Oleh : Erlina Hidayati, SPPenyuluh Pertanian UPT BPP Landasan Ulin Perkembangan ayam buras (bukan ras) atau lebih dikenal dengan sebutan ayam kampung di Indonesia berkembang pesat dan telah banyak dipelihara oleh peternak-peternak maupun masyarakat umum sebagai usaha untuk pemanfaatan pekarangan, pemenuhan gizi keluarga serta meningkatkan pendapatan. Sistem pemeliharaan ayam buras meliputi : bibit, pemeliharaan, perkandangan, pakan dan pencegahan penyakit. 1. BIBITCiri-ciri bibit yang baik:1. Ayam jantan* Badan kuat dan panjang.* Tulang supit rapat.* Sayap kuat dan bulu-bulunya teratur rapih.* Paruh bersih.* Mata jernih.* Kaki dan kuku bersih, sisik-sisik teratur.* Terdapat taji.2. Ayam betina (petelur) yang baik* Kepala halus.* Matanya terang/jernih.* Mukanya sedang (tidak terlalu lebar).* Paruh pendek dan kuat.* Jengger dan pial halus.* Badannya cukup besar dan perutnya luas.* Jarak antara tulang dada dan tulang belakang ± 4 jari.* Jarak antara tulang pubis ± 3 jari. 2. PEMELIHARAANAda 3 (tiga) sistem pemeliharaan :1. Ekstensif (pemeliharaan secara tradisional = ayam dilepas dan mencari pakan sendiri).2. Semi intensif (ayam kadang-kadang diberi pakan tambahan).3. Intensif (ayam dikandangkan dan diberi pakan). 3. PERKANDANGANSyarat kandang yang baik, yaitu :1. Cukup mendapat sinar matahari.2. Cukup mendapat angin atau udara segar.3. Jauh dari kediaman rumah sendiri.4. Bersih.5. Sesuai kebutuhan (umur dan keadannya).6. Kepadatan yang sesuai.7. Kandang dibuat dari bahan yang murah, mudah didapat dan tahan lama. 4. PAKANZat-zat makanan yang dibutuhkan terdiri dari : protein, energi, vitamin, mineral dan air. Pemberian pakan adalah sehari dua kali, yaitu pagi dan sore, sedangkan air minum diberikan setiap saat. 5. PENYAKIT DAN PENCEGAHAN1. ND = Necastle Desease = TeteloPencegahan: lakukan vaksinasi ND secara teratur pada umur 4 hari, 4 minggu dan 4 bulan diulangi lagi setiap 4 bulan sekali.2. CacinganPencegahan : hindarkan pemeliharaan tradisional.3. CRD (pernafasan)Pengobatan : Chlortetacyclin (dosis 100-200 gr/ton ransum) atau tylosin (dosis 800 -1000 gr/ton ransum).4. Berak DarahPengobatan : Prepara Sulfa atau anyrolium dilarutkan dalam air minum, dosis 0,012 -0,024% untuk 3 - 5 hari.5. PilekPengobatan : sulfadimetoxine 0,05% dilarutkan dalam air minum selama 5 -7 hari.6. CacarPencegahannya : vaksinasi 1 kali setelah lepas induk.