Sebagai salah satu sumber potensial bahan bakar nabati, jarak pagar (Jatropha curcas L.) mempunyai beberapa keunggulan, diantaranya: (1) relatif mudah dibudidayakan oleh petani kecil, dapat ditanam sebagai batas kebun, ditanam secara monokultur atau campuran, cocok di daerah beriklim kering, sebagai tanaman konservasi lahan, dapat tumbuh di lahan marginal dan juga dapat ditanam di lahan pekarangan; (2) pemanfaatan biji atau minyak jarak pagar tidak berkompetisi dengan penggunaan lain seperti CPO dengan minyak makan atau industri oleokimia, sehingga harganya diharapkan relatif stabil; dan (3) proses pengolahan minyak jarak pagar untuk kebutuhan rumah tangga pengganti minyak tanah dan untuk pembakaran tungku sangat sederhana, sehingga dapat dimanfaatkan sampai daerah terpencil. Untuk menghasilkan tanaman yang berproduksi tinggi, tidak terlepas dari bahan tanaman yang digunakan. Untuk mempersiapkan bahan tanaman jarak pagar, penting sekali memperhatikan hal-hal sebagai berikut. Syarat Lokasi ¢ Lokasi pembibitan dipilih yang dekat dengan areal penanaman untuk menghemat waktu dan biaya penanaman. ¢ Lahan sebaiknya datar dan dekat jalan untuk memudahkan pemantauan bibit, mudah pengangkutan dan dekat sumber air untuk menjamin tersedianya air penyiraman. ¢ Tempat terbuka, sehingga sinar matahari tidak terhambat masuk ke areal pembibitan. Pembersihan Lahan ¢ Semua semak dan pohon ditebang dan dibongkar sampai keakar-akarnya, selanjutnya dikumpulkan di tempat yang ditentukan. ¢ Alang-alang disemprot herbisida dan rumput lainnya dibersihkan sambil meratakan area pembibitan dengan cangkul untuk menghindari genangan air di tengah area pembibitan. ¢ Dibuat parit keliling area pembibitan untuk menghindari limpasan air hujan. ¢ Dipagar dengan bambu untuk menghindari gangguan binatang Persiapan Penanaman Bibit 1. Persiapan Media ¢ Ambil tanah bagian atas di sekitar lahan pembibitan, kemudian tanah dihancurkan dan diayak, ¢ Campurkan tanah, pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan tanah : pupuk kandang : sekam 1 : 1 : 1 ¢ Media dimasukkan ke dalam polibag ± 3/4 bagian terisi kemudian disusun dan ditata di bedengan ¢ Ukuran polibag yang dianjurkan adalah 15 cm x 25 cm warna bening atau hitam. ¢ Dibuat lubang aerasi sebanyak 18 lubang, tiap sisi masing-masing 9 lubang, dengan jarak antara baris 5 cm dan antara lubang 4 cm, diameter lubang 0,5 cm. ¢ Polybag disusun dengan jarak antar polibag + 15 cm. 2. Bahan Tanam ¢ Benih diambil dari kebun induk atau kebun produksi yang telah berumur lebih dari 5 tahun, bebas hama atau penyakit, setiap pucuk berbuah, produktivitas biji kering lebih dari 2 kg/tanaman/tahun. ¢ Untuk keperluan benih, sebaiknya diambil dari produksi buah pada panen besar pada stadia matang segar (buah berwarna kuning), bukan buah muda/kering. ¢ Untuk pengembangan dengan setek, diambil dari cabang-cabang berpucuk yang sudah berkayu (berumur 1 tahun) ditandai dengan warna hijau keabu-abuan dengan panjang stek 40-50 cm dan diameter 1,5-2,5 cm. Normal 0 false false false EN-AU X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Sumber: Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 2008. Teknologi Budidaya Jarak Pagar