Loading...

MENGENAL 6 (ENAM) VARIETAS LOKAL KOPI DI KABUPATEN TANGGAMUS LAMPUNG

MENGENAL 6 (ENAM) VARIETAS LOKAL KOPI DI KABUPATEN TANGGAMUS LAMPUNG
Pendahuluan Sebagai salah satu daerah penghasil Kopi di Indonesia. Sentra produksi kopi di Lampung terletak di Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Tanggamus. Keragaan hasil dan citarasa kopi di berbagai daerah sentra produksi salah satunya dipengaruhi oleh klon dan komposisinya di areal pertanaman. Beberapa klon unggul kopi di Provinsi Lampung sudah terdaftar di PPVTP (Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Pangan) dan tercatat sudah 6 (enam) klon/vatietas lokal yang didaftarkan Kabupaten Tanggamus. Masing-masing Varlok memiliki keunikan dan keunggulan. Untuk lebih mengenal keenam varietas lokal tersebut, berikut ini adalah deskripsi singkatnya. Kasio Kasio merupakan salah satu Varlok kopi yang didaftarkan Bupati Tanggamus dengan nomor pendaftaran 662/PVL/2018 tanggal 02 Oktober 2018. Varietas lokal kopi ini banyak ditanam sebagai di daerah Kec. Sumberejo, Air Naningan, Pulau Panggung, Ulu Belu, Kab. Tanggamus. Budidaya yang dilakukan petani pada pertanaman varlok kopi ini masih bersifat konvensional tanpa pemupukan, meskipun demikian varlok ini mampu menghasilkan ± 1,8 t/ha, umur berbuah ± 2,5 tahun, umur produktif ± 15 tahun. Berdasarkan hasil identifikasi deskripsi tanaman yang dilakukan tim Sumberdaya Genetik (SDG) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung, Varlok ini memiliki Tanaman: Tinggi tanaman ± 234,2 cm; diameter tajuk/kanopi ± 222,8 cm dan percabangannya melengkung kebawah. Batang: Diameter batang ± 20,08 mm; panjang ruas pada cabang produktifnya ± 25,1 cm; jumlah cabang produktif per tanaman ± 22 buah; bentuk batang bulat; jenis batang sejati dan diameter cabang produkti ± 7,29 mm. Daun: Panjang daun ± 24,2 cm; lebar daun ± 9,33 cm; bentuk ujung daun runcing; permukaan tepi daun bergelombang; warna pucuk hijau muda; sedangkan warna daun tua hijau gelap; permukaan daun halus; susunan tulang daun menyirip; tata letak daun tersusun berdampingan berhadapan pada cabang dan ranting serta ukuran daun besar. Buah: Bentuk buah bulat; tata letak buah berdompol pada ruas cabang produktif; jumlah dompolan per cabang produktif 7 buah; jumlah buah per dompol ± 16 buah; panjang buah ± 15,47 mm; lebar buah ± 15,15 mm; dan tebal buah ± 13,42 mm. Biji: Panjang biji ± 12,28 mm; lebar biji ± 9,17 mm dan tebal biji ± 5,97 mm, bobot biji ± 0,21 gr. Pendeskripsi Varlok Lumbung Sewu Cantik yaitu Ir. Rr. Ernawati, MTA; Dr. Nandari Dyah Suretno, M.Si; Dr. A. Arivin Rivaie, M.Sc; Dr. Nila Wardani, Msi; Fauziah Yulia Adriyani, SP. M.Si; Soraya,SP; Novilia Santri,S.TP; Dian Meithasari, SP; Agung Lesmono, SP;Sandy Nugroho, Ribut Widodo; Hadison, SP: Sumarno; Danuri (Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Tanggamus); Ir. M. Aidi; Sudin ,SP (BPSBTPH Lampung). Kopi Kuning Varietas lokal kopi berikutnya adalah Kopi Kuning yang didaftarkan oleh Bupati Tanggamus sebagai salah satu kekayaan kabupaten dengan nomor pendaftaran 663/PVL/2018 tanggal 02 Oktober 2018. Seperti halnya varlok kopi Kasio, Varlok Kopi Kuning memiliki sebaran geografis di wilayah Kecamatan Sumberejo, Air Naningan, Pulau Panggung, Ulu Belu, Kab. Tanggamus. Identifikasi yang dilakukan oleh tim SDG BPTP Lampung, menghasilkan data deskripsi tanaman. Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa Varlok Kopi Kuning memiliki deskripsi sebagai berikut: Tinggi tanaman ± 2,25 m. Batang: warna batang kecoklatan, diameter batang ± 17,84 cm, bentuk batang bulat, jenis batang sejati, arah tumbuh batang tegak, percabangan batang monopodial, permukaan kulit batang mengelupas. Daun: panjang daun 17,28 cm, lebar daun 7,0 cm, tipe daun tunggal, warna pucuk daun hijau kecoklatan, warna daun tua hijau gelap, bentuk daun bulat memanjang, bentuk ujung daun meruncing, bentuk pangkal daun runcing,permukaan tepi daun bergelombang, permukaan daun halus, susunan tulang daun pinnate,tata letak daun berhadapan-sejajar,ukuran daun besar, bentuk kanopi bulat. Akar: sistem perakaran tunggang. Buah: bentuk buah bulat, warna buah muda hijau dan warna buah matang merah, warna tangkai buah hijau kekuningan, panjang buah ± 1,34 cm, diameter buah ± 1,01 cm, bentuk pangkal buah bulat, benjolan buah tidak ada, serat buah halus/lembut. Biji: panjang biji ± 1,32 cm, lebar biji ± 0,94 cm, tebal biji ± 0,58 cm, bobot biji ± 0,22 gr. Produktivitas tanaman mencapai ± 2,2 ton/ha, umur berbuah sekitar 3 tahun, dan umur produktif mencapai 15 tahun, selebihnya tanaman perlu diremajakan lagi. Nama varietas lokal ini diambil dari sifat khusus varlok ini yaitu kulit buah yang masih muda berwarna hijau kekuningan, berbeda dengan kulit buah varietas lainnya yang dimulai dengan hijau dan berangsur kuning sebelum menjadi merah pada buah matang. Pendeskripsi Varlok ini adalah Dr. Ir. Nila Wardani, M.Si; Dr. Nandari Dyah Suretno, S.Pt., M.Si.; Dr. A. Arivin Rivaie, M.Sc.; Ir. Rr. Ernawati, MTA; Ir. Soraya; Sandy Nugroho; Ribut Widodo; Agung Lasmono, S.P. (BPTP Lampung); Hadison, SP.; Danuri (Dinas Peternakan dan Perkebunan Kab. Tanggamus); M. Aidi, SP.; Sudin, SP. (UPTD BPSBP). Kopi Hijau Berikutnya adalah Varietas lokal kopi hijau yang didaftarkan oleh Bupati Tanggamus sebagai salah satu kekayaan kabupaten dengan nomor pendaftaran 664/PVL/2018 tanggal 02 Oktober 2018. Seperti halnya varlok kopi Kasio, Varlok Kopi Kuning memiliki sebaran geografis di wilayah Kecamatan Sumberejo, Air Naningan, Pulau Panggung, Ulu Belu, Kab. Tanggamus. Berdasarkan deskripsi tanaman, varietas lokal ini memiliki tinggi tanaman ± 199,12 cm, diameter tajuk/ kanopi ±0,57 cm dan percabangan tegak mendatar. Batang: memiliki cabang produktif yang beruas-ruas, panjang ruas per cabang produktif ± 8,29 cm, diameter batang ± 0,21 cm, jumlah cabang produktif ada 17 per tanaman, diameter cabang produktif ± 0,62 cm, jenis batang sejati. Daun: panjang daun ± 15,46 cm,lebar daun ±7,22 cm, warna pucuk daun hijau agak gelap (green group rhs nn137 a), warna pucuk daun tua hijau (yellow green group rhs 146 a) . bentuk ujung daun meruncing, permukaan tepi daun bergelombang, permukaan daun halus, susunan tulang daun menyirip, tata letak daun berpasangan berhadapan pada cabang dan ranting,ukuran daun besar. Buah: berbentuk lonjong, berdompol pada ruas cabang produktif, jumlah dompolan ada ± 7 per cabang produktif, per dombol ada ± 12,75 buah, panjang buah ± 1,53 cm,lebar buah ± 1,34 cm, tebal buah ±1,14 cm. Biji: panjang biji ±1,25 cm, lebar biji ± 0,88 cm, tebal biji ± 0,59 cm, bobot biji ± 0,23 gr. Varietas kopi ini memiliki produktivitas rata-rata mencapai ± 1,25 t/ha, umur berbuah ± 3 tahun, dan umur produktif ± 15 tahun. Pendeskripsi varietas lokal kopi ini adalah Soraya, SP; Dr. A. Arivin Rivaie, MSc; Ir. Rr. Ernawati, MTA; Dr.Nandari Dyah Suretno, MSi; Dr. Nila Wardani, MSi; Agung Lasmono, SP; Ribut Widodo; Sandy Nugoho (BPTP Lampung); Ir. Agus Muharam, MS; Dr. Ermin Widjaja, SPt, MSi (BP2TP); Hadison, SP; Sumarno; Danuri (Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Tanggamus); M. Aidi, SP; Sudin, SP (BPSBTPH Lampung). Kopi Komari Varietas lokal kopi komari didaftarkan oleh Bupati Tanggamus sebagai salah satu kekayaan kabupaten dengan nomor pendaftaran 665/PVL/2018 tanggal 02 Oktober 2018. Varlok Kopi Komari memiliki sebaran geografis di wilayah Kecamatan Air Naningan, Pulau Panggung,Ulu Belu, Sumberejo Kabupaten Tanggamus. Berdasarkan deskripsi tanaman, varietas lokal ini memiliki tinggi tanaman ± 213 cm, batang memiliki cabang prduktif yang beruas-ruas-ruas, panjang ruas per cabang produktif ± 6,45 cm, .diameter batang ± 12,54 mm, jenis batang sejati, diameter kanopi ± 178cm, jumlah cabang produktif ± 16 cabang per tanaman. Daun: panjang daun ± 18,70 cm, lebar daun ± 7,34cm, warna pucuk daun hijau kecoklatan, warna daun tua hijau gelap, bentuk ujung daun meruncing, permukaan tepi daun bergelombang, permukaan daun halus, susunan tulang daun menyirip, tata letak daun berpasangan berhadapan pada cabang dan ranting, ukuran daun besar. Buah: buah berbentuk agak bulat, berdompol pada ruas cabang produktif, jumlah dompolan ada ± 8 per cabang produktif, per dombol ada ± 20 buah, panjang buah ± 1,54 cm,lebar buah ±1,56 cm, tebal buah ± 1,32 cm. Biji: panjang biji ± 1,20 cm, lebar biji ± 1,09 cm, tebal biji ± 0,64 cm, bobot biji ± 0,27 gr. Varietas kopi ini memiliki produktivitas rata-rata mencapai ± 2,4 ton/ha, umur berbuah sekitar 2 tahun, dan umur produktif mencapai 15 tahun, selebihnya tanaman perlu diremajakan lagi. Pendeskripsi varietas lokal kopi ini adalah Ir. Rr. Ernawati, MTA; Dr. A. Arivin Rivaie, M.Sc; Dr.Nandari Dyah Suretno, M.Si; Dr. Nila Wardani, Msi; Fauziah Yulia Adriyani, SP. M.Si; Soraya,SP; Novilia Santri,S.TP; Dian Meithasari, SP; Agung Lesmono, SP;Sandy Nugroho, Ribut Widodo; Sandy Nugoho (BPTP Lampung); Ir. Agus Muharam, MS; Dr. Ermin Widjaja, SPt, Msi (BP2TP); Hadison, SP: Sumarno; Danuri (Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Tanggamus); Ir. M. Aidi; Sudin, SP (BPSBTPH Lampung). Kopi Sailing Varietas lokal kopi berikutnya adalah Kopi Sailing yang didaftarkan oleh Bupati Tanggamus sebagai salah satu kekayaan kabupaten dengan nomor pendaftaran 663/PVL/2018 tanggal 02 Oktober 2018. Varlok Kopi Sailing memiliki sebaran geografis di wilayah Kecamatan Sumberejo, Air Naningan, Pulau Panggung, Ulu Belu, Kab. Tanggamus. Identifikasi yang dilakukan oleh tim SDG BPTP Lampung, menghasilkan data deskripsi tanaman. Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa Varlok Kopi Sailing memiliki deskripsi sebagai berikut: Tinggi tanaman ± 2,55 m. Batang: warna batang kecoklatan, diameter batang ± 18,14 cm, bentuk batang bulat, jenis batang sejati, arah tumbuh batang tegak,percabangan batang monopodial, permukaan kulit batang mengelupas. Daun: panjang daun ± 19,3 cm, lebar daun ± 8,23 cm, tipe daun tunggal, warna pucuk daun hijau muda, warna daun tua hijau gelap, bentuk daun bulat memanjang,bentuk ujung daun meruncing, bentuk pangkal daun runcing, permukaan tepi daun bergelombang, permukaan daun halus, susunan tulang daun pinnate, tata letak daun berhadapan-sejajar, ukuran daun besar, bentuk kanopi bulat, diameter kanopi ± 1,84 m. akar: sistem perakaran tunggang. Buah: warna buah muda hijau, warna buah tua merah, warna tangkai buah hijau kekuningan, panjang buah ± 1,78 cm, lebar buah ± 1,42 cm, tebal buah ± 1,21 cm, bentuk pangkal buah bulat, benjolan buah tidak ada. Biji. Panjang biji ± 1,46 cm, lebar biji ± 0,90 cm, tebal biji ± 0,54 cm bobot biji ± 0,22 gram. Produktivitas tanaman mencapai ± 1,5 t/ha, umur berbuah ± 2,5 th, dan umur produktif ± 15 th. Pendeskripsi Varlok ini adalah Dr. Ir. Nila Wardani, M.Si; Dr. Nandari Dyah Suretno, S.Pt., M.Si.; Dr. A. Arivin Rivaie, M.Sc.; Ir. Rr. Ernawati, MTA; Ir. Soraya; Sandy Nugroho; Ribut Widodo; Agung Lasmono, S.P. (BPTP Lampung); Dr. Ermin Wijaya; Ir. Agus Muharam (BBP2TP Bogor); Hadison, SP.; Danuri (Dinas Peternakan dan Perkebunan Kab. Tanggamus); M. Aidi, SP.; Sudin, SP. (UPTD BPSBP). Kopi Randu Alas Varietas lokal kopi komari didaftarkan oleh Bupati Tanggamus sebagai salah satu kekayaan kabupaten dengan nomor pendaftaran 666/PVL/2018 tanggal 02 Oktober 2018. Varlok Kopi Komari memiliki sebaran geografis di wilayah Kecamatan Air Naningan, Pulau Panggung,Ulu Belu, Sumberejo Kabupaten Tanggamus. Berdasarkan deskripsi tanaman, varietas lokal ini memiliki tinggi tanaman ± 215,6 cm, diameter tajuk/kanopi ±193,8cm. Batang: batang memiliki cabang produktif yang beruas-ruas-ruas, panjang ruas per cabang produktif ± 7,16 cm. diameter batang ± 15,47 mm, jumlah cabang produktif ada 12 per tanaman, jenis batang sejati. Daun: panjang daun ± 21,50 cm, lebar daun±8,20 cm, warna pucuk daun hijau muda, warna pucuk daun tua hijau agak gelap, bentuk ujung daun meruncing, permukaan tepi daun bergelombang, permukaan daun halus, susunan tulang daun menyirip, tata letak daun berpasangan berhadapan pada cabang dan ranting, ukuran daun besar. Buah: buah berbentuk lonjong, berdompol pada ruas cabang produktif, jumlah dompolan ada ± 8 per cabang produktif, per dombol ada ±20 buah, panjang buah ± 19,17 mm, lebar buah ±15,83 mm, tebal buah ±12,55 mm. Biji: panjang biji ± 14,30 mm, lebar biji ±8,60 mm, tebal biji ±5,8 mm, bobot biji ± 0,26 gr. Varietas kopi ini memiliki produktivitas rata-rata mencapai ± 1,5 t/ha, umur berbuah ± 2,5 th, dan umur produktif ± 15 th. Pendeskripsi varietas lokal kopi ini adalah Ir. Rr. Ernawati, MTA; Dr. A. Arivin Rivaie, M.Sc; Dr.Nandari Dyah Suretno, M.Si; Dr. Nila Wardani, MSi; Fauziah Yulia Adriyani, SP.M.Si; Soraya,SP; Agung Lasmono, SP; Novilia Santri,S.TP; Dian Meithasari, SP; Sandy Nugroho; Ribut Widodo (BPTP Lampung); Ir. Agus Muharam, MS; Dr. Ermin Widjaja, SPt, Msi (BP2TP); Hadison, SP: Sumarno; Danuri (Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Tanggamus); Ir. M. Aidi; Sudin, SP (BPSBTPH Lampung). Sumber: Laporan kegiatan tim SDG BPTP Lampung