Kehilangan hasil pada saat panen padi umumnya disebabkan oleh perilaku para pemanen, baik karena tidak disengaja maupun disengaja. Prilaku pemanen padi yang memotong padi secara berebutan menyebabkan banyak gabah rontok dan tercecer termasuk kehilangan hasil yang tidak disengaja. Tetapi ada pada saat panen terjadi dalam pengumpulan potongan padi, ada malai-malai padi yang ditinggalkan secara sengaja untuk nantinya diambil kembali. Dalam proses perontokan padi dengan cara dibanting, banyak gabah yang terlempar keluar alas perontokan tanpa disengaja. Tetapi ada pula pemanen dengan sengaja membantingkan padi hanya beberapa kali, kemudian jerami dibuang, sehingga masih banyak gabah yang belum terontok. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEHILANGAN HASIL PANEN Adapun tingkat kehilangan hasil dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu: 1. Kehilangan pada penumpukan Penumpukan padi biasa dilakukan oleh petani setelah pemotongan padi untuk menunggu perontokan.. Penumpukan padi tersebut diletakkan diatas hamparan bekas potongan padi. Penumpukan yang sangat tergesa-gesa dan tanpa alas, untuk mendapatkan jumlah panen yang sebanyak-banyaknya menimbulkan potensi kehilangan hasil yang cukup besar 2. Kehilangan pada pengumpulan Kegiatan pengumpulan padi dilakukan agar dalam melakukan perontokan tenaga pemanen tidak berpindah pindah tetapi pada satu tempat yang sudah dipilih. Kehilangan terjadi karena gabah akan tercecer pada sepanjang perjalanan, umumnya dalam melakukan kegiatan ini tidak ada seorang pun yang melakukan dengan menggunakan wadah/alas untuk mengangkut. Untuk mengetahui jumlah kehilangan hasil pada proses tersebut, pada saat pengangkutan dilakukan dengan menggunakan alas dari karung plastik, dan gabah yang rontok dari setiap kali pengangkutan ditampung dalam wadah. 3. Kehilangan pada perontokan Perontokan padi merupakan tahapan setelah pemotongan padi (pemanenan). Tahapan Pada saat pemanenan kehilangan padi dapat terjadi karena cara panen yang kurang tepat ataupun karena peralatan yang digunakan yang kurang tepat. Cara panen padi yang biasa dilakukan petani ada 3 yaitu cara panen potong bawah, cara panen potong tengah dan cara panen potong atas. Cara panen ini akan dipilih berdasarkan jenis atau cara perontokan yang digunakan. Cara perontokan secara manual dapat dilakukan dengan cara digebot sedangkan cara perontokan dengan mesin dapat menggunakan pedal treser atau power treser. Kehilangan pada saat perontokan ini terjadi karena terpal yang digunakan sebagai alas kurang lebar sehingga banyak bulir padi yang terbuang. 4. Kehilangan akibat penundaan perontokan Pada beberapa daerah tidak semua petani langsung melakukan perontokan padinya setelah melakukan pemotongan. Di beberapa tempat penundaan perontokan atau terjadinya keterlambatan perontokan selalu terjadi. Beberapa hal yang mungkin terjadi selama proses penundaan antara lain : (1) terjadi kehilangan hasil yang disebabkan oleh gabah yang rontok selama penumpukan atau dimakan binatang, dan (2) terjadi kerusakan gabah karena adanya reaksi enzimatis, sehingga gabah cepat tumbuh berkecambah, terjadinya butir kuning, berjamur atau rusak. 5. Kehilangan penjemuran Terdapat dua cara pengeringan yang biasa digunakan oleh petani yaitu: (1) pengeringan dengan cara penjemuran langsung menggunakan sinar matahari, dan (2) pengeringan dengan menggunakan alat pengering buatan (dryer). Pengeringan dengan sinar matahari (penjemuran) dapat terjadi kehilangan hasil karena waktu penjemuran dimakan oleh binatang pemeliharaan seperti ayam dan lain-lain. Selain itu kehilangan hasil juga dapat terjadi pada saat mengangkut untuk melakukan penjemuran. 6. Kehilangan hasil pada saat penyimpanan Petani umumnya menyimpan gabah dengan dua cara, yaitu: sistem curah, yaitu gabah yang sudah kering dicurahkan pada satu tempat yang dianggap aman dari gangguan hama maupun cuaca, dan cara penyimpanan dengan menggunakan kemasan/wadah seperti karung plastik, karung goni, pengki tenggok dan lain-lain. Kehilangan hasil saat penyimpanan dapat terjadi karena keadaan kemasan, tempat penyimpanan, gangguan hama dan penyakit. 7. Kehilangan hasil pada saat proses penggilingan Kehilangan pada tahapan penggilingan umumnya disebabkan oleh penyetelan alat penggilingan yang tidak tepat. Penyetelan yang tidak tepat dapat menyebabkan banyak gabah yang terlempar ikut ke dalam sekam atau beras yang terbawa ke dalam dedak. Hal ini menyebabkan rendemen giling rendah. LANGKAH-LANGKAH DALAM MENEKAN KEHILANGAN HASIL Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menekan kehilangan hasil yaitu sebagai berikut. Peningkatan Kemampuan dan Ketrampilan Petani. Perbaikan penanganan panen dan pascapanen sebaiknya dimulai dengan peningkatan kemampuan dan ketrampilan petani dalam hal penangan panen dan pascapanen padi. Teknologi Spesifik Lokasi Teknologi untuk menekan kehilangan hasil yang dipilih untuk diterapkan harus teknologi yang sesuai dengan spesifik lokasi selain itu teknologi tersebut tidak bertentangan dengan masyarakat pengguna, baik secara teknis, ekonomis maupun sosial budaya masyarakat setempat. Pembentukan dan Pemberdayaan Kelompok Upaya perbaikan penanganan dan penekanan kehilanganh hasil panen dengan penerapan teknologi pascapanen yang baru, sebaiknya dilakukan secara berkelompok yang bersifat komersial dan mandiri sehingga nilai tambah yang diperoleh dapat dirasakan oleh seluruh anggota kelompok. Oleh: Joko Panut PPL Kecamatan Pulau Panggung