Satuan Karya Pramuka Tarunabumi atau disingkat Saka Tarunabumi merupakan wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pendega dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian yang berguna bagi diri pribadi, keluarga, dan lingkungan. Pembentukan dan pengembangan Saka Tarunabumi pun bertujuan untuk mewujudkan generasi muda yang cinta pertanian dengan menyediakan wadah pendidikan luar sekolah di bidang pertanian bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pendega. Latihan gabungan Saka Tarunabumi tingkat Provinsi DKI Jakarta akan dilaksanakan pada Selasa, 22 Oktober 2019 mendatang bertempat di Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan Latihan gabungan Saka Tarunabumi ini merupakan kegiatan lanjutan dari pembinaan Saka Tarunabumi tingkat Kota Jakarta Pusat yang telah dilaksanakan pada 9 Oktober 2019 lalu, dimana 20 orang terpilih dari 100 peserta pelajar pramuka SMA dan SMK yang berasal dari 14 sekolah di Jakarta Pusat. Sekolah yang mengikuti kegiatan ini merupakan sekolah yang ikut Adiwiyata dan Sekolah Sehat tingkat Provinsi dan Nasional. Saka Tarunabumi merupakan salah satu kegiatan pendukung program Adiwiyata. Sebelumnya, pembinaan Saka Tarunabumi tingkat Kota Jakarta Pusat dilaksanakan di Kampung Hijau Rosela Mandiri, Komplek Angkasa Pura, RT. 014/ 06 Kelurahan Kebon Kosong Kemayoran, Jakarta Pusat. Materi yang diberikan pada kegiatan ini antara lain Kepramukaan, Krida Saka Tarunabumi, Budidaya Sayuran secara Hidroponik, Budidaya Ikan cupang, Pengenalan Jenis-jenis Toga dan Manfaatnya, serta Budidaya Kelinci. Pada kegiatan tersebut, Kepala Seksi Ketahanan Pangan dan Pertanian Sudin KPKP Jakarta Pusat, Sunarto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan di bidang pertanian seperti, pemahaman bercocok tanam berbagai macam jenis tanaman obat keluarga (toga) bagi para siswa-siswi penegak (Pramuka). Diharapkan pengetahuan para siswa/i di bidang pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan dapat meningkat, melalui cara bercocok tanam secara konvensional dan sistem hidroponik. “Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi pribadi para pelajar, sekolah, dan lingkungan tempat tinggal dan dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Kami juga memberikan bantuan berupa pot, media tanam, sekam, dan benih sayuran 7 (tujuh) jenis untuk lahan halaman sekolah yang tidak ada tanahnya. Jadi tidak ada alasan tidak menanam di sekolah” paparnya. Selain itu, bantuan sebanyak 17 jenis diberikan kepada pihak sekolah berupa benih sayuran, gunting stek, pupuk kandang, media tanam, nutrisi dan starter kit Hidroponik sistem Wick dengan harapan agar setelah memperoleh pembelajaran dapat langsung dipraktekan di sekolah masing-masing. (Eni Sudaryatni, Penyulu Pertanian Kec. Kemayoran)