Loading...

MENGATUR FREKUENSI PENYAJIAN PAKAN TERNAK RUMINANSIA

MENGATUR FREKUENSI PENYAJIAN PAKAN TERNAK RUMINANSIA
Tidak seperti halnya hewan dengan lambung tunggal, ternak ruminansia memiliki pencernaan berbeda karena berlambung ganda. Pada ternak berlambung tunggal, pencernaan makanan hanya secara fisik dan kimiawi sedangkan pada ternak ruminansia makanan juga dicerna secara mikrobiologi oleh mikroorganisme yang berada dalam rumen. Hal ini pulalah yang menyebabkan ruminansia mampu berkembang baik walaupun hanya dengan mengkonsumsi hijauan saja, karena kebutuhan asam amino dan lemak esensial dapat dipenuhi dari mikroorganisme dalam rumen. Agar perkembangan mikroorganisme dalam rumen dapat optimal maka pada pakan yang berkualitas jelek perlu adanya suplementasi seperti suplementasi Urea maupun Molasis. Meskipun ternak ruminansia mampu mengkonsumsi pakan dalam jumlah yang banyak, agar metabolismenya berjalan baik dan optimal maka dalam sehari frekuensi penyajian pakan harus diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhannya. Dengan kata lain, pemberian pakan ternak untuk ruminansia dalam sehari sebaiknya tidak diberikan sekaligus akan tetapi diberikan secara bertahap baik pakan hijauan maupun konsentrat. Idealnya sebagai berikut : 1. Pemberian Hijauan pertama Misalnya pada pukul 07.00 pagi, berikan sebagian hijauan sebanyak seperenam (1/6) dari jatah hijauan yang diberikan dalam 1 hari. Pemberian hijauan ini akan merangsang keluarnya saliva (air liur) yang berfungsi sebagai buffer (penyangga) yang akan menjaga pH rumen agar tetap netral karena jika pH rumen asam atau basa akan mengganggu metabolisme tubuh ternak. 2. Pemberian Konsentrat pertama Setelah hijauan habis berikan konsentrat pertama sebanyak setengah (1/2) dari jatah konsentrat dalam sehari. Konsentrat merupakan bahan pakan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi yang akan terfermentasi dalam rumen dan menghasilkan asam lemak terbang (Volatile Fatty Acid) yang bersifat asam. Dengan adanya saliva setelah pemberian hijauan maka pH rumen akan tetap terjaga. 3. Pemberian Hijauan ke dua Pada siang hari sekitar 2 jam setelah konsentrat yang pertama habis, berikan hijauan sebanyak dua per enam (2/6) dari jatah hijauan dalam sehari. Setelah diberi kosentrat maka perkembangan bakteri dalam rumen dapat optimal sehingga dapat mencerna hijauan yang diberikan dengan baik. Seperti kita ketahui, bahwa ternak ruminansia dapat mencerna hijauan dengan bantuan mikroba yang berkembang dalam rumen. 4. Pemberian Konsentrat ke dua Sekitar pukul 15.00 berikanlah setengah jatah konsentrat dalam sehari. 5. Pemberian Hijauan ke tiga Sekitar pulul 17.00 berikanlah tiga per enam (3/6) jatah hijauan dalam sehari. Hari berikutnya mengikuti pola tersebut di atas. Pola pemberian pakan diatas adalah yang ideal untuk ternak ruminansia, akan tetapi membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak karena setidaknya harus lima kali pemberian pakan baik hijauan maupun konsentrat. Terkadang untuk penghematan tenaga, konsentrat dan hijauan langsung dicampur dengan konsentrat dan dibagi dalam dua kali pemberian sehingga menghemat tenaga kerja. Bagi ternak sebenarnya hal ini kurang efisien karena ketika pemberian hijauan, perkembangbiakan mikroba dalam rumen belum optimal, sehingga pencernaan hijauan oleh mikroba juga kurang maksimal. Selain itu, jika pakan yang disajikan tidak dimakan habis oleh ternak tentunya konsentrat yang diberikan juga ikut terbuang padahal harga konsentrat relatif lebih mahal jika dibandingkan harga hijauan. Dengan memperhatikan hal diatas maka pola pemberian pakan yang paling ideal untuk usaha ternak ruminansia harus melihat banyak hal sesuai kondisi lingkungan, termasuk didalamnya adalah biaya tenaga kerja. Pemberian hijauan sebaiknya dicacah agar memudahkan ternak saat mengkonsumsinya, memudahkan pencernaan karena memperkecil ukuran bahan pakan. Selain itu juga untuk mengurangi jumlah rumput yang tercecer akibat ditarik oleh ternak. Pemberian konsentrat sebaiknya dalam bentuk kering. Jika pemberian dalam bentuk basah maka konsentrat akan cepat rusak. Biasanya, 1 - 2 jam dalam kondisi basah konsentrat tidak habis maka sudah mulai rusak (basi). Namun, apabila ternak belum terbiasa dengan pemberian konsentrat kering maka secara bertahap dan pelan-pelan harus dibiasakan terlebih dahulu. Demikian sekilas informasi tentang Cara Mengatur Frekuensi Penyajian Pakan Ternak Ruminansia, semoga bermanfaat (Inang Sariati). Sumber informasi: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/89236/TEHNIK-PEMBERIAN-PAKAN-PADA-TERNAK-SAPI/ https://www.google.com/search?q=hijauan+pakan+ternak+wikipedia http://dairyfeed.ipb.ac.id/page/hijauan