Loading...

MEMUPUK TANAMAN BELIMBING MANIS

MEMUPUK TANAMAN BELIMBING MANIS
Belimbing manis yang ditanam supaya berbuah lebat dan buahnya terasa manis, salah satunya dilakukan dengan cara pemupukan yang benar dan baik. Pemupukan adalah meletakkan pupuk pada lokasi tumbuh tanaman dengan tujuan untuk menyediakan kebutuhan unsur hara (nutrisi) yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman belimbing manis supaya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik membutuhkan pupuk organik (pupuk kandang/ kompos yang) dan pupuk anorganik atau pupuk buatan yang mengandung unsur nitrogen (N), phospat (P) dan kalium (K). Jenis pupuk NPK yang dibutuhkan adalah berupa pupuk urea yang mengandung nitrogen (N) 46%, pupuk SP-36 yang mengandung phospat (P2O5) 36 % dan pupuk KCl yang mengandung kalium (K2O) 60 %. . Unsur hara N bermanfaat untuk pertumbuhan vegetatif, misalnya untuk pertumbuhan tinggi tanaman, besar batang, cabang daun, pucuk daun dan mengganti sel-sel yang telah rusak. Juga bermanfaat untuk pembentukan klorofil yang penting untuk proses fotosintesis dan berpengaruh terhadap rasa buah. Tanaman yang kekurangan N antara lain menyebabkan daun tanaman menguning, layu , pertumbuhan tanaman terhambat dan pembentukan buah juga terhambat dan rasanya kurang manis. Unsur P bermanfaat untuk pembentukan dan pertumbuhan akar, mempercepat dan memperbanyak pembentukan bunga dan buah, mencegah kerontokan bunga dan buah dan meningkatkan daya tahan terhadap penyakit. Kekurangan unsur P, daun menjadi kecil dan kaku serta berwarna hijau tua, pembentukan bunga terlambat, bunga mudah rontok dan rasa buah menjadi kurang manis. Sedang unsur K bermanfaat untuk memperkuat batang dan cabang sehingga tidak mudah patah, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan, memperkuat daun, bunga dan buah sehingga tidak mudah rontok serta meningkatkan tanaman dalam menyerap air. Jika tanaman kekurangan K antara lain mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi lamban dan kerdil, tanaman menjadi rentan/tidak tahan terhadap penyakit dan tidak tahan kekeringan dan menyebabkan rasa buah yang dihasilkannya hambar. Cara Memupuk Untuk memupuk belimbing manis yang ditanam langsung di tanah tergantung dari umur tanaman. Untuk tanaman yang belum berproduksi, tanaman diberi pupuk kandang yang sudah matang satu kali per tahun dan pupuk NPK (15-15-15) yang diberikan setiap 3 bulan sekali, jadi dalam satu tahun diberi pupuk NPK 4 kali. Bagi tanaman yang belum berproduksi berumur 1-12 bulan diberi pupuk kandang sebanyak 10 kg/pohon dan pupuk NPK dengan dosis 0,2 kg.pohon. Sedang bagi tanaman yang berumur 13-35 bulan diberi pupuk kandang satu kali per tahun sebanyak 20 kg/pohon dan pupuk NPK (15-15-15) sekitar 0,3-0,5 kg/pohon. Sedang untuk tanaman yang sudah berproduksi, secara umum, tanaman diberi pupuk kandang satu kali per tahun. Untuk pupuk Urea diberikan tiga kali per tahun, yaitu ½ dosis diberikan setelah pemberian pupuk kandang, ¼ dosis diberikan 2-3 bulan setelah pemupukan Urea pertama dan ¼ dosis lagi diberikan 2-3 bulan setelah pemupukan Urea kedua. Selain itu diberi pupuk SP-36 yang diberikan 1 kali per tahun bersamaan dengan pemupukan Urea pertama. Juga diberi pupuk KCl yang diberikan dua kali per tahun, yaitu ½ dosis diberikan bersamaan dengan pemupukan Urea pertama dan ½ dosis sisanya diberikan bersamaan pemupukan Urea ke tiga. Secara rinci, untuk tanaman yang sudah berproduksi berumur 3 tahun diberi pupuk kandang sebanyak 30 kg, Urea sejumlah 0,1 kg, SP-36 sebanyak 0,5 kg dan KCL sejumlah 0,4 kg per pohon. Untuk tanaman yang berumur 4 tahun diberi pupuk kandang sebanyak 40 kg, Urea sejumlah 0,5 kg, SP-36 1,0 kg dan KCl dengan dosis 0,8 kg per pohon. Sedang bagi tanaman berumur lebih dari 4 tahun diberi pupuk kandang sebanyak 60 kg, Urea sekitar 0,7-1,2 kg, SP-36 antara 1,5-2,0 kg dan KCl sekitar 1,2-1,5 kg per pohon. Jumlah/dosis pupuk yang diberikan tersebut, baik yang diberikan pada saat tanaman belum berproduksi maupun yang sudah berproduksi diberikan dengan aturan, pupuk kadang diberikan satu kali per tahun, pupuk NPK diberikan 4 kali per tahun atau 3 bulan sekali, pupuk Urea diberikan 3 kali per tahun, pupuk SP-36 diberikan satu kali per tahun dan pupuk KCl diberikan 2 kali per tahun. Cara memberikan pupukya, buat lubang menyerupai parit yang mengelilingi batang selebar tajuk sedalam ± 20 cm. Pupuk yang sudah disiapkan dan ditentukan dosisnya tersebut ditaburkan secara merata dalam lubang yang menyerupai parit tersebut, kemudian lubang ditutup dengan tanah. Beri Pupuk Daun Jika memungkinkan, meski sudah diberi pupuk melalui tanah, juga bisa diberi pupuk daun. Sebab, hanya 8-13% pupuk P yang diberikan lewat tanah dapat diserap tanaman. Dengan pemupukan P melalui daun memungkinkan semua unsur P dapat diserap tanaman sehingga kekurangan unsur P dapat diatasi. Keuntungan lain pemupukan melalui daun dapat menghindari terjadinya kompetisi unsur hara dalam tanah, tidak mencemari lingkungan, menghindari kerusakan tanah akibat pemupukan melalui tanah yang terlalu berat dan efisiensi penggunaan pupuk karena pupuk diberikan langsung ke tempat kegiatan metabolisme (daun). Selain itu, penggunaannya dapat dicampur dengan pestisida tanpa kehilangan khasiatnya sekaligus untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang belimbing dan merangsang tanaman cepat berbunga. Pupuk NPK yang digunakan di dalam pemupukan melalui daun adalah pupuk pelengkap cair (PPC). Jenis PPC yang dapat diberikan banyak jenisnya dimana masing-masing jenis atau merek PPC mempunyai manfaat yang berbeda-beda untuk pertumbuhan dan peningkatan produksi tanaman. Oleh karena itu apabila akan menggunakan pupuk daun, lihat kandungan unsur haranya dan fungsi pupuk cair tersebut serta cara penggunaannya yang tertera pada label kemasan/pemungkus pupukd aun tersebut. Cara penggunaan pupuk daun, secara umum dapat dilakukan, pertama-tama PPC diencerkan terlebih dahulu dengan air sesuai dosis yang tertera pada label kemasan dari masing-masing merek pupuk yang digunakan. Larutan PPC yang sudah diencerkan itu disemprotkan pada permukaaan daun bagian bawah karena pada daun bagian bawah itu terletak stomat sehingga pupuk mudah diserap tanaman. Waktu pemupukannya bisa dilakukan kapan saja, asal tidak ada angin kencang dan diperkirakan tidak akan jatuh hujan sekitar 2-3 jam setelah penyemprotan. Jika ada angin kencang dan 2-3 jam turun hujan, maka pemupuk melalui daun tersebut tidak efektif atau sia-sia karena pupuk banyak yang terbuang akibat terbawa angin kencang dan larut kena air hujan sebelum dimanfaatkan tanaman Disarikan oleh : Lasarus, Pusluhtan Sumber : 1.Standar Prosedur Operasional (SOP) Belimbing. Direktorat Tanaman Buah. Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, Departemen Pertanian, Jakarta, 2004. 2. Ir.Bambang cahyono. Cara Sukses Berkebun Belimbing Manis. Pustaka Mina, Jakarta, 2000.. 3 Drs. H. Hendro Sunarjono. Berkebun Belimbing Manis. Penebar Swadaya, Depok-Jawa Barat, 2007.