Hampir semua orang mengenal tanaman yang satu ini yaitu terung. Sayuran yang satu ini adalah maskan khas jawa timur yang sudah tekenal yaitu sayur lodeh terung. Terung termasuk tanaman perdu yang dapat tumbuh dimana saja pada datara rendah maupun dataran tinggi sampai 1000 m diatas permukaan laut. 1. Menyemai benih terong ungu Pertama-tema, kita harus merendam benih terong ungu ke dalam air hangat selama kurang lebih 15 menit. Buatlah lubang-lubang tipis dengan jarak minimal 1 cm di atas campuran tanah dan padi sekam dalam polybag yang tadi telah disiapkan. Masukkan benih-benih terong pada lubang-lubang tersebut. Tutup benih dengan sisa campuran tanah dan padi sekam. Tepuk-tepuk tanah secara perlahan untuk memadatkannya. Siram dengan air secukupnya. Penyiraman ini harus rutin dilakukan setiap pagi dan sore hari. Ingat pula untuk meletakkan polybag di tempat yang mendapat sinar matahari cukup. 2. Memindahkan tanaman ke media tanam yang lebih besar, Setelah masa semai, biasanya terong ungu membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan agar ia mengalami pertumbuhan kecambah. Jika daun yang muncul sudah ada 4 helai, maka langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit terong ke media tanam yang lebih besar. 3. Pemeliharaan Tanaman Terong, Lakukan penyulaman segera setelah terlihat ada tanaman yang mati atau dimakan hama. Penyulaman dilakukan hingga usia 15 HST (Hari Setelah Tanam). Penyiangan juga perlu dilakukan agar tanaman terong tidak terganggu oleh gulma dan rumput liar. Untuk menjaga tanaman agar tidak kekeringan lakukan penyiraman secukupnya, sesuaikan dengan kondisi cuaca. Ajir dipasang segera setelah penanaman selesai, agar tidak merusak perakaran. Pasang ajir dengan jarak minimal 5 cm dari pangkal batang. Kemudian tanaman diikat menggunakan tali plastik pada ajir tersebut. Jika pemasangan ajir dilakukan setelah tanaman besar, ajir dipasang menyerong dengan sudut 45 derajat agar tidak mengganggu dan merusak akar. 4. Pemupukan Susulan Tanaman Terong, Pemupukan susulan perlu dilakukan agar tanaman tumbuh subur dan berbuah banyak. Pemupukan bisa ditaburkan, namun jika menanam menggunakan mulsa plastik akan lebih efektif jika dikocorkan. Pemupukan pertama bisa dilakukan pada usia 10 HST (Hari Setelah Tanam). Selanjutnya pemupukan dilakukan setiap 1 minggu. Pupuk yang digunakan adalah NPK, TSP, KCL, ZA atau KNO3 disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. 5. Hama dan Penyakit Tanaman Terong Hama dan penyakit yang biasanya menyerang tanaman terong antara lain :Bekicot, menyerang tanaman muda yang baru ditanam dengan memakan batang sampai daun tanaman Ulat Grayak, ulat ini biasanya bergerombol dan memakan daun tanaman hingga tangkai muda Penggerek Daun, Atau disebut juga oteng-oteng/kepik menyerang daun muda hingga daun menjadi bolong-bolong Lalat Buah, lalat ini bertelur pada buah terong dan akan menetas menjadi larva. Larva tersebut memakan buah terong hingga menyebabkan buah berlubang dan busuk Ulat Tanah, ulat ini aktif pada malam hari dan menyerang daun, batang hingga buah tanaman Kutu Kebul, hama ini sering bersembunyi dibalik daun berwarna putih dan menyebabkan daun mengkerut sehingga tanaman menjadi kerdil. Kutu Daun(Aphids), menyerang dengan cara menghisap cairan daun muda hingga menyebabkan daun menjadi keriting Busuk Buah, busuk buah pada terong disebabkan oleh cendawan Phytoptora sp. Ditandai dengan adanya daging buah membusuk dan terlepas pada kelopak buah. Layu Fusarium, penyakit ini disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum yang menyebabkan tanaman layu kemudian kering dan mati. Layu Bakteri, tanaman yang terserang tiba-tiba layu dan mati. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum. Antraknosa, disebabkan oleh Gloeosporium melongena Ell. Pada buah yang terserang terdapat bercak berwarna coklat kemudian buah akan rontok. 6. Waktu dan Cara Panen Buah Terong, Buah terong biasanya dapat dipanen pada usia 70 – 80 HST (Hari Setelah Tanam). Pilihlah buah yang sudah cukup umur, tidak terlalu muda atau terlalu tua. Panen terong sebaiknya dilakukan setiap 3 hari sekali. Buah terong dipetik beserta tangkai buahnya, dengan cara digunting. Setelah selesai pemanenan lakukan penyortiran sebelum buah dipasarkan. Demikian tentang cara menanam terong, semoga bermanfaat… Dituliskan oleh Simon Savang PPL BPP Long Apari Kab. Mahulu