Mengenal Biosaka Dan Cara Pembuatan Biosaka
PENDAHULUAN
Biosaka berasal dari dua suku kata yaitu Bio yang artinya hidup dan Saka singkatan dari selamatkan alam kembali ke alam. Maka dari itu, secara harfiah biosaka adalah bahan aktif dari makhluk hidup yang berguna untuk menyelamatkan alam dengan cara alami.
Elisitor adalah molekul signal yang memacu terbentuknya metabolit sekunder di dalam kultur sel. Elisitor yang berasal dari bahan hayati disebut elisitor biotik yang meliputi polisakarida, protein, glikoprotein atau fragmen-fragmen dinding sel yang berasal dari fungi, bakteri, dan tanaman. Sedangkan Elisitor abiotik adalah zat yang dihasilkan dari bahan non hayati berupa logam berat, garam anorganik, pH, stress suhu, cahaya, dan sebagainya.
Tanaman elisitor adalah suatu tanaman yang mengandung senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi, morfologi dan akumulasi fitoaleksin, meningkatkan aktivasi dan ekspresi gen yang terkait dengan biosintesis metabolit sekunder. Elisitor dapat menginduksi resistensi tumbuhan.
Biosaka, gagasan dari Muhamad Anshar, petani asal Blitar merupakan ramuan larutan tumbuhan yang berperan sebagai elisitor yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus perlindungan berbasis ekologi untuk menjaga kelestarian lingkungan. Biosaka memiliki makna biologi dari alam untuk alam.
Apa itu Biosaka?
Biosaka berasal dari kata Bio yang berarti Hayati/tumbuhan dan Saka yang artinya “Selamatkan Alam Kembali ke Alam”. Jadi biosaka ini dibuat dari bahan alami yang ada di alam sekitar kita. Sederhananya biosaka adalah elisitor yang berperan sebagai signaling bagi tanaman. Sehingga tanaman budidaya kita itu memiliki sifat-sifat yang ada pada tumbuhan liar yang bisa bertahan hidup dengan kondisi yang ekstrim.
Bahan Biosaka Apa Saja?
v Tumbuhan rumput/daun. Minimal 5-7 Jenis tumbuhan sehat. Adapun ciri-ciri pemilihan bahan biosaka yang sehat sebagai berikut:
v Secara kasat mata tumbuhan/rumput tersebut berwarna hijau dan sehat. Sebaiknya diambil pada sore hari karena tumbuhan tersebut telah terkena matahari sepanjang hari. Untuk melihat ketahanan dari tumbuhan tersebut.
v Tumbuhan tidak ada cacat seperti cacat berlubang atau bercak pada daun
v Tumbuhan tidak sedang disemprot pestisida
v Tumbuhan yang diambil adalah tanaman yang ada disekitar tempat kita akan mengaplikasikan biosaka (Radius 3 Km)
v Jika rerumputan dapat diambil dengan batangnya dengan catatan semua daunnya sehat.
v Hindari tumbuhan yang berduri dan dapat menimbulkan gatal untuk menjadi bahan biosaka.
v Hindari pengambilan bahan biosaka pada pagi hari atau dalam kondisi hujan. Karena bahan yang basah cenderung memiliki kadar air yang tinggi yang dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme
v Air 5 Liter
Alat Pembuatan Biosaka Apa Saja?
1. Baskom
2. Botol yang ada tutupnya
3. Saringan, Corong, Gayung, Spidol
4. Total Disolved Solid (TDS) Opsional jika ada
Cara Pembuatan Biosaka
1. Peremasann dilakukan dengan tangan kiri memegang batang bahan biosaka da tangan kanan memegang daun bahan biosaka.
2. Celupkan seluruh tumbuhan atau bahan biosaka kedalam air. kemudian remas secara perlahan. Dalam peremasan ini tidak boleh berenti atau berganti orang. Karena kemungkinan besar biosaka yang dibuat akan gagal.
3. Selama meremas, mengaduknya berlawanan dengan jarum jam. 1x remas 1x aduk selama 20-30 menit dengan posisi tumbuhan tetap terendam didalam air.
4. Proses penghancuran bahan biosaka tidak boleh menggunakan blender tetapi harus menggunakan tangan.
5. Peremasan dilakukan sampai bahan biosaka homogen. Dapat diihat ketika saripati tumbuhan menyatu dengan air.
6. Ramuan biosaka disaring dan dimasukkan kedalam corong. Disimpan disuhu ruang.
Indikator Keberhasilan Biosaka
Indikator keberhasilan dapat dilihat dengan mengamati biosaka setelah 5 hari pembuatan. Bahan biosaka yang berhasil dicirkan dengan sebagai berikut:
1) Cairan biosaka yang tetap homogen. Artinya tidak mengendap, merata homogenitas didalam botol mulai dari atas dan ba
2) Tidak timbul gas (botol tidak menggembung)
3) Tidak ada butiran
4) Bibir permukaan botol membentuk pola cincin
5) Ramuan terlihat pekat dan mengkilap
6) Diterawang tidak bening
7) Bias berwarna biru, hijau, atau merah tergantung jenis bahan tumbuhan yang digunakan.
8) Biosaka yang homogen sempurna dapat disimpan selama 5 tahun
9) biosaka dapat diukur menggunakan total dissolved solid (TDS) sebaiknya diatas 300 ppm dan untuk menjadi homogen sempurna diatas 500 ppm.
Pengaplikasian
1. Pengaplikasian biosaka sebaiknya di lakukan pada sore hari. Dengan memperhatikan arah angin agar penyemprotan lebih efektif dan merata.
2. Pada saat penyemprotan. Tidak langsung disemprotkan pada tanaman. Tetapi disemprotkan dengan sistem kabut (nozzle). Jika terkena langsung biasanya tanaman tersebut akan menguning daunnya.
3. Untuk penyemprotan 1 hektar tanaman padi sawah dibutuhkan sekitar 400ml biosaka yang dicampur sekitar 150 liter air. dengan dosis setara 40ml biosaka per tangki berukuran 15 liter air. dan 1 hektar membutuhkan sekitar 10 tangki.
4. Umur tanaman padi sawah untuk penyemprotan awal 7-10 HST. Dengan interval penyemprotan 10-14 hari hingga menjelang panen atau dengan frekuensi 7x selama satu kali musim tanam.
SUMBER: https://agri.kompas.com/read/2023/05/30/162710384/mengenal-biosaka-dan-cara-membuatnya
https://cybext.id/detail/materi/pembuatan-biosaka
https://bantulkab.go.id/berita/detail/5778/sederhana-namun-luar-biasa--begini-cara-pembuatan-