Loading...

MENGENAL BUDIDAYA JERUK KEPROK GAYO

MENGENAL BUDIDAYA JERUK KEPROK GAYO
Jeruk Keprok Gayo Aceh adalah produk buah segar spesifik dan berkualitas tinggi yang dikembangkan diwilayah Dataran Tinggi Gayo dengan ciri dan kualitas yang khas, dimana hal tersebut dipengaruhi oleh faktor alam (geografi), faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut. Faktor alam yang dominan berupa jenis dan struktur tanah yang kaya dengan mineral hasil pelapukan batuan vulkanis, sedangkan faktor manusia dalah teknik budidaya jeruk keprok Gayo Aceh yang ditanam dalam satu kawasan dengan tanaman kopi, sehingga menghasilkan kekhasan rasa dan aroma jeruk yang tajam. Keunggulan jeruk keprok Gayo Aceh antara lain produktivitas tinggi, bentuk buah bulat gepeng, kulit buah berwarna hijau kekuningan sampai kuning orange, daging buah berwarna orange dengan rasa manis dan sedikit asam. Hasil uji kimia menunjukkan cita rasa buah jeruk matang optimal dengan kadar gula 10,44-10,78 drix dan hasil uji organoptik dengan skor 3,6 (manis) untuk buah jeruk yang agak matang dan skor 4,0 (sangat manis) untuk buah yang matang sempurna. Dengan berbagai keunggulan jeruk keprok Gayo Aceh maka pada tahun 2008 Kementrian Pertanian Republik Indonesia menetapkan Alpukat Gayo sebagai venetas unggul. Dengan nomor keputusan 78/KPTS/SR.120/I/2008. Pada tahun 2016 telah terbit indikasi Geografis untuk jeruk keprok Gayo dengan nama (MPIG) yaitu masyarakat perlindungan indikasi Geografis jeruk keprok Gayo. Teknik Budaya Jeruk Keprok GayoI. Budidaya1. Syarat Tumbuha. Tanah1) Jeruk dapat tumbuh diberbagai jenis tanah dari jenis tanah berpasir sampai tanah liat yang terpenting tanah tidak boleh tergenang air.2) Tanah yang baik untuk tanaman jeruk yaitu tanah yang berasal dari tanah endapatn yang subur, lapisan olah yang sukup dalam, airasi cukup baik.3) pH tanah yang baik untuk jeruk 5,5 “ 6. Jika PH terlalu rendah maka dianjurkan untuk menambah kapur atau dolomit.b. Iklim1) Jeruk Keprok Gayo menghendaki musim kering selama 3 bulan untuk merangsang terjadinya pembungaan.2) Jika hujan merata sepanjang tahun maka jeruk akan sedikit mengeluarkan bunga.c. Cahaya Matahari1) Jeruk keprok Gayo tidak menyukai tempat terlindung atau dinaungi oleh pohon lain.2) Jika tanaman jeruk cukup mendapat sinar matahari akan membuat batang lebih kuat dan laju pertumbuhan lebih cepat.3) Jika tanaman jeruk kekurangan cahaya maka pada saat pembungaan banyak bunga yang rontok.d. Kelembaban Udara1) Kelembaban udara rata-rata 70 “ 80% pertahun.2) Kelembaban udara sangat berpengaruh besar terhadap kualitas buah jeruk yaitu kulit buah jeruk menjadi tipis, dagingnya halus, air buahnya menjadi banyak dan aroma khas jeruk lebih kuat.e. Ketinggian Tempat1) Tanaman jeruk keprok Gayo sangat cocok tumbuh pada ketinggian 1.000 “ 1.250 dpl.2) Diatas ketinggian 1.350 m dpl biasanya produksinya rendah dan buah terasa agak asam.2. Pengadaan Bibita. Penyambungan secara generatif1) Merupakan pembanyakan yang dilakukan dengan menggunakan benih/biji.2) Cara ini kurang digemari karena membutuhkan waktu yang lama untuk tanaman menghasilkan dan seringkali buah tidak seragam.b. Pengembangan secara vegetatif/cangkok1) Yaitu menggabungkan antara tanaman yang dikembangbiakkan secara generatif (biji) yang mempunyai sifat perakaran yang baik dan tahan terhadap penyakit akar dengan jeruk unggul yang dilakukan dengan cara okulasi/sambung pucuk. Kelebihan cara ini :1) Mudah memperbanyak bibit dalam jumlah besar2) Mutu seragam3) Tanaman cepat berbuah4) Perakaran kuat dan tahan kekeringan3. Perencanaan Tanama. Pola Monokultur1) Mengutamakan jeruk sebagai tanaman utama2) Umur 3 “ 4 Tahun tanaman jeruk sudah mulai berbuah3) Perawatan lebih mudah4) Jarak tanam 6 x 6 m atau 7 x 7 m sesuaikan dengan kesuburan tanah.b. Pola tumpang sari jeruk dan kopi 1) Menanam jeruk diantara barisan tanaman kopi2) Diatur penanamannya agar tanaman jeruk mendapat sinar matahari secara merata sehingga pertumbuhannya tidak terhambat.Jarak Tanam 6 x 6 m atau 6 x 8 m disesuaikan dengan kesuburan tanah = Jeruk = Kopi4. Pembersihan Lahan dan Pemagarana. Membersihkan kebun dari rumput liar baik dengan cangkul/herbisida.b. Buat lubang tanam 50 x 50 x50.c. Lalu masukkan bokasi kedalam lubang setinggi 15 cm5. Pembuatan Lubang Tanama. Untuk memudahkan akan tanaman jeruk berkembang dengan baik.b. Ukuran 60 x 60 cm atau 80 x 80 cm tergantung tingkat kesuburan tanah.c. Dibuat 15 “ 20 hari sebelum tanam.6. Penanamana. Siapkan bibit sesuai dengan kebutuhan.b. Tutup lubang tanam 1 minggu sebelum tanam.c. Cara menutup lubang tanam.Tanah Campur Pupuk Kandang } 30 cmTanah Gembur } 30 cm Keterangan :1) Tutup lubang bagian bawah masukkan tanah yang gembur sedalam 30 cm.2) Untuk lapisan atas setebal 30 cm campurkan tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 dan tutup sampai rata dengan tanah asal.3) Taburi dengan Furada atau manshal 1 sdm untuk mengendalikan hama.4) Setelah itu berikan juga NPK 50 gr/lubang.d. Letak bibit harus benar-benar ditengah-tengah lubang.e. Usahakan agar penanaman bibit tidak terlalu dalamf. Posisi tanaman ditengah-tengah lubang dan berdiri tegak lurus.g. Akar tanaman yang bengkok supaya dopotong terutama akar tunggang.h. Mata akulasi tidak tertutup tanah.i. Beri naungan dari daun pakir pada saat tanam.j. Siram bibit yang baru ditanam setelah selesai penanaman.7. Pemeliharaana. PenyiramanDilakukan untuk menghindari tanaman tidak kekurangan air sehingga pertumbuhan tanaman baik.b. PenyulamanJika ada bibit yang mati atau perkembangannya tidak normal maka perlu diganti.c. PenyulanganDilakukan agar tanaman jeruk tidak terjadi persaingan dengan gulma yang tumbuh disekitar batang jeruk.d. Pemangkasan1) Dilakukan untuk memperoleh bentuk tajuk yang sesuai dengan keinginan.2) Bertujuan untuk membersihkan tunas air dan cabang-cabang lain atau balik.3) Usahakan tetap berbatang tunggal sampai tinggi 40 “ 60 cm.4) Potong pucuk tanaman jeruk pada ketinggian 40 “ 60 cm.5) Setelah tunas tumbuh pilih 2 “ 3 tunas yang sehat untuk dijadikan kerangka dasar dan buang semua tunas yang tumbuh disekitarnya.6) Untuk memilih tunas-tunas dasar yang baik usahakan tunas tidak sama tinggi agar dapat membentuk tajuk yang baik.7) Gunakan gunting, pisau yang tajam saat pemangkasan.8) Lakukan pemangkasan pada awal musim hujan.9) Lakukan pemupukan setelah selesai dipangkas untuk mendorong pertumbuhan tanaman.10) Untuk menjaga pertumbuhan tetap baik, semua tunas-tunas kecil yang tumbuh segera dibuang.8. Pemupukan Dilakukan pada awal dan akhir musim hujan (tercantum dalam Lampiran) 9. Pengendalian Hama dan Penyakita. Hama-hama yang menyerang jeruk keprok di Aceh Tengah yaitu kutu loncat, kutu daun, ulat peliang daun, kupu-kupu pasturi, walang sangit, lalat buah, kumbang belalai.b. Dapat dikendalikan dengan cara kimia yaitu menggunakan tamaron, Basudin, Ambus, Supracid, Diazinon.c. Lalat buah menggunakan petrogenolPenyakit utama yang menyerang jeruk yaitu C.V.P.D (Citrus Vein Phioen Degeneration), Exortis, Embun Tepung, busuk buah, busuk akar, buah gugur, dan jamur upas.a. Cara mengendalikan antara lain menggunakan fungisida misalnya Banlate, Ridomil, Antracol.b. Secara mekanis memotong cabang yang teinfeksi.10. PanenBuah jeruk sudah dapat dipanen ± 7 bulan sesudah bunga mekar, ditandai dengan adanya perubahan warna dari hijau menjadi kuning dan apabila dipicit buah sudah tidak keras.Untuk menjaga kualitas jeruk ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :1. Jangan memerik sebelum embun pagi hilang.2. Tangkai buah jangan terlalu panjang3. Kumpulkan buah jeruk ditempat yang sejuk (Silawirda - THL-TBPP BPP Kebayakan)