PENDAHULUAN Sumberdaya Genetik tanaman yang memiliki keunikan secara geografis, dapat dilindungi untuk memperoleh hak perlindungan Indikasi Geografis. Sumberdaya genetik (SDG) tanaman merupakan bahan yang dapat dimanfaatkan secara langsung atau tidak langsung untuk mendukung ketahanan pangan. Pemanfaatan langsung SDG tanaman berupa budidaya langsung untuk memenuhi kebutuhan tanpa memerlukan perbaikan tanaman melalui pemuliaan. Sedangkan secara tidak langsung, SDG harus dikelola secara berkelanjutan untuk dapat dimanfaatkan dalam perakitan variertas unggul baru melalui kegiatan pemuliaan tanaman. Sebagai salah satu provinsi yang memiliki lahan pertanian yang luas baik lahan kering maupun sawah, Provinsi Lampung sudah pasti memiliki banyak SDG tanaman. Beberapa sumberdaya genetik sudah mendapatkan tanda daftar varietas lokal baik tanaman pangan, hortikultura maupunperkebunan. Salah satu yang dimiliki adalah varietas lokal alpukat yang oleh masyarakat diberi nama “Lumbok”. Penamaan varietas ini bukan tanpa alasan, pertanaman varietas lokal ini ditanam di kaki gunung seminung lebih tepatnya di Kecamatan Lumbok Seminung Kabupaten Lampung Barat. Varietas lokal ini sudah dikenal luas oleh masyarakat sejak tahun 1967. Mengingat varietas lokal ini, memiliki potensi untuk dikembangkan, maka sangat penting untuk didaftarkan dalam upaya melindungi keberadaan sumber daya genetik hayati asli daerah. Varietas lokal ini didaftarkan dengan nama yang sama dengan yang dikenal oleh masyarakat. Pengembangan varietas ini juga diharapkan dapat mendukung program pengembangan kawasan hortikultura di Kabupaten Lampung Barat. Untuk dapat dikembangkan, varietas lokal alpukat lumbok akan dilepas. Dukungan penuh akan dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk pelepasan dan pengembangan varietas ini, bahkan diharapkan pengembangan benihnya kedepan sampai lintas provinsi. KARAKTERISTIK “ALPUKAT LUMBOK” " Alpukat Lumbok" merupakan salah satu varietas hortikultura dan menjadi kekayaan hayati wilayah Kabupaten Lampung Barat. Varietas lokal ini memiliki karakteristik pertumbuhan vegetatif antara lain bentuk tajuk tanaman bundar/membulat (circular), vigor kuat (Strong), pola percabangan menyebar (extensive), sebaran percabangan tidak merata (irregular). Sudut batang utama meruncing (acute), bentuk penampakan batang bulat, permukaan kulit batang kasar, warna kulit batang coklat ke abu2an, warna ranting muda hijau (green), permukaan ranting muda halus (pubescent). Bentuk daun oblong-lanceolate, bentuk dasar daun/pangkal runcing (acute), lebar daun ± 7,91 cm, panjang daun: ± 15,62 cm, warna daun (bagian atas) green group 139A, warna daun (bagian bawah) green group 139A, alur/garis tangkai daun tidak ada (absent), sudut tangkai daun meruncing (acute), panjang tangkai dau: ± 33,2 cm, tepi daun rata (entire), urat daun bagian atas (relief of venation on upper surface) sedang (intermediate), primary leaf vein divergence relative to the main vein sedang (medium), bentuk ujung daun meruncing (acute), tekstur permukaan daun halus (soft). Sedangkan karakteristik pertumbuhan generatif meliputi bunga dan buah. Bentuk bunga berkarang, posisi rangkaian bunga axillary (pestilate stage functionary female), warna bunga dan mahkotanya greyed yellow group 160A, warna kelopak bunga yellow-green group 135A, jumlah kelopak dan mahkota bunga 6 buah, warna benang sari yellow group 13A, warna kepala putik white group 155B, jumlah bunga per rangkaian bunga 3 bunga, panjang tangkai bunga ± 0,36 cm. Bentuk buah Clavate dengan panjang buah ± 14,81 cm dan diameter ± 7,6844 cm. Berat buah rata-rata ± 390 gram atau sekitar 2-3 buah/kg. Beberapa buah dapat mencapai 700 gram. Bentuk buah tidak berleher, bentuk dasar buah rata, permukaan apex rata, posisi apex di tengah, alur kulit buah tidak ada, kulit sangat berkilat/glossy, permukaan kulit buah halus (Smooth), warna kulit buah muda Yellow green group 146A, warna kulit buah masak Yellow green group 146A, ketebalan kulit buah ± 1,07 mm, bentuk biji membulat (broadly ovate), warna biji yellow orange 22b dan berat biji 100 gram. KEUNGGULAN “ALPUKAT LUMBOK” Rasa buah Alpukat Lumbok sangat disukai oleh masyarakat karena daging buahnya yang tebal yaitu ± 18,15 mm dengan tekstur daging buah Wattery (padat agak berair) dan tidak berserat. Berdasarkan hasil analisis laboratorium, daging buah memiliki sweetness of flesh dan bitterness of flesh yang rendah, kadar air daging buah 74.88%, kadar protein daging buah 0.93%, kadar karbohidrat daging buah 19.02%, kadar lemak daging buah 4.42% dan kadar serat kasar daging buah 4.21%. Penyusun: Fauziah Yulia Adriyani (Penyuluh BPTP Lampung) Sumber informasi: laporan SDG BPTP Lampung 2019 dan hasil survey