Loading...

Menentukan Benih Bernas

Menentukan Benih Bernas

 

Menentukan Benih Bernas

 

Benih Bernas merupakan indikator kualitas benih yang sangat penting untuk keberhasilan budidaya padi. Benih yang bernas memiliki cadangan makanan yang cukup, sehingga mampu berkecambah dengan baik dan menghasilkan tanaman yang kuat sejak awal pertumbuhan. 

 
Mengapa benih harus bernas?
  1. Memastikan daya kecambah yang tinggi 
    Benih yang bernas mengandung nutrisi dan energi yang diperlukan untuk mengaktifkan embrio saat proses perkecambahan dimulai. Ketika direndam, benih akan menyerap air dan cadangan makanan ini digunakan untuk memecah kulit biji dan menumbuhkan kecambah. Benih yang hampa atau tidak bernas memiliki daya kecambah yang sangat rendah dan seringkali gagal tumbuh. 
  2. Menghasilkan pertumbuhan bibit yang kuat
    Kecambah yang muncul dari benih bernas akan memiliki pertumbuhan awal yang lebih kuat dan seragam. Bibit yang vigor (kuat) cenderung memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap hama dan penyakit sejak dini, serta mampu bertahan di kondisi lingkungan yang kurang ideal. Pertumbuhan yang seragam juga memudahkan perawatan dan penanaman di lahan. 
  3. Mengurangi kebutuhan benih dan biaya
    Penggunaan benih yang sudah diseleksi dan bernas dapat mengurangi jumlah benih yang dibutuhkan per hektar. Karena sebagian besar benih akan tumbuh, petani tidak perlu melakukan penanaman ulang (penyulaman) secara berlebihan. Hal ini tentu akan menghemat biaya produksi dan waktu. 
  4. Meningkatkan potensi hasil panen
    Benih yang berkualitas merupakan fondasi dari produktivitas tanaman. Bibit yang tumbuh dari benih bernas akan berkembang menjadi tanaman dewasa yang sehat dan kuat, sehingga memiliki potensi hasil panen yang lebih tinggi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan benih berkualitas dapat meningkatkan hasil panen hingga 5–20%. 
 

Cara sederhana untuk memisahkan benih bernas dari benih yang hampa dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni :

  1. Menggunakan Air larutan Garam
    -Benih dimasukan kedalam wadah yang berisi air Larutan Garam, volume air 2x volume benih, kemudian diaduk-aduk.
    -Benih yang terapung, pisahkan dengan benih yang tenggelam.
    -Benih yang tenggelam berarti bernas, baik untuk persemaian.
    -Cuci bersih
    -Sebelum semai, benih direndam selama 24 jam dan di peram selama 1 Malam
  2. Menggunakan larutan pupuk ammonium sulfur (ZA)
    -Larutan pupuk ZA dengan konsentrasi 225 gram ZA/ liter air. Volume larutan tergantung jumlah benih yang akan dipakai untuk persemaian
    -Benih terapung dibuang, pisahkan dengan benih yang tenggelam.
    -Benih dicuci bersih, direndam selama 24 jam, diperam satu malam dan siap untuk ditabur/ semai