Loading...

Mengapa Kelembagaan Petani Perlu Mitra Dalam Pengembangan Usahanya

Mengapa Kelembagaan Petani Perlu Mitra Dalam Pengembangan Usahanya
Kemitraan Menurut PP No. 44 Tahun 1997 merupakan kerjasama usaha antara Usaha Kecil dengan Usaha Menengah dan atau dengan Usaha Besar disertai pembinaan dan pengembangan oleh Usaha Menengah dan atau Usaha Besar dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat dan saling menguntungkan. Sehingga Kemitraan Pertanian merupakan salah satu upaya untuk membantu petani dalam mengembangkan komoditasnya, baik terkait bantuan benih, produksi, produktivitas maupun peningkatan kemampuan sdm dalam mengelola lahannya, serta sebagai wadah atau sarana yang jelas dan pasti untuk mendistribusikan atau menjual hasil panen. Ada beberapa alasan mengapa kelembagaan petani perlu mitra dalam pengembangan usaha: 1. Keterbatasan sumber daya: Kelembagaan petani umumnya memiliki keterbatasan sumber daya, seperti modal, teknologi, dan keahlian; Mitra dapat menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh kelembagaan petani untuk mengembangkan usahanya.Contohnya, mitra dapat menyediakan modal untuk membeli peralatan pertanian, teknologi untuk meningkatkan produksi, dan keahlian untuk mengelola usaha tani. 2. Akses pasar: Kelembagaan petani seringkali kesulitan dalam memasarkan produknya ke pasar; Mitra dapat membantu kelembagaan petani dalam mengakses pasar yang lebih luas dan mendapatkan harga yang lebih baik. Contohnya, mitra dapat membantu kelembagaan petani dalam membangun jaringan distribusi, mempromosikan produknya, dan bernegosiasi dengan pembeli. 3. Risiko usaha: Usaha tani memiliki risiko yang tinggi, seperti gagal panen, perubahan harga pasar, dan bencana alam; Mitra dapat membantu kelembagaan petani dalam mengurangi risiko usaha.Contohnya, mitra dapat menyediakan asuransi pertanian, memberikan bantuan keuangan saat terjadi gagal panen, dan membantu kelembagaan petani dalam mengelola risiko lainnya. 4. Pengembangan kapasitas: Mitra dapat membantu kelembagaan petani dalam mengembangkan kapasitasnya; Contohnya, mitra dapat membantu kelembagaan petani dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggotanya, mengembangkan sistem manajemen yang lebih baik, dan membangun kelembagaan yang lebih kuat.5. Keberlanjutan usaha: Mitra dapat membantu kelembagaan petani dalam mengembangkan usaha yang berkelanjutan.Contohnya, mitra dapat membantu kelembagaan petani dalam menerapkan praktik pertanian yang ramah lingkungan, mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, dan membangun usaha yang tahan terhadap perubahan iklim. Berikut adalah beberapa contoh mitra yang dapat bekerja sama dengan kelembagaan petani: Pemerintah: Pemerintah dapat menyediakan berbagai program dan layanan untuk membantu kelembagaan petani dalam mengembangkan usahanya; Lembaga swadaya masyarakat (LSM): LSM dapat membantu kelembagaan petani dalam membangun kapasitasnya dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan; Perusahaan swasta: Perusahaan swasta dapat bekerja sama dengan kelembagaan petani dalam berbagai kegiatan, seperti pengadaan input, pemasaran hasil panen, dan pengembangan teknologi; Perguruan tinggi: Perguruan tinggi dapat membantu kelembagaan petani dalam mengembangkan teknologi dan meningkatkan keterampilan anggotanya. Memilih mitra yang tepat merupakan kunci keberhasilan kerjasama. Kelembagaan petani perlu mempertimbangkan berbagai faktor dalam memilih mitra, seperti tujuan kerjasama, sumber daya yang dimiliki mitra, dan pengalaman mitra dalam bekerja sama dengan kelembagaan petani. Jadi tujuan terjadinya suatu kemitraan adalah untuk mencapai hasil yang lebih baik, dengan saling memberikan manfaat antar pihak yang bermitra, saling menutupi, saling menambah, dan saling menguntungkan. Manfaat kemitraan usaha, antara lain: 1) Saling tukar pengalaman diantara kedua belah pihak; 2) Meringankan tugas yang harus dihadapi oleh masing-masing pihak; 3) Menggabungkan sumber daya dari dua pihak atau lebih, untuk menghasilkan pencapaian tujuan yang lebih baik (efektif dan efisien); dan 4) Memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengembangkan usaha. Selain itu, manfaat melakukan kerjasama dengan pihak lain, secara kelembagaan bermanfaat: 1) Membantu mengatasi kelemahan atau kekurangan manajemen; 2) Mendapatkan informasi-informasi baru; 3) Memperkuat dari aspek administrasi, organisasi maupun bisnis; dan 4) Memperkuat kelembagaan dalam menghadapi tekanan-tekanan dari pihak lain. Kerjasama antara kelembagaan petani dan mitra dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Kelembagaan petani dapat memperoleh akses ke sumber daya, pasar, dan keahlian yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya. Mitra dapat memperoleh keuntungan dari kerjasama dengan kelembagaan petani, seperti akses ke bahan baku berkualitas, pasar baru, dan peluang untuk meningkatkan citra perusahaan. Yulia TS yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka: https://ditjenbun.pertanian.go.id/kemitraan-harus-saling-menguntungkan-pekebun-untung-perusahaan-perkebunan-pun-juga-untung/ https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/agri-penyuluhan/15593-Agar-BPP-Kostratani-Dapat-Membangun-Kemitraan-Usaha-Hortikultura https://www.bee.id/blog/mitra-usaha/