Analisa usahatani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana seseorang mengalokasikan sumberdaya yang ada, secara efektif dan efisien untuk tujuan memperoleh keuntungan pada waktu tertentu. Disebut efektif jika petani dapat mengalokasikan sumberdaya yang mereka miliki dengan sebaik-baiknya, serta dikatakan efisien apabila pemanfaatan sumberdaya tersebut menghasilkan output yang melebihi input . Namun pada umumnya petani tidak mencatat dan menghitung secara rinci biaya dan penerimaan dari usahatani padi sawah. Hal ini disebabkan, pengetahuan petani yang masih rendah, malas dan merasa tidak perlu. Akan tetapi untuk mengetahui tingkat pendapatan dan keuntungan yang diperoleh, maka perlu dilakukan analisis usahatani. Komponen analisis tersebut dibedakan atas dua komponen yaitu : 1) komponen biaya, meliputi: a) sewa traktor dan pengolahan tanah, b) saprodi, c) tenaga kerja dan biaya lainnya (contoh : sewa pompa air), 2) komponen pendapatan, meliputi : a) produksi, b) harga gabah kering panen (GKP), gabah kering giling (GKG) dan c) penerimaan. Keuntungan finansial usahatani diperoleh dari selisih penerimaan dengan total biaya produksi. Bagi petani yang ingin membuat perencanaan dan analisa terkait budidaya padi, mungkin tulisan ini dapat memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana menganalisa kebutuhan biaya sampai dengan tahap akhir yaitu keuntungan. Adapun rincian analisa usahatani padi sawah dengan menggunakan salah satu varietas contohnya Varietas Ciherang dengan sistem tanam Jajar Legowo, dengan luasan 1 Ha sawah pada 1 kali musim tanam adalah sebagai berikut : A. Pendapatan Hasil Panen misalkan 7,5 ton GKP per hektar. Setelah dikeringkan susut 18 %, maka hasilnya 6,15 ton GKG per hektar. Sedang harga 1 kg GKG adalah Rp. 5.100. Maka hasil yang diperoleh = 6.150 kg x Rp. 5.100 = Rp. 31.365.000. B. Keuntungan = Pendapatan – Biaya Pengeluaran = Rp. 31.365.000 – Rp. 4.980.000 = Rp. 26.385.000 Bila dalam 1 musim tanam adalah 4 bulan, berarti dalam 1 bulan keuntungannya = Rp. 26.385.000 / 4 bulan = Rp. 6.596.250 C. Analisis Return and Cost Ratio (R/C ratio) = Pendapatan / Total Biaya = 31.365.000 / 4.980.000 = 6,30 Ø Jika nilai R/C ratio lebih besar dari satu maka usaha tani tersebut layak. Sebaliknya jika nilai R/C ratio kurang dari satu maka usaha tani tersebut tidak layak. Maka, hasil analisa diatas menunjukkan bahwa nilai R/C ratio 6,30 > 1 berarti usahatani tersebut layak. Dalam budidaya padi sawah, keuntungan yang wajar yang dihasilkan dalam 1 kali panen untuk luasan 1 Ha berkisar antara Rp. 15.000.000 s/d Rp. 20.000.000. Analisa diatas hanya sebagai acuan, kebutuhan bahan dan biaya-biaya lain menyesuaikan keadaan lokasi masing-masing. Sumber : Dikutip dari berbagai sumber