Loading...

MEMPREDIKSI CUACA MELALUI PENGAMATAN AWAN

MEMPREDIKSI CUACA MELALUI PENGAMATAN AWAN
Bila kita melihat awan diatas langit, akan terlihat beragam bentuk dan warnanya. Ada yang nampak sangat indah dengan warna langit yang biru berpadu dengan awan yang putih seperti kapas, namun kita juga bisa melihat awan yang berwarna gelap kadang disertai petir sehingga tampak menakutkan. Awan pada hakekatnya adalah titik-titik air sebagai akibat luapan uap air yang dikandung udara (udara selalu mengandung uap air hasil proses penguapan). Bila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan tersebut akan menjadi semakin besar dan berat. Dengan adanya daya tarik bumi maka titik-titik tersebut akan terus jatuh ke bawah dan turun sebagai hujan. Namun bila titik-titik air tersebut ketemu dengan udara panas, maka titik-titik air tersebut akan menguap dan awanpun menghilang. Proses silih bergantinya menguap dan mencair inilah yang menyebabkan awan selalu berubah-ubah bentuknya, kadang-kadang ada yang membawa hujan tapi kadang-kadang tidak membawa hujan. Untuk bisa memprediksi cuaca melalui pengamatan awan, kita perlu mengenal nama-nama awan berdasarkan bentuk dan ketinggian dasarnya, karakteristik awan baik pada musim hujan maupun kemarau. Nama-nama awan berdasarkan bentuk, ketinggian dasar dan jenis partikel Berdasarkan bentuk, ada 3 nama yaitu: 1) awan cummulus, yaitu awan yang bergumpal dan berbentuk horizontal; 2) awan stratus, yaitu awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata; dan 3) awan cirrus, yaitu awan yang berdiri sendiri, halus dan berserrat, sering terdapat kristal tapi tidak menimbulkan hujan. Berdasarkan ketinggian dasarnya, ada 4 nama yaitu: 1) awan rendah, yaitu awan dengan ketinggian dasar kurang dari 2 km, nama awan biasanya dipakai awalan strato (Nimbrostratus/Ns, Stratocumulus/Sc, Stratus/St); 2) awan menengah, yaitu awan dengan ketinggian dasar antara 2 dan 6 km, biasanya namanya dipakai awalan alto (Altocumulus/Ac, Altostratus/As; 3) awan tinggi, awan dengan ketinggian lebih dari 6 km, nama awan biasanya dipakai awalan cirro (Cirrostratus/Cs, Cirrocumulus/Cc, Cirrus/Ci); 4) awan yang memilki sifat dapat menurunkan hujan, nama awan biasanya dipakai nama awalan nimbo atau nimbus (Cumulonimbus/CB, Nimbostratus/NS); Berdasarkan jenis partikel, ada 2 yaitu: 1) awan tetes, yaitu awan panas yang sebagian partikelnya terdiri dari tetes air, umumnya berwarna lebih kelabu atau lebih gelap; dan 2) awan es, yaitu awan dingin atau awan campuran yang sebagian pertikelnya terdiri dari kristal es, umumnya berwarna putih dan terletak di atmosfer bagian atas. Awan bisa merupakan kumpulan tetes air atau kristal es atau kombinasi keduanya. Karakteristik awan Sesuai dengan musim ada dua macam karakteristik awan yaitu: 1) awan pada musim hujan, yaitu awan yang banyak mengandung butir-butir air dan berpotensi menurunkan hujan dengan ciri berwarna kelabu kehitam-hitaman/warna lebih gelap, ketinggian dibawah 1.500 m, awan umumnya tebal bertumpuk-tumpuk seperti bunga kol yang melebar atau keatas; dan 2) awan pada musim kemarau, yaitu awan yang sedikit mengandung butir air dan lebih banyak mengandung kristal es serta tidak berpotensi menurunkan hujan dengan ciri umumnya berwarna putih, ketinggian menengah atau diatas 5000 m, awan umumnya berbentuk tipis atau berlapis-lapis, seperti serabut, kapas, atau kumpulan benang sutra yang lepas-lepas. Memprediksi cuaca melalui pengamatan awan Cara memprediksi cuaca melalui pengamatan awan dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1) mengamati sifat dan karakteristik awan; 2) penafsiran bentuk awan; 3) prediksi cuaca atau musim yang menyertai awan atau kelompok awan. Contoh-contoh cara memprediksi cuaca melalui pengamatan awan: Pengamatan : a. Awan berbentuk gulungan, gumpalan, gelembung atau gelombang b. Awan berwarna abu-abu c. Dasar awan berada pada ketinggian yang cukup rendah Interpretasi pengamatan: Jenis awan cumulonimbus Prediksi Indikasi cuaca yang akan timbul : akan terjadi hujan Pengamatan : a. Awan berbentuk lapisan b. Awan berwarna putih bersih c. Dasar awan berada pada ketinggian yang sangat tinggi d. Tidak tembus cahaya e. Mengandung hujan yang tidak sampai kepermukaan bumi f. Merupakan kabut tipis yang kontinyu Interpretasi pengamatan: Jenis awan cirrostratus Prediksi Indikasi cuaca yang akan timbul : tidak akan terjadi hujan Bila hasil pengamatan lebih banyak awan-awan tinggi selama beberapa hari, umumnya hal tersebut menunjukkan akan atau sedang mengalami periode kering atau musim kemarau. Oleh : Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber : Info Agroklimat dan Hidrologi, Volume 5 Nomor 3, Juni 2010, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian.