Loading...

MENGENAL BIBIT SAPI SAHIWAL YANG BAIK

MENGENAL BIBIT SAPI  SAHIWAL  YANG BAIK
Sebagai salah satu upaya untuk memenuhi swasembada daging tahun 2014, adalah penyediaan bibit sapi. Untuk mendapatkan daging sapi yang berkualitas, tentunya harus berasal dari sapi yang berkualitas pula. Kementerian Pertanian c.q Direktorat Jenderal Peternakan mengembangkan bibit sapi unggul, baik lokal maupun impor. Salah satu sapi impor yang dikembangkan di Indonesia adalah sapi Sahiwal. Sapi Sahiwal dapat dibudidayakan sebagai sapi potong (khususnya sapi jantan yang tidak sesuai dengan standar bibit) dan sapi betinanya (yang memenuhi standar bibit) dapat dibudidayakan sebagai sapi perah. Sapi Sahiwal ini termasuk bangsa sapi (Bos) yang berpunuk atau kelompok Zebu (Bos indicus). Sapi Sahiwal yang termasuk Kelompok Zebu (Bos Indicus) ini mempunyai ciri-ciri : tubuh besar, berat (berat badan jantan dewasa mencapai 500 “ 800 kg, sedang betina dewasa beratnya mencapai 450 kg), panjang dan berdaging. Warna sapi beragam (merah pucat, coklat tua, hampir semua hitam ada bercak-bercak putih) namun umumnya warna kelabu kemerah-merahan. Kepala sapi pejantan lebar dan masif, telinga berukuran sedang, tanduk sangat pendek dan pada sapi betina tanduknya tebal (sering hanya berupa bungkul saja). Kelasa pejantan masif, gelambirnya besar, luas dan berat dengan pusar menggantung dan preputrum pejantan menggantung. Ambing betina besar dan menggantung. Pembibitan Untuk mendapatkan sapi Sahiwal yang sehat dan layak potong, tentunya harus dipilih bibit yang baik sifat genetisnya dan mempunyai bentuk luar yang bagus (sehat dan tidak cacat). Karena bentuk luar sapi, berbengaruh positif terhadap faktor genetis seperti laju pertumbuhan badan, mutu dan hasil akhir berupa daging yang bagus. Ciri-ciri bentuk luar bibit sapi potong yang baik (tidak cacat) adalah : 1) ukuran badan panjang dan dalam dengan rusuk tubuh panjang sehingga mampu menampung jumlah makan yang banyak; 2) bentuk tubuh segi empat dengan pertumbuhan bagian tubuh depan, tengah dan belakang serasi serta garis badan atas dan bawah sejajar; 3) paha penuh berisi daging; 4) dada lebar dan dalam; dan 5) kaki besar, pendek dan kokoh. Sesuai standar mutu bibit sapi yang dikeluarkan oleh Departemen Pertanian c.q. Direktorat Jenderal Peternakan (SPI-Nak/01/43/1988), standar umum sapi sahiwal yang harus dipenuhi sebagai bibit sapi potong adalah : 1) Sapi bibit bebas dari segala cacat fisik seperti : cacat mata (kebutaan), tanduk patah, pincang, lumpuh, kaki dan kuku abnormal serta tidak terdapat kelainan tulang punggung atau cacat tubuh lainnya; 2) Sapi bibit betina harus bebas dari cacat alat reproduksi , abnormal ambing, serta tidak menunjukkan gejala kemandulan; 3) Sapi bibit jantan, siap sebagai pejantan serta tidak cacat pada alat kelaminnya; dan 4) Sapi bibit harus sehat yaitu bebas dari penyakit menular seperti mulut dan kuku (foot and mouth disease); penyakit ngorok; rinde pest; brucellosis (keluron); anthrax (radang limpa); blue tangue (lidah biru). Dengan diperolehnya bibit yang unggul dan berkualitas, akan mempengaruhi tingkat produktivitas sapi. Tingkat produktivitas ternak secara umum ditentukan oleh faktor genetik, faktor lingkungan dan interaksi antar kedua faktor tersebut. Pengaruh iklim terhadap performans sapi sahiwal Seperti kita ketahui, yang disebut iklim adalah faktor lingkungan yang meliputi. temperatur, kelembaban, curah hujan, dan musim (musim hujan dan musim kemarau). Pada musim kemarau, dimana curah hujan kurang dan kelembaban udara kurang, akan mempengaruhi ketersediaan pakan sehingga aktivitas reproduksi dan fertilitas sapi turun. Selain itu, iklim juga berpengaruh pada berat badan dan ukuran bibit sapi, hal ini disebabkan pada musim hujan pakan sapi cukup tersedia (banyak rumput/ tanaman hijauan yang tumbuh), sehingga ketersediaan pakan tercukupi baik jumlah maupun nilai gizinya. Sapi sahiwal yang berasal dari Punjab, Pakistan ini, mempunyai kelebihan antara lain karena mempunyai kemampuan beradaptasi dengan faktor lingkungan diantaranya adalah kemampuan menyesuaikan iklim dan pakan, yang terpenting sapi ini bisa hidup di daerah tropis seperti di Indonesia yang mempunyai dua musim (hujan dan kemarau). Dengan demikian diharapkan bahwa sapi sahiwal dapat dibudidayakan, dikembangkan dan ditingkatkan produktivitasnya terutama dengan memberikan pakan yang baik. Agar diperoleh bibit sapi potong sahiwal yang mempunyai produksi tinggi, hendaknya harus melalui pemilihan bibit yang berkualitas pula. Dengan sedikit informasi ini, mudah-mudahan dapat menambah wawasan bagi penyuluh pertanian dan peternak yang ingin mengembangkan usaha perbibitan sapi potong (khususnya sapi sahiwal). Jangan lupa mengikuti petunjuk/arahan serta pengawasan dari instansi yang berwenang, seperti Dinas Peternakan/Dinas yang membidangi peternakan setempat. Oleh : Sri Puji Rahayu (Penyuluh Pertanian) Sumber : - Pedoman Budidaya Ternak Sapi Potong Yang Baik (Good Farming Practice, 2007) - Sudarmono, AS dan Bambang Sugeng, 2008, Sapi Potong, Edisi Revisi. - Reksohadiprodjo dan Sudomo, 1984, Pengantar Ilmu Peternakan Tropik, BPFE, Yogyakarta