Loading...

Menentukan saat panen Dalam Memproduksi Benih Secara Mandiri

Menentukan saat panen Dalam Memproduksi Benih Secara Mandiri
Sebelum melakukan pemanenan yang perlu dipertimbangkan adalah menentukan metode panen dan menentukan saat panen. Hal tersebut penting karena Hasil padi yang berkualitas tidak hanya diperoleh dari penanganan budi daya yang baik saja, tetapi juga didukung oleh penanganan panennya. Keterlambatan panen menyebabkan produksi menurun karena gabah banyak yang rontok. Penentuan saat panen dapat dilakukan atas dasar pengamatan pada dilapangan yaitu 1. Sebagian daun bendera telah mengering. 2. Varietas yang ditanam; 3. Kadar air padi dilapangan 21-26%; 4. Hari setelah berbunga rata, 30-35 hari.;. Kenampakan malai, 90-95% kuning. Penentuan umur panen padi dengan pengamatan teoritis dapat dilakukan dengan cara : (1) berdasarkan umur tanaman hari setelah berbunga rata (hsb) antara 30 sampai 35 hari setelah berbunga rata atau umur tanaman berdasarkan saat tanam (hst) yaitu antara 110 – 115 hari setelah tanam, dan (2) penentuan umur panen berdasarkan kadar air gabah. Umur panen optimum dicapai setelah kadar air gabah mencapai 22-23% pada musim kemarau, dan antara 24-26% kadar air gabah pada musim penghujan. Tujuan pemanenan padi pada dasarnya untuk mendapatkan gabah dari lapangan pada tingkat kematangan optimal, mencegah kerusakan dan kehilangan hasil seminimal mungkin.Pemanenan padi tidak akan menguntungkan dan memuaskan jika prosesnya dilakukan dengan cara yang kurang benar dan pada umur panen yang tidak tepat. Cara panen yang tidak baik akan menurunkan kehilangan hasil secara kuantitatif, sedang saat panen yang tepat akan menentukan kualitas gabah dan beras.Panen harus dilakukan bila bulir padi sudah cukup dianggap masak. Panen yang kurang tepat dapat menurunkan kualitas dari gabah maupun beras. Dalam rangka panen perlu diketahui fase-fase pemasakan bulir padi, penentuan saat panen dan alat untuk panen. Pemanenan. Setelah areal tanam memenuhi kriteria panen segera laksanakan pemanenan caranya:1.Keringkan lahan pertanaman 7-10 hari sebelum padi di panen 2. Gunakan alat panen yang baik; 3. Cara panen padi tergantung kepada alat perontok yang digunakan; 4. Potong tanaman padi di atas permukaan tanah;5. Letakkan hasil panen di atas tikar/atau/wadah; 6. Gunakan wadah/karung/rigi untuk membawa ke tempat perontokan; 7. Hindari penumpukan malai di lapangan; 8. Segera rontokan malai. Penggunaan alat panen, kalau cara manual menggunakan ani-ani, secara mekanis menggunakan sabit atau sabit bergerigi kalau dengan mesin menggunakan “Combine harvester”. Cara manual menggunakan ani-ani; Kapasitas panen dengan ani-ani tergantung pada beberapa hal yaitu :Tinggi tanaman ,Kerapatan tanaman ,Waktu panen ,Jumlah panen , Keadaan tanah , Keterampilan memanen, Ani-ani cocok digunakan untuk panen yang kematangannya tidak serempak dan varietas tanaman tinggi Alat potong mekanis : sabit, sabit bergerigi;Panen dilakukan dengan memotong tanaman sedekat mungkin di atas tanah, dengan cara :Pegang rumpun padi yang akan dipotong dengan tangan kiri, kira­kira 1/3 bagian tinggi tanaman.Tempatkan mata pisau pada bagian pangkal tanaman dan tarik pisau tersebut dengan tangan kanan hingga jerami terputus. Dengan alat “Combine harvester”/mesin Cara panen padi tergantung kepada alat perontok yang digunakan. a. Ani-ani umumnya digunakan petani untuk memanen padi lokal yang tahan rontok dan tanaman padi berpostur tinggi dengan cara memotong pada tangkainya; b. Cara panen padi varietas unggul baru dengan sabit dapat dilakukan dengan cara potong atas, potong tengah atau potong bawah tergantung cara perontokannya; c.Cara panen dengan potong bawah, umumnya dilakukan bila perontokannya dengan cara dibanting/digebot atau menggunakan pedal thresher; d. Panen padi dengan cara potong atas atau potong tengah bila dilakukan perontokannya menggunakan mesin perontok. Pengeringan Benih yang baru dipanen harus segera dikeringkan untuk menekan laju deteriorasi. Penundaan atau keterlambatan pengeringan akan menurunkan viabilitas benih. Bila pengeringan dilakukan dengan sinar matahari, maka menghamparkan benih di atas lantai jemur dengan ketebalan antara 5-10 cm dan frekuensi pembalikan sekitar 2-3 jam sekali cukup efektif untuk mengeringkan benih dengan aman tanpa merusak viabilitasnya. Bila pengeringan dilakukan dengan mesin pengering (misal.flat-bed dyer), maka pengaturan suhu yang yang arnan, yaitu antara 30-45° C. Kadar air akhir yang diharapkan untuk benih padi adalah 11 % untuk memungkinkan penyimpanan dalam suhu kamar selama satu tahun, atau di bawah 9% untuk penyimpanan lebih lama.. Bila penyimpanan benih yang diperlukan hanya sekitar 6 bulan, maka pengeringan sampai kadar air 11-12% yang kemudian dipertahankan melalui pengemasan benih dengan kantong polyethilene atau polypropylene yuliatrisedyowati@gmail.com Daftar Pustaka: I Ketut Siadi I Gusti Ngurah Raka, 2017, Penataan Sistem Perbenihan Untuk Menunjang Revitalisasi Perbenihan Tanaman Pangan Di Bali, Fakultas Pertanian Universitas Udayana Denpasar Bali https://media.neliti.com/media/publications/55241-ID-sistem-perbenihan-padi-dan-karakteristik.pdf Modul Produksi Benih Secara Mandiri, 2021, Program IPDMIP Udin SN, Sri wahyuni, Myamin S dan Ade R, 2009, Sistim Perbenihan Padi, Balai Besar tanaman Padi, Badan Litbang Pertanian