Di Indonesia, diversifikasi pangan menjadi salah satu program pemerintah untuk mencapai ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong diversifikasi pangan, antara lain melalui sosialisasi, penyuluhan, dan pengembangan komoditas pangan alternatif. Berikut ini adalah beberapa contoh diversifikasi pangan yang dapat dilakukan masyarakat:a. Mengganti nasi dengan alternatif lain, seperti jagung, sagu, atau ubi. b. Menambahkan lauk pauk nabati, seperti tempe, tahu, kacang-kacangan, atau sayuran. c. Mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran segar secara rutin. Dengan diversifikasi pangan, masyarakat dapat memperoleh manfaat yang lebih baik bagi kesehatan dan kesejahteraan. Lantas apa peran penyluh? Penyuluh berperan penting dalam kegiatan peningkatan diversifikasi pangan. Penyuluh dapat melakukan berbagai kegiatan untuk mendukung kegiatan tersebut, antara lain: Penyebarluasan informasi dan pengetahuan. Peningkatan kapasitas masyarakat. Pemberdayaan masyarakat. Kegiatan edukasi dan sosialisasi diversifikasi pangan Penyuluh perlu menyebarkan informasi dan pengetahuan tentang pentingnya diversifikasi pangan. Informasi dan pengetahuan tersebut meliputi hal-hal seperti Informasi dan pengetahuan tentang pentingnya diversifikasi pangan yang perlu disebarkan oleh penyuluh meliputi hal-hal berikut: 1). Pengertian diversifikasi pangan Diversifikasi pangan merupakan upaya untuk mendorong masyarakat agar memvariasikan makanan pokok yang dikonsumsi sehingga tidak terfokus pada satu jenis saja. Diversifikasi pangan mencakup tiga lingkup pengertian yang saling berkaitan, yaitu diversifikasi konsumsi pangan, diversifikasi ketersediaan pangan, dan diversifikasi produksi pangan. 2). Manfaat diversifikasi pangan Diversifikasi pangan memiliki banyak manfaat, antara lain: a)Meningkatkan kualitas gizi masyarakat, b) Mengurangi risiko kekurangan gizi c) Meningkatkan ketahanan pangan, Meningkatkan pendapatan petani dan agroindustri pangan, d) Menghemat devisa. 3). Jenis-jenis pangan yang dapat didiversifikasikan. Pangan yang dapat didiversifikasikan meliputi pangan pokok, pangan olahan, dan pangan lokal. Pangan pokok yang dapat didiversifikasikan antara lain beras, jagung, sagu, dan ubikayu. Pangan olahan yang dapat didiversifikasikan antara lain mie, roti, dan biskuit. Pangan lokal yang dapat didiversifikasikan antara lain pisang, pepaya, mangga, dan kacang-kacangan. 4).Tips diversifikasi panganUntuk melakukan diversifikasi pangan, masyarakat dapat mengikuti tips berikut:a) Mulailah dengan mengganti sebagian nasi dengan pangan pokok lainnya, seperti jagung, sagu, atau ubikayu.b) Sertakan buah-buahan dan sayuran dalam setiap kali makan. c) Konsumsi pangan lokal yang tersedia di daerah setempat. Penyuluh dapat menyebarkan informasi dan pengetahuan tentang pentingnya diversifikasi pangan melalui berbagai media, seperti: 1). Pemberian penyuluhan Penyuluh dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya diversifikasi pangan kepada masyarakat secara langsung. Penyuluhan dapat dilakukan di kelompok-kelompok masyarakat, sekolah, atau tempat-tempat umum lainnya. 2).Pembuatan materi edukasi. Penyuluh dapat membuat materi edukasi tentang pentingnya diversifikasi pangan, seperti brosur, leaflet, poster, atau video. Materi edukasi tersebut dapat disebarluaskan kepada masyarakat melalui berbagai media, seperti media sosial, media massa, atau melalui kegiatan-kegiatan promosi lainnya. 3). Kerjasama dengan mitra. Penyuluh dapat bekerja sama dengan mitra, seperti pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, atau pelaku usaha, untuk menyebarkan informasi dan pengetahuan tentang pentingnya diversifikasi pangan. Kerja sama tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti kegiatan pelatihan, sosialisasi, atau kampanye. Dengan menyebarkan informasi dan pengetahuan tentang pentingnya diversifikasi pangan, penyuluh dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan kualitas gizi, ketahanan pangan, dan kesejahteraan hidup. Peningkatan kapasitas masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti Peningkatan kapasitas masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, baik secara formal maupun informal. Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap masyarakat sehingga dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan. Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat: 1). Pelatihan. Pelatihan merupakan salah satu kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat yang paling umum dilakukan. Pelatihan dapat dilakukan untuk berbagai bidang, seperti keterampilan teknis, keterampilan manajerial, atau keterampilan sosial. 2). Penyuluhan. Penyuluhan merupakan kegiatan pemberian informasi dan pengetahuan kepada masyarakat. Penyuluhan dapat dilakukan secara langsung atau melalui media massa. 3). Sosialisasi. Sosialisasi merupakan kegiatan penyebaran informasi dan pengetahuan kepada masyarakat secara luas. Sosialisasi dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti media massa, media sosial, atau melalui kegiatan-kegiatan promosi lainnya.4). Kampanye.Kampanye merupakan kegiatan penyebaran informasi dan pengetahuan kepada masyarakat secara intensif dan terencana. Kampanye dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti media massa, media sosial, atau melalui kegiatan-kegiatan lapangan. Kampanye peningkatan kapasitas Masyarakat. 5). Magang.Magang merupakan kegiatan belajar secara langsung di tempat kerja. Magang dapat membantu peserta magang untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka di bidang tertentu. 6). Kerjasama antar lembaga.Kerjasama antar lembaga merupakan kegiatan kerja sama antara dua atau lebih lembaga untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. Kerjasama ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti pelatihan, penyuluhan, atau sosialisasi. Kegiatan-kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dapat dilakukan oleh berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, atau pelaku usaha. Kegiatan-kegiatan tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat. Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sendiri, sehingga dapat mencapai kesejahteraan hidup. Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, di antaranya: 1). Peningkatan kapasitas Masyarakat.Peningkatan kapasitas masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap masyarakat sehingga dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan. Kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan, penyuluhan, sosialisasi, kampanye, magang, dan kerjasama antar lembaga. 2). Peningkatan akses masyarakat terhadap sumber daya.Peningkatan akses masyarakat terhadap sumber daya bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhannya. Kegiatan peningkatan akses masyarakat terhadap sumber daya dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti penyediaan infrastruktur, pemberian bantuan, dan pendampingan.3). Peningkatan partisipasi Masyarakat.Peningkatan partisipasi masyarakat bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembangunan. Kegiatan peningkatan partisipasi masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti musyawarah, dialog, dan pelatihan. Kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan oleh berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, atau pelaku usaha. Kegiatan-kegiatan tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat. Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan pemberdayaan masyarakat:1). Pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian. Pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan seperti pelatihan pertanian, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, dan pendampingan petani. 2). Pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi. Pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan seperti pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, dan pendampingan UMKM. 3). Pemberdayaan masyarakat di bidang sosial. Pemberdayaan masyarakat di bidang sosial dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan seperti pelatihan keterampilan hidup, bantuan pendidikan, dan pendampingan keluarga. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pemberdayaan masyarakat, masyarakat dapat menjadi lebih mandiri dan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Kegiatan edukasi dan sosialisasi diversifikasi pangan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya diversifikasi pangan. Penyuluh dapat memberikan penyuluhan melalui berbagai media, seperti media cetak, elektronik, dan media sosial. Berikut adalah beberapa contoh kegiatan penyuluhan yang dapat dilakukan untuk mendukung peningkatan diversifikasi pangan: a) .Kegiatan penyuluhan tentang manfaat diversifikasi pangan bagi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya diversifikasi pangan bagi kesehatan. Penyuluh dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya mengonsumsi berbagai jenis pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang; b) Kegiatan penyuluhan tentang keberagaman pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai jenis pangan lokal kepada masyarakat. Penyuluh dapat memberikan penyuluhan tentang jenis-jenis pangan lokal, manfaat pangan lokal, dan cara mengolah pangan lokal; Dengan melakukan berbagai kegiatan tersebut, penyuluh dapat membantu masyarakat meningkatkan konsumsi pangan yang beragam dan bergizi. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan nasional. Yulia Tri S yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka: https://papua.antaranews.com/berita/460342/kodim-mimika-dan-dinas-pertanian-gelar-penyuluhan-diversifikasi-pangan https://tabloidsinartani.com/detail//indeks/pangan/5791-multi-manfaat-diversifikasi-pangan https://dkpp.purworejokab.go.id/diversifikasi-pangan-lokal--memperkuat-ketahanan-pangan https://gc.ukm.ugm.ac.id/2017/08/pentingnya-diversifikasi-pangan-untuk-mendukung-kedaulatan-pangan-indonesia/