Melakukan penanaman adalah kegiatan memindahkan bibi tcabai merah dari persemaian kelahan atau areal penanaman hingga tanaman dapat ditanam pada lubang tanam dibedengan yang telah disiapkan dengan jarak tanam yang telah ditentukan hingga tanaman berdiri tegak dan tumbuh secara optimal di areal penanaman.Penentuan Pola Tanam Cara penanaman cabai merah bervariasi tergantung pada lingkungan, jenis tanah serta jenis cabai merah yang akan diusahakan. Pada keadaan tanah yang bertekstur liat, sistem penanaman dalam bedengan 2-4 baris tanaman tiap bedengan lebih efisien, sedangkan pada tanah bertekstur sedang – ringan lebih cocok menggunakan sistem penanaman dengan barisan tunggal. Cara ini biasanya dilakukan petani di dataran medium dan dataran tinggi. Pada saat penanaman, tanah harus lembab tapi tidak becek dengan tujuan agar bibit cabai tidak layu dan cepat tumbuh optimal. Bibit/tanaman cabai muda sangat sensitif sehingga harus hati-hati dengan akarnya, dengan demikian begitu bibit dicabut harus segera ditanam dilapangan. Bibit tidak boleh ditanam lebih dalam dari leher akar , dan penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi/ sore hari. Jarak tanam akan mempengaruhi populasi tanaman dan efisiensi penggunaan cahaya matahari serta persaingan dalam penggunaan air dan hara. Pada populasi tanaman yang rapat cahaya matahari yang diterima sedikit, keadaan ini menyebabkan tanaman tumbuh lebih tinggi, jumlah cabang lebih sedikit, serta terjadi persaingan yang lebih ketat dalam penyerapan air, sinar matahari dan unsur hara. Dengan demikian hasil tanaman akan menjadi lebih rendah dibanding hasil tanaman pada populasi yang rendah. Jarak tanam yang umumnya digunakan petani adalah 50-60 cm untuk jarak antar lubang dalam barisan dan 60-70 cm untuk jarak antar barisan. Pola tanam pada tanamana cabai sebaiknya dilakukan dengan sistem monokultur sehingga fungsi mulsa plastik perak hitam dapat berfungsi maksimal. Tanaman cabai sebaiknya ditanam denga pola segi tiga. Admin Kab. Bima (Hartanto Ts.SPt.MM)