Jagung merupakan komoditas tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Di Indonesia, jagung merupakan komoditas strategis untuk ketahanan pangan dan penggerak ekonomi, dengan program pemerintah yang berupaya meningkatkan produktivitasnya. Setiap panen raya berawal dari satu langkah kecil: memilih benih yang tepat dan merawatnya dengan sepenuh hati. Bagi para petani yang mendambakan hasil panen jagung yang tangguh dan melimpah, perlu mempertimbangkan benih unggul yang digunakan, salah satunya NK Perkasa.
Pak Tukino salah satu petani dari anggota Poktan Bina Karya yang melakukan budidaya jagung menggunakan benih NK Perkasa. Menurut Bapak Tukino, bibit jagung NK Perkasa memiliki keunggulan ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta potensi hasil panen yang tinggi. Benih ini tahan terhadap hama penggerek batang dan penyakit bulai, serta menghasilkan tongkol berukuran besar dengan bulir terisi penuh dan cocok ditanam pada musim kemarau di dataran rendah hingga menengah.
Proses budidaya dimulai dengan mempersiapkan "rumah" yang nyaman bagi benih untuk tumbuh. Tanah yang gembur adalah kunci utama. Lahan dibajak atau dicangkul sedalam 20-30 cm untuk memperbaiki sirkulasi udara dan air di dalam tanah. Proses ini tidak hanya membasmi gulma tetapi juga membangunkan kembali nutrisi yang tertidur di dalam tanah. Setelah tanah gembur, pemupukan dasar menjadi fondasi penting. Pupuk kandang atau kompos ditaburkan secara merata, memberikan "sarapan" pertama bagi tanaman jagung kelak. Saat lahan telah siap, tibalah waktunya menanam benih harapan. Jarak tanam yang ideal, umumnya 70 x 20 cm, dengan cara di tugal.
MIRA LERIZKA- PPL BPP ABUNG SELATAN