Loading...

MENGENAL 4 VARIETAS TEBU YANG ADAPTIF TERHADAP KEKERINGAN (I)

MENGENAL 4 VARIETAS TEBU YANG ADAPTIF TERHADAP KEKERINGAN (I)
Produksi dan produktivitas hasil tebu sangat dipengaruhi oleh varietas tanaman, mutu bibit, kesehatan tanaman, dan lingkungan (iklim, kondisi tanah, ketinggian tempat, irigasi). Menyikapi adanya fenomena iklim yang tidak menentu seperti ini sangat diperlukan varietas tebu yang adaptif terhadap perubahan iklim yang cenderung ekstrim (kemarau terjadi kekeringan dan saat musim hujan terjadi banjir). Penanaman varietas unggul baru, diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas tebu, asal kondisi lingkungan memenuhi persyaratan untuk pertumbuhan tanaman tersebut. Saat ini, Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan, telah menghasilkan varietas yang adaptif terhadap kondisi kekeringan atau banjir. Kriteria dari masing-masing varietas adaptif sebagai berikut: 1. Varietas PS 851 PS 851 mempunyai perkecambahan baik dengan sifat pertumbuhan awal dan pembentukan tunas yang serempak, berbatang tegak, diameter sedang, lubang kecil, berbunga jarang, umur kemasakan awal tengah (Juni-Agustus) dengan KDT panjang, kadar sabut sekitar 13%. Mudahnya daun tua diklentek dengan tanaman tegak memberikan tingkat potensi rendemen tinggi. Dalam 5 tahun terakhir (2003-2006) PS 851 telah memberikan konstribusi juara rendemen PG-PG di Jawa. Kondisi tanah subur dengan kecukupan air sangat membantu pertumbuhan pemanjangan batang yang normal. Pada kondisi kekeringan atau sebaliknya kelebihan air yang drainasinya terganggu akan terjadi pemendekan ruas batang. Dari hasil orientasi varietas, PS 851 menunjukkan tingkat adaptasi yang cukup luas di berbagai kondisi jenis tanah dan iklim, namun kurang sesuai pada lahan-lahan dengan drainase terganggu karena tanaman akan peka terhadap penyakit bakteriosis. Akibatnya banyak rumpun mati (saat masuk bulan kering) dan timbul lubang besar dari batang bawah. Pada kondisi terserang bakteriosis, maka keprasannya banyak tidak tumbuh. Pada kondisi sehat, perkecambahan mata tunas sangat mudah dan cepat tumbuh serempak, tetapi setelah terserang bakteriosis perkecambahan kurang baik. Varietas ini respon terhadap pupuk N yang sangat tinggi yang berpengaruh pada bila kekurangan N akan mudah berbunga. Oleh karena ini diperlukan pupuk N dengan dosis dan waktu yang tepat. 2. Varietas PS 862 PS 862 mempunyai perkecambahan baik dengan sifat pertumbuhan awal dan pembentukan tunas yang serempak, berbatang tegak, diameter besar, lubang kecil-sedang, berbunga jarang, umur kemasakan awal tengah dengan KDT terbatas, kadar sabut sekitar 12%. Mudahnya daun tua diklentek dengan tanaman tegak dan serempak memberikan tingkat potensi rendemen tinggi. Kondisi tanah subur dengan kecukupan air sangat membantu pertumbuhan pemanjangan batang yang normal. Pada kondisi kekeringan atau drainasenya terganggu akan terjadi pemendekan ruas batang. Perkecambahan mata tunas sangat mudah dan cepat tumbuh serempak. Varietas ini respon terhadap pupuk N yang sangat tinggi yang berpengaruh pada bila kekurangan N akan mudah berbunga. Oleh karena ini diperlukan pupuk N dengan dosis dan waktu yang tepat. Varietas PS 862 cocok dikembangkan pada tanah ringan sampai geluhan (Regosol, Mediteran, Alluvial). Anakan agak kurang dan sulit membentuk sogolan, oleh karena itu jumlah bibit pada saat tanam lebih rapat. Varietas ini memerlukan pengairan yang cukup pada masa tanam awal. Rendemen potensialnya sangat tinggi (12 %) pada awal giling (Mei-Juni), tetapi daya tahan rendemen relatif pendek. Pertumbuhan tegak, mudah klentek daun dan tebu tidak terlalu tinggi. 3. Varietas PS 863 PS 863 mempunyai perkecambahan baik dengan sifat pertumbuhan awal dan pembentukan tunas relatif serempak, diameter besar, lubang sedang, berbunga jarang, umur kemasakan awal tengah, kadar sabut sekitar 13%. Jika kondisi tanah subur dengan air cukup, maka pertumbuhan pemanjangan batang normal dan cenderung cepat. Perkecambahan mata tunas sangat mudah dan cepat tumbuh serempak. Respon terhadap pupuk N yang sangat tinggi mempunyai pengaruh terhadap kerobohan karena cepatnya pertumbuhan. Oleh karena varietas ini memerluka dosis N yang memadai dan aplikasi yang tepat waktu. Varietas PS 863 cocok dikembangkan pada lahan yang cukup pengairannya dengan tipe tanah ringan sampai geluhan (Regosol, Mediteran, Alluvial), pada masa tanam awal. Pertumbuhan sangat cepat hingga cenderung roboh. Respon terhadap N yang sangat tinggi, maka pada awal pertumbuhan memerlukan pemupukan yang tepat waktu. Pada saat roboh akan membentuk tunas-tunas sogolan. Lubang batang sedang-besar, mudah klentek daun. Optimal rendemen terjadi pada awal-tengah giling (Mei-Juni), dengan daya tahan sedang. 4. Varietas PS 864 Perkecambahan varietas ini adalah sangat baik dengan anakan yang serempak, klentekan mudah. Sifat dasar pembungaan adalah sedikit atau sporadis, tetapi akan menjadi lebat apabila ditanam pada lahan-lahan marginal, terganggu drainasenya dan atau kekurangan pupuk Nitrogen (karena respon terhadap N yang sangat tinggi). Walaupun terjadi pembungaan, karena diikuti munculnya siwil sekitar 3 mata pucuk, maka proses penggabusan akan dihentikan oleh adanya siwilan tersebut. Sehingga walaupun ditebang agak terlambat, PS 864 masih dapat bertahan. Pada lahan-lahan bertekstur ringan sampai berat, PS 864 masih cukup baik pertumbuhannya. Bahkan pada lahan tegalan dimana kondisi kering panjang terjadi, dijumpai keadaan tanaman tinggal 3-5 daun hijau, masih menunjukkan tingkat kelengasan batang yang cukup tinggi. Potensi produksi tebu cukup tinggi dengan rendemen sedikit dibawah PS 851. Tipe kemasakan terdapat kecenderungan pada kelompok tengah lambat. Kadar sabut berkisar 13%. PS 864 menunjukkan tingkat toleransi kekeringan yang lebih tinggi dibandingkan PS 851. Varietas ini cocok dikembangkan di daerah tegalan dengan pola tanam awal musim penghujan. Oleh : Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber : Eka Sugiyarta, 2008, Peranan Varietas Dalam Peningkatan Produksi dan Produktivitas Gula, P3GI, Pasuruan.