Loading...

Menanam Gambas dan Manfaatnya untuk tubuh

Menanam Gambas dan Manfaatnya untuk tubuh
Oyong atau gambas (Luffa acutangula) merupakan tumbuhan dari suku labu – labuan (Cucurbitaceae). Tanaman ini diperkirakan berasal dari India, lalu menyebar ke banyak Negara lainnya. yong termasuk tanaman dari komoditas sayuran yang mampu beradaptasi dengan baik pada aneka macam lingkungan serta mampu tumbuh pada banyak jenis tanah lahan tanam. Gambas membutuhkan asupan sinar matahari yang cukup serta mampu tumbuh secara maksimal dan berbuah lebat pada lingkungan tanam bersuhu rata rata ± 18 – 24° C. Selain itu, oyong juga membutuhkan asupan air cukup serta cukup rentan terhadap kekeringan akibat kurangnya air. Oleh karena itu, tentu jika melakukan cara menanam gambas harus benar – benar memperhatikan pemberian air pada oyong. Apabila gambas akan ditanam pada lahan datar atau sawah, akan lebih baik jika bedengan dibuat agak tinggi agar jika terjadi hujan maka air hujan tidak tergenang serta merendam tanaman gambas. Gambas umumnya tak menyukai kondisi tanah tergenang air dan terlalu basah. Berikan juga jarak antar bedengan sekitar ± 2 – 2,5 meter. Apabila pH tanah dibawah 5,5, lakukan penaburan kapur pertanian atau dolomit. Penaburan kapur pertanian atau dolomit dilakukan ± 7 – 10 hari sebelum melakukan pemberian pupuk dasar. Biarkan juga lahan tanam tersiram air hujan. Cara menanam tanaman oyong adalah tanam langsung dengan memasukan 2 biji ke dalam lubang sedalam 1–2 cm kemudian ditimbun tanah. Panen mulai usia 3 bulan dan diulangi setiap seminggu sekali. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, tanaman ini membutuhkan tanah yang subur, gembur, banyak mengandung humus, beraerasi dan berdrainase baik, serta mempunyai pH 5,5–6,8. Tanah yang paling ideal bagi budi daya oyong adalah jenis tanah liat berpasir, misalnya tanah latosol, aluvial, dan podsolik merah kuning. Sayuran ini memiliki bentuk panjang dengan permukaan bergaris dan tekstur dalam yang lembut setelah dimasak. Selain rasanya yang khas, gambas memiliki kandungan nutrisi yang melimpah, seperti serat, vitamin C, vitamin B, dan kalsium, menjadikannya pilihan makanan yang sehat. Rendah kalori dan bebas lemak, gambas sering digunakan dalam diet sehat untuk membantu menjaga berat badan dan mendukung fungsi pencernaan. Lebih dari itu, gambas juga memiliki manfaat terapeutik. Ekstrak dari berbagai bagian gambas, termasuk buah dan bijinya, diketahui memiliki sifat antimikroba, antioksidan, dan anti-inflamasi. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa gambas dapat membantu mengontrol kadar gula darah, mendukung kesehatan hati, serta mengurangi risiko beberapa penyakit kronis. Penggunaannya juga meluas dalam pengobatan tradisional, seperti untuk mengatasi penyakit kuning dan batu ginjal. Dengan berbagai manfaatnya, gambas adalah tambahan yang bergizi dan serbaguna dalam menu harian. Dalam 100 gram gambas, terdapat sejumlah nutrisi seperti: Kalori: 18,18 Kcal. Protein: 0,46 g. Serat: 42,94 g. Kalsium: 99,78 mg. Vitamin B1, B2, dan B3 Tingginya kandungan serat mendukung pencernaan, sementara kalsium berkontribusi pada kesehatan tulang. https://id.wikipedia.org/wiki/Gambas https://fahum.umsu.ac.id/blog/manfaat-sayur-gambas-untuk-kesehatan-tubuh/