Loading...

Mengenal Beberapa Kelebihan Sorgum

Mengenal Beberapa Kelebihan Sorgum
Saat pandemik covd-19 merupakan waktu yang tepat untuk mempromosikan pangan lokal dan pengembangan ekonomi lokal. Sudah saatnya kita membiasakan perilaku mengkonsumsi pangan lokal, menggerakkan ekonomi lokal dengan memanfaatkan lahan yang ada untuk berproduksi, dan mencintai produksi dalam negeri. Ketahanan pangan bisa tercapai jika bersinergi dan beriringan dengan ketahanan iklim. Dalam era new normal ini seluruh dunia perlu untuk mendahulukan program ketahanan pangan, energi, dan air sebagai kebutuhan dasar manusia. Komoditas pangan lokal yang potensial dikembangkan diantaranya umbi-umbian, jagung, sorgum, tanaman kacang kacangan,dan sebagainya. Keunggulan sorgum antara lain daya adaptasi luas pada berbagai agroekologi seperti pantai hingga pegunungan, kebutuhan airnya sedikit sekitar 150-200 mm/musim atau separuh kebutuhan air jagung dan sepertiga kebutuhan air tebu. Manfaat tepung sorgum diperoleh dari berbagai nutrisi yang terkandung di alamnya. Berikut adalah nutrisi yang terdapat di satu 100 gram tepung sorgum: Kalori: 329 kcal, Karbohidrat: 72,1 gram, Protein: 10,6 gram, Serat: 6,7 gram, Lemak: 3,5 gram. Natrium: 2 miligram. Selain yang sudah disebutkan di atas, tepung sorgum juga mengandung berbagai nutrisi lain, seperti kalsium, magnesium, fosfor, kalium, zinc, mangan, selenium, folat, vitamin B1, dan vitamin B6. Menurut Marcia, BP Budidaya sorgum bisa sepanjang tahun tergantung tujuan pengembangan sorgum :Kalau untuk kebutuhan biomas (misalnya. untuk pakan bisa sepanjang tahun. Kalau menginginkan biji, hindari panen biji pada musim hujan utamanya puncak hujan karena biji akan segera berkecambah bahkan sebelum matang fisiologis biji, ada wilayah yang tidak bisa panen 3 kali. Untuk kondisi agroekosistem yang memungkinkan untuk budidaya sorgum sepanjang tahun pada lahan kering adalah NTT dan NTB. Jika untuk Biomasa, sorgum dalam setahun, bisa dipanen beberapa kali. Untuk kebutuhan biomas (pakan) panen bisa dilakukan pada umur 80-90 hst sehingga bisa panen biomas 3 kali dalam setahun dengan catatan panen kedua dan ketiga memanfaatkan ratun yang dipelihara dengan baik;Jika yang diinginkan adalah biji (sorgum pangan) atau nira (sorgum manis), NTT dan NTB bisa panen 3 kali juga dengan syarat panen kedua dan ketiga memanfaatkan ratun yang dipelihara dengan baik. Di luar NTT dan NTB yang memiliki periode curah hujan yang lebih panjang panen bisa dilakukan 2x dalam setahun. Ditanah marjinalpun sorgum bisa tumbuh, tapi tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain: a. Pada dasarnya sorgum relatif dapat tumbuh di berbagai jenis tanah (adaptasi luas), yang penting hindari naungan, curah hujan tinggi saat panen.b.Klasifikasi tanah marginal yang dapat ditanami sorghum utamanya lahan kering iklim kering, karena sorgum membutuhkan cahaya matahari yang banyak sekitar 7-9 jam per hari.c.Untuk kondisi tanah dengan kondisi spesifik seperti pH rendah atau masam (pH<5), atau salinitas tinggi, perlu dilakukan skrining terlebih dahulu, mana varietas-varietas yang dapat tumbuh dengan baik di wilayah tersebut (varietas spesifik lokasi).d.Itulah gunanya tidak dibatasi hanya satu atau dua varietas karena kondisi agroekologi yang cukup bervariasi utamanya di Indonesia. Saat produksi benih diupayakan tidak berdampingan dengan varietas berbeda.;Jika ingin memurnikan sendiri benihnya dapat dilakukan dengan tanam per malai.;Karena sorgum tipenya meyerbuk sendiri sehingga relatif mudah menjaga kemurnian varietasnya, tidak seperti jagung yang tipenya menyerbuk silang.;Untuk kondisi saat ini penggunaan galur murni masih memungkinkan, namun dengan melihat kondisi global yang rawan pangan maka potensi hibrida sangat perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan produktivitas yang signifikan. Karena jenis sorgum berbeda, pemanfaatannya juga berbeda, dengan demikian verietasnya juga pasti berbeda (lebih dari satu). Sebelum panen benih, yakinkan bahwa tidak ada varietas lain yang tumbuh berdekatan dengan varietas calon benih; Malai yang nampak masih menyimpang (misal Karakter tinggi tanaman, warna biji, dll) harus dikeluarkan terlebih dahulu sebelum panen. Panen dilakukan saat matang fisiologis biji, ditandai dengan munculnya titik hitam di bagian bawah kelopak biji (black layer). Sebelum prosesing benih, mesin prosesing dan peralatan lainnya harus dibersihkan betul, hindari adanya biji varietas lain di area prosesing benih. Malai harus segera dijemur dan dirontok kemudian dijemur lagi sampai kadar air sekitar 9-12%. Proses seleksi benih harus dilakukan sebelum dikemas dalam plastik ; hampa udara kemudian disimpan di ruang AC (khususnya untuk benih yang akan disimpan relatif lama sekitar setahun). Lahan kering di Indonesia sangat bervariasi, sehingga aplikasi mekasisasi juga bervariasi; Khusus di NTT dan NTB yang kondisi lahannya sebagian besar batu bertanah namun sorgum dapat tumbuh dengan sangat baik bahkan tanpa aplikasi pupuk utamanya pupuk anorganik. Pengolahan tanah juga dihindari untuk menghindari penguapan air dari tanah. Untuk kondisi di luar NTT dan NTB, yang hamparannya rata, dengan zero tillage juga memungkinkan namun ada aplikasi herbisida. Aplikasi mekanisasi untuk sorgum sangat dibutuhkan pada proses pascapanen, karena untuk hamparan luas tidak mungkin dapat dikerjakan secara manual. Dalam hal ini intervensi pemerintah sangat dibutuhkan utamanya alat perontok dan penyosoh (untuk beras sorgum), juga alat pencacah untuk silase pakan ternak. Yulia Tri S yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka: Aneka Beti , A. Ispandi, dan Sudaryono. 1990. Sorgum. Monograf Balittan Malang No.5. Balai Penelitian Tanaman Pangan Malang. 2013. Budi daya Sorgum sebagai sumber pangan, pakan ternak, bahan baku industri untuk masa depan Indonesia. www.budidayasorgum.com. 2013. Budi daya tanaman sorgum manis (Sorghum bicolor). www.anakagrnomy.com. 2009. Deskripsi varietas jagung, sorgum dan gandum. Balai Penelitian Tanaman Serealia, Badan Litbang Pertanian. Marcia B.P., Cerdas Memilih Varietas Sorgum Dan Lahan Yang Sesuai untuk Food, Feed dan Energy Nov. 2022 , Balai Penelitian Tanaman Serealia, Badan Litbang Purnomo Aji, Budidaya Tanaan Semusim Sorgum, 2015 jurusan Agroteknlogi. Sekolah tinggi pertanian, Wuna, Raha. https://www.alodokter.com/6-manfaat-tepung-sorgum-yang-belum-banyak-diketahui