Loading...

Mengenal Beberapa Penyakit pada Kuda

Mengenal  Beberapa Penyakit pada Kuda
Program kesehatan pada ternak kuda mencakup pencegahan penyakit pemberian obat cacing dan tindakan pertolongan pertama. Untuk mengetahui diagnose yang baik disarankan supaya pemilik ternak memanfaatkan jasa dokter hewan dalam mengendalian gangguan -gangguan atau perubahan-perubahan yang terjadi pada ternak. Deskripsi yang jelas tentang penyakit, parasit, luka dan maslah-masalah kesehatan yang lain dpat dimanfaatkan untuk meningkatkan keberhasilan dalam pengelolaan ternak kuda. Unsur pertama dalam tatalaksana adalah kebersih ,baik kebersihan kandang maupun kuda itu sendiri. Kotak-kotak makanan, alas tidur dan area kandang harus dikelolalh sebagaimana mestinya untuk mencegah timbulnya maslah. Temperatur kandang seharusnya mendekati temperatur luar untuk mengurangi kemungkinan munculnya penyakit-penyakit pernafasan. Salah satu gejala-gejala pertama dari problem apapun biasanya adlah rendahnya nafsu makan atau bahkan tidak mau makan sama sekali. Kuda yang sehat hampir selalu lapar dan ingin makan. Pemeriksaan temperatur yang praktis dengan menggunnakan termometer rektal dapat menjelaskan setiap kecurigaan tanda penyakit.. Setiap penyimpangan atau deviasi diatas atau dibawah kisaran rata-rata 90 - 100, 8 Farenhert menunjukkan adanya suatu maslah yang serius dan tindakan diagnostik yang tepat seharusnya dilakukan oleh mereka yang berwenang. Berikut inidisajikan deskripsi beberapa penyakit dan parasit yang umum serta gangguan lainnya pada kuda. Aoturia (Penyakit Senin Pagi). Kuda yang biasanya bekerja berat setiap hari, diberi makan cukup dan di istirahatkan pada hari Minggu dengan level makanan yang sama, dapat terserang kepincangan pada senin pagi pada saat pekerjaan dimulai lagi. Otot - otot dipaha belakang mengalami ketegangang , kaki menjadi kaku dan terjadi pengeluaran keringat yang hebat. Untuk mencegahankejadian ini, kuda yang mengganggu sebaiknya diberi makan pada level sedang saja. Kondisi ini sering terlih yang kerjanya ringanat pada kuda-kkuda . Apabila gangguan ini menyerang, istirahat total dalam posisi berdiri merupakan perawatan terbaik.Hewan ini jangan dipindahkan dari tempat dimana serangan terjadi dan diperlukan tempat berteduh apabila kasusnya parah. Pengobatannya bervariasi sesuai dengan intensitas serangan dan dokterh hewan dapat memberikan obat sedative, laxative alkalizing dan lain-lain. Penyebab gangguan ini adalah produksi asam laktat yang berlebihan, yang merupakan hasil ikutan dalam metabolisme glikogen (pati hewan). Produksi asam laktat yang berlebihan akibat metabolisme glikogen yang terus berlangsung dalam kondisi badan tidak aktif diperkirakan mengacaukan aktivitas otot. Keadaan ini mirip dengan tying-up syndrom, tapi pengobatannya berbeda. Tendinitis (Bowed Tendon) Penyakit ini merupakan pembesaran tendon yang berada di belakang tulan "cannon" pada kaki depandan belakang. Yang paling sering terserang adalah kaki depat dan tempat gangguan itu digambarkan sebagai terletak di atas yaitu tepat di bawah llutu, sedangkan di bawah tepatnya di atas fetlock, atau di tengah tepat antara keduanya.. Penyakit ini dapat terjadi hanya di daerah atas atau bawah saja. Seperti terlihat dari sisi cannon , tendon yang membengkak tersebut menonjol atau membesar, sehingga karena itulah maka dinamakan bowed tendon Keseleo berat merupakan penyebabnya, karena paster yang panjang dan lemah ; teracak kaki yang terlalu panjang; kehabisan tenaga akibat kecelakaan atau latihan yang dipaksakan kelelahan o tot pada akhir pacuan kuda yang panjang , jalan berlumpur , penggunaan sepatu kukda yang kurang baik atau kuda yang badanya terlualu besar dibandingkan struktur kaikinya. Tanda-tanda tendinitis akut timbulnya cepat . Segera setelah luka, atau b ahkan pada saat terjadinya luka, kuda akan pincang, menyanggah tumit dalam posisi miring untuk menghilangkan tekanan. Bila diraba akan terasa panas, bengkak dan sakit. Pada awal tahap akut, pengobatan oleh dokter hewan biasanya terdiri dari suntikan kortikoid dan dibalut dengan gibs ringan. Selama lebih kurang 2 minggu. Apabila terlihat kemajuan yang jelas. Setelah gibs ini dilepas, pembalut penyanggah diberikan selam 30 hari. Selanjutnya bila tidak nampak perubahan maka diberi/kemajuan yang kkurang berarti maka dapat diberi pembalut gibs lagi.. Akhirnya kuda dapat diistirahatkan setidaknya saatu tahun, sesuai dengan seriusnya keadaan. Cara pengobatan lain yang digunakan pada kuda-kuda yang kurang berharga dan hasilnya cuykup bagus adalah blistering. Blister adalah bahan (zat) seperti salep untuk pengobatan iritasi yang mengubah peradangan kronis menjadi keadaan akut. Hal ini menyebabkan lebih banyak darah mengalir ke bagian luka, yang mendorong proses penyembuhan alami. Bulu (rambut) pada daerah yang terserang dipotong sangat pendek dan blistering agent digosokkan pada pori-pori kulit dengan menggunakan tangan. Kuda tidak diprbolehkan menjilat, menggosok atau menggigit bagian tersebut.. Tali leher (rope halter) biasanya digunakan untuk mengikat kepala untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Tiga hari setelah itu,bagian yang terserang dicuci dengan air sabun yang hanyat, dikeringkan, dan diberi vaseline atau minyak untuk mencegah rusaknya kulit. Istirahatkan paling tidak satu tahun masih diperlukan. Sumber bacaan : Ilmu Peternakan . Fapet. UNDIP Penulis : Sad Hutomo Pribadi