Saat Terbaik untuk Panen Pohon rambutan bukan jenis pohon yang dapat berbuah sepanjang tahun, berarti hanya berbuah pada bulan-bulan tertentu saja. Akan tetapi perlu diingat bahwa musim buah rambutan juga tergantung pada musim kemarau dan penghujan. Ada kalanya panen rambutan gagal hanya karena perubahan kedua musim tersebut. Tahapan pekerjaan dalam pemanenan rambutan yang pertama adalah menentukan saat terbaik untuk melakukan pemetikan buah. Saat yang terbaik untuk memetik buah rambutan pada saat buah sudah matang benar atau yang biasa disebut dengan masak pohon. Penting untuk diperhatikan bahwa jangan sekali-kali memetik buah rambutan dalam keadaan setengah matang, karena buah rambutan yang dipetik setengah matang tidak akan bertambah matangsetelah pemetikan. Ciri-ciri buah rambutan yang telah matang pohon adalah warnanya, cirri lainnya adalah mencium baunya. Biasanya buah rambutan yang sudah matang pohon memberikan aroma yang berbeda disbanding buah yang belum masak. Ciri terakhir adalah dengan mencoba rasa buah rambutan tersebut. Jika buah rambutan sudah sesuai dengan yang seharusnya, perlu dilihat warnanya. Kemudian dengan menyamakan warna rambutan yang sudah kita coba rasanya, petiklah buah rambutan yang lainnya. Ulangi cara seperti ini 2 (dua) atau 3 (tiga) kali agar kita menjadi yakin dan dapat membedakan mana rambutan yang sudah matang pohon dengan yang belum matang pohon. Karena berbagai alasan, saat pemetikan yang terbaik biasanya sering dilanggar. Beberapa alasan mengapa saat pemetikan yang terbaik dilanggar adalah (a) buah harus dikirim jauh, (b) mendapat serangan hama, (c) Pencurian, (d) untuk biaya hidup. Akan tetapi apapun alasannya, yang harus kita ingat adalah hasil terbaik akan diperoleh bila pohon rambutan dipanen hanya pada saat buahnya matang pohon. Memetik Buah Rambutan Tahapan kedua dalam pemanenan rambutan adalah cara pemetikan buah rambutan. Cara yang paling baik untuk memetik rambutan adalah dipetik sebagian-sebagian, artinya buah yang dipetik hanya buah yang sudah matang pohon. Dengan cara ini buah yang belum masak dan masih kecil akan bertambah besar. Namun demikian jangan membiarkan buah yang sudah matang terlalu lama di pohon, karena akan menyebakan air yang terdapat pada buah, kembali lagi ke pohon. Akibatnya buah akan menjadi kusut dan kering Pekerjaan memanen buah rambutan kelihatannya adalah pekerjaan yang sederhana dan mudah dilakukan, akan tetapi tetap harus berhati-hati dalam melakukannya. Tentu saja hal ini tidak berarti pekerjaan memanen dapat dilakukan dengan cepat, apalagi kalau pohon rambutan yang akan dipanen berjumlah ratusan pohon. Pemanenan buah rambuatan harus dilakukan secara hati-hati karena pekerjaan ini bukan sekedar memanen, tetapi didalamnya terdapat pula fungsi perawatan pohon rambutan. Jadi sambil memanen kita sekaligus merawat pohon rambutan. Dalam memetik buah rambutan , haruslah diketahui cara yang baik agar tidak merusak buah. Cara yang dihindari adalah pemetikan buah rambutan dengan cara diluru dan mengguncang-guncangkan dahannya. Cara yang demikian akan merusak buah rambutan dan akibatnya tidak dapat disimpan atau dikirim dalam jarak jauh. Cara yang terbaik dalam memetik buah rambutan adalah dengan cara memanjat pohon rambutan tersebut. Petiklah beberapa buah sekaligus dengan mengikutseertakan sebagian tangkainya, sekaligus melakukan pemangkasan agar pohon tidak menjadi rusak. Kemudian buah yang telah dipetik dimasukkan kedalam keranjang yang dibawa oleh pemanjat. Setelah keranjang penuh dengan buah rambutan, turunkan keranjang tersebut dengan menggunakan tali. Demikian seterusnya sampai pemetikan selesai. Pemangkasan perlu dilakukan agar tangkai yang dipotong tersebut nantinya dapat bertunas dengan baik. Tunas muda ini selanjutnya diharapkan dapat berbuah lagi dengan lebatnya pada musim berikutnya. Buah rambutan yang letaknya jauhdiujung atau dipinggir pohon, pemetikannya dapat dilakukan dengan memakai galah. Pada ujung galah diberi cabang untuk memutuskan tangkai buah. Galah bercabang ini dapat digunakan dari atas pohon untuk buah yang berada jauh dipuncak pohon, atau dari bawah untuk buah yang tidak terjangkau. Harus diingat bahwa galah bercabang tersebut hanya digunakan kalau buah rambutan benar-benar tidak terjangkau oleh tangan. Penangan Buah Setelah panen selesai, buah rambutan perlu ditangani dengan sebaik-baiknya terutama jika akan diperjualbelikan. Buah rambutan yang akan dijual, haruslah diambil langsung dari pohonnya. Tahapan-tahapan dalam penanganan buah rambutan adalah sebagai berikut: Memilih Buah (sortasi buah) dilakukan denga tujuan untuk memilih buah rambutan yang bagus agar rambutan tersebut dapat dijual dengan harga tertinggi. Buah yang terpilih tentu akan bisa terjual dalam jumlah yang banyak karena calon pembeli tahu dengan pasti bahwa buah tersebut benar-benar bagus kualitasnya. Buah rambutan biasanya dipilih berdasarkan ukuran dan mutunya. Buah yang agak kecil tetapi baik mutunya dapat dijadikan satu dengan buah yang besar. Buah rambutan biasanya dijual dalam bentuk ikatan. Akan tetapi perlu diusahakan agar dalam 1 (satu) ikat rambutan, buah yang terdapat dalam ikatan tersebut sama besar dan sama baik mutunya. Mengepak Buah: harga buah rambutan tidak tergantung dari rasanya saja, tetapi juga pada kenampakan dan cara pengikatan. Buah rambutan yang sedang-sedang saja rasanya, tetapi dipilih dengan baik, diikat dengan bagus dan rapi, akan bisa terjual dengan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan buah rambutan yang enak rasanya, tetapi tidak dipilih dan disajikan secara serampangan. Sedangkan untuk pengiriman buah rambutandalam jarak jauh, yang membutuhkan 2 (dua) atau 3 (tiga) hari perjalanan, ada kalanya rambutan dipak dalam petih. Namun saat ini pengepakan buah rambutan didalam petih sudah jarang dilakukan lagi. Padahal dengan menggunakan petih adalah merupakan cara yang terbaik. Hal tersebut dimaksudkan agar buah rambutan yang ada didalamnya akan terpelihara selama diperjalanan. Kayu yang digunakan sebagai peti sebaiknya yang lentur dan berwarna putih. Bentuk peti kemas yang ideal adalah empat persegi panjang dengan ukuran 60 X 28,5 x 28,5 cm. keempat sisi yang panjang terbuat masing-masing dari 3 (tiga) lembar papan dipasang dengan jarak 1 cm. sisi yang pendek sebaiknya dibuat dari 1 (satu) atau 2 (dua) lembar papan yang tebalnya sekitar 1 (satu) cm. sisi yang pendek ini memang lebih tebal daripada sisi panjang, karena dalam penyusunan sewaktu pengangkutan nanti, sisi pendek ini berada dibagian bawah. Cara yang terbaik menyusun buah rambutan di dalam petih adalah buah rambutan disusun berderet dengan membentuk sudut terhadap sisi peti. Seperti kita ketahui bersama bahwa buah yang akan disusun dalam petih sudah dipilih, akan tetapi buah-buah tersebut tidaklah mungkin benar-benar sama besarnya. Sistim menyudut ini akan mengurangi goncangan dan gesekan selama dalam perjalanan. Sebaiknya sebelum rambutan itu disusun, peti dialasi dengan lumut atau sabut kelapa dan setelah itu dilapisi lagi dengan kertas minyak. Setelah peti itu penuh, biasanya deret yang penghabisan haruslah disumpal dengan buah yang lebih kecil atau lebih besar sedikit. Kemudian tutupilah lapisan teratas dengan kertas minyak kemudian ditutupi dengan sabut kelapa, seaiknya kedua sisi papan yang panjang agak gembung. Cara meletakkan petih adalah bagian yang pendek berada dibawah. Dengan demikian posisi peti dalam keadaan berdiri. Pengolahan Buah Rambutan Menjadi Manisan Pengolahan buah rambutan merupakan suatu usaha untuk memberi nilai tambah pada buah rambutan sehingga dapat terjual dengan harga yang lebih tinggi lagi. Pengolahan ini juga bertujuan untuk meminimalisir buah yang rusak, misalnya tidak laku terjual sehingga bisa diolah dalam bentuk makanan lainnya yang bisa bertahan lama. Pengolahan buah rambutan biasanya berupa suatu proses pengawetan yang kemudian disimpan atau dikemas dalam kantong plastic bahkan ada yang menggunakan kaleng. Cara ini dilakukan untuk menghambat pembusukan buah. Hal ini dapat menguntungkan kita, karena buah rambutan tersebut menjadi tahan lama. Dengan demikian memberikan peluang pada kita untuk dapat menikmati buah /rambutan setiap saat tanpa harus menunggu datangnya musim rambutan. Manisan buah rambutan dapat dimanfaatkan sebagai campuran pada berbagai kue kering, biscuit, cake, pastry dan pie. Selain itu dapat pula digunakan untuk isisan bermacam-macam roti manis dan bakpao. Manisan rambutan juga cocok sebagai pelengkap es krim, berbagai es campur, macam-macam pudding dan kue basah. Manisan buah rambutan banyak dibuat sebagai industry rumah tangga, yang banyak dikemas dalam kantung plastic atau disimpan dalam toples yang kering dan bersih. Cara pembuatannya adalah sebagai berikut: a). pilihlah buah rambutan yang sehat dan baik mutunya. Kupaslah dan pisahkan daging buah dari bijinya, b). Rendamlah daging buah dalam larutan kalium metabisuflit 1 (satu) persen selama 15 (lima belas) menit, c). setelah itu daging buah direndam dalam larutan gula 60 (enam puluh) persen ditambah asam sitrat 2 (dua) persen selama kira-kira 15 (lima belas) jam. Jadi untuk 1 (satu) liter air perendam dibutuhkan 600 (enam ratus) gram gula pasir dan 20 (dua puluh) gram asam sitrat, d). tiriskan daging buah rambutan dan keringkan. Pengeringan dapat dilakukan dengan dijemur di sinar matahari atau dalam alat pengering sampai bobot daging buah menyusut menjadi 60 (enam puluh) persen dari bobot semula, e). kemudian daging buah rambutan dicelup lagi dalam air mendidih selama 5 (lima) menit, lalu dimasukkan dalam air dingin yang bersih, f). selanjutnya ditiriskan dan dikeringkan kembali sampai daging buah rambutan tersebut benar-benar kering, (Anonim, 2012). Bagi konsumen, jangan sepelekan gizi buah local ini, karena memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi, diantaranya mengandung kalium, kalsium, vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B12, folat, mangan, magnesium, zat besi hingga vitamin C. Didalam 100 gram rambutan ( 3 buah), terdapat kandungan kalori 69 kalori, 58 mg vitamin. Kadar seratnya juga tinggi, yaitu 2 gram per 100 gram buah, sehingga cocok untuk orang yang ingin diet menurunkan berat badan. Sumber: Dari berbagai sumber bacaan Penyusun : Religius Heryanto (Penyuluh BPTP Sulbar)