biasa digunakan sebagai bibit, yaitu: 1. Kelas I, berat umbinya sekitar 30-45 gr, atau berdiameter 35-45 mm. 2. Kelas II, berat umbinya sekitar 45-60 gr, atau berdiameter 45-55 mm. 3. Kelas III, berat umbinya sekitar 60-80 gr, atau berdiameter 55-65 mm. Ukuran umbi bibit akan sangat berpengaruh pada produksinya. Umbi yang beratnya lebih dari 80 gr, produktivitasnya tidak lebih baik daripada bibit yang beratnya 45-80 gr. Sementara itu, bibit yang bobotnya kurang ari 20 gr, produktivitasnya rendah dan dikhawatirkan mengandung virus. Untuk menghasilkan bibit unggul, pembibitan harus dilakukan sesuai dengan kaidah pembibitan, seperti: 1. Kondisi lahan, dengan memperhatikan ketinggian tempat sebaiknya diatas 1000 mdpl, lahan bebas dari sumber hama dan penyakit menular melalui tanah (penyakit layu bakteri, busuk cincin, kutil dan nematoda), dekat dengan sumber air, lahan jauh dari pertanaman kentang, tomat, terong, cabai, dan anggota famili Solanaceae lainnya (terisolasi dengan jarak yang dianjurkan 300-600 m), serta memperhatikan derajat keasaman tanah (pH 5,5-6), curah hujan dan suhu udara. 2. Seleksi tanaman, dilakukan untuk memastikan bahwa bibit yang diperoleh sehat dan bebas serangan penyakit menular (seperti layu cendawan, virus X, virus Y, leaf roll, dan virus S). Bila terjadi serangan hama penyakit, perlu dilakukan pencabutan pada tanaman yang sakit, hal ini dimaksudkan agar tanaman sakit tidak menular pada tanaman lain. Pencabutan ini biasanya dilakukan 2-3 kali, yaitu pada umur 30, 45, dan 60 hari setelah tanam. 3. Seleksi bibit (umbi), dilakukan setelah umbi dipanen. Umbi yang digunakan untuk bibit dipilih dari umbi yang sehat dan bentuknya normal. Umbi yang sakit, cacat, bentuknya menyimpang harus dibuang. 4. Mematikan tanaman, dilakukan untuk mengendalikan serangan penyakit. Caranya dengan memangkas seluruh bagian tanaman diatas tanah sebelum daun menguning, dan mematikan tanaman setelah umbi terbentuk seukuran bibit, yakni antara umur 60-80 hari. Pemungutan umbi dilakukan setelah kulit umbi terbentuk sempurna dan tidak mudah lecet, yaitu pada umur 120 hari. 5. Mengatur kepadatan tanaman, dilakukan untuk memperoleh umbi berukuran 30-80 cm (bibit) dalam jumlah yang banyak. Dapat dilakukan dengan menggunakan bibit yang besar yakni antara 80-120 gr, dan menggunakan jarak tanam rapat, yakni 20 x 80 cm, atau 25 x 80 cm, dengan jumlah tanaman 50.000-62.000/hektar. 6. Memisahkan (isolasi) tempat pembibitan, dilakukan untuk menghindari penularan penyakit yang disebabkan oleh virus. Makin jauh jarak isolasi antarlokasi pertanaman kentang pembibitan dengan kentang konsumsi, maka kecil kemungkinan penularan kutu yang menjadi penular virus.