MENGENAL BUSUK PANGKAL BATANG PADA TANAMAN LADA DAN CARA PENGENDALIANNYA
PENDAHULUAN Secara historis tanaman lada bukan berasal dari Indonesia. Tanaman lada (Piper nigrum linn) berasal dari pantai barat Ghats, Malabar, India. Lada merupakan produk tertua dan terpenting dari produk rempah-rempah yang diperdagangkan di dunia. Secara historis lada masuk ke Indonesia melalui Selat Sunda bersamaan dengan kedatangan bangsa eropa. Saat ini tanaman lada merupakan salah satu primadona bagi petani untuk dibudidayakan. Harganya yang relatif mahal menjadi daya tarik tersendiri bagi petani. Tantangan yang dihadapi oleh petani dalam hal budidaya selain dari harga yang cenderung fluktuatif adalah hama dan penyakit yang sangat mempengaruhi hasil yang akan didapatkan, salah satu penyakit utamanya adalah penyakit Busuk Pangkal Batang. Penyakit busuk pangkal batang (BPB) merupakan salah satu kendala produksi lada di Indonesia dan sangat ditakuti petani karena dapat menyebabkan kematian tanaman secara cepat. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Phytopthoracapsici, dimana penyebaran patogen dibantu oleh angin dan air. GEJALA SERANGAN BUSUK PANGKAL BATANG Penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) disebabkan oleh jamur Phytophthora capsici. Secara umum petani sudah mengenal gejala serangan penyakit busuk pangkal batang. Gejala serangan dapat terlihat pada seluruh bagian tanaman. Pada bagian daun gejala yang muncul berupa bercak hitam bergerigi seperti renda yang akan tampak jelas bila daun diarahkan ke cahaya matahari. Serangan yang paling berbahaya dan mematikan jika yang diserang pada bagian pangkal batang atau akar. Bila diserang kedua bagian tersebut dapat menyebabkan kelayuan tanaman. Apabila tanah dibongkar maka pada pangkal batang akan berwarna hitam dan saat keadaan disekitar tanah lembab gejala hitam tersebut nampak seperti lendir berwarna agak biru. PENGENDALIAN Penyakit busuk pangkal batang yang sudah menyerang tanaman lada hingga saat ini belum bisa dikendalikan secara tuntas. Pengendalian penyakit BPB umumnya dilakukan oleh petani dengan menggunakan pestisida kimia. Namun, pengendalian tunggal dengan pestisida kimia hanya mampu menekan serangan menjadi 30-40% saja. Penerapan paket pengendalian secara terpadu (kulturteknik, kimiawi, dan hayati) dapat menekan intensitas serangan P.capsiciantara 80-90%. Pengendalian P.capsici dapat dibagi menjadi sebelum tanam dan sesudah tanam. PENGENDALIAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG PRA TANAM Pengendalian sebelum di lakukan penanaman atau bersifat mencegah perkembangan penyakit yang dapat dilakukan antara lain: Menanam varietas yang resisten atau toleran terhadap penyakit busuk pangkal batang misalnya Natar I; Pengolahan tanah dengan baik dan penambahan bahan organik untuk memusnah kan sisa-sisa inoculum jamur P.capsici; Menggunakan bibit yang bebas dari patogen; Membuat saluran drainase yang baik; Mengatur jarak tanam sesuai rekomendasi; Menanamtanamansela yang bersifat antagonis terhadap P.capsici misalnya bawang putih dan bawang kucai. PENGENDALIAN PADA TANAMAN YANG SUDAH TERSERANG PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG Pengendalian setelah tanaman lada terserang penyakit busuk pangkal batang dibagi menjadi 3 kultur yakni kultur teknik, hayati, dan kimiawi. TINDAKAN KULTUR TEKNIK Penyiangan terbatas (bebokor); Membuat pagar di sekeliling kebun dengan tumbuhan hidup atau bahan mati; Memangkas sulur yang berada dekat permukaan tanah terutama pada waktu menjelang musim hujan supaya lingkungan pada pangkal batang tidak terlalu lembab; Bila menggunakan tiang panjat hidup harus dipangkas secara rutin, yaitu dua kali pada musim hujan dan satu kali pada musim kemarau. TINDAKAN HAYATI Pemanfaatan Trichoderma sebagai agen pengendali hayati merupakan salah satu alternatif penting untuk mengendalikan jamur penyebab busuk pangkal batang tanaman lada tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.Disamping bersifati antagonis juga berfungsi sebagai decomposer dalam pembuatan pupuk organik. Produk pupuk organik dengan bahan decomposer jamur trichoderma memberikan pengaruh positif terhadap perakaran tanaman, pertumbuhan tanaman, dan hasil tanaman. Pencegahan dapat dilakukan dengan tahapan yakni sebagai berikut 1. Lakukan pengamatan secara rutin dan seksama untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit; 2. Lakukan Penaburan Cendawan Agen Hayati Trichoderma.sp pada lubang tanam sebanyak 1 kg secara rutin setiap 3 bulan; 3. Pemupukan dengan pupuk Trichokompos ( pupuk kompos berbahan aktif Trichoderma.sp) sebanyak 5 kg setiap lubang tanam setiap 3 bulan secara rutin. TINDAKAN KIMIAWI Aplikasi bahan kimia (pestisida) sesungguhnya merupakan alternatif terakhir yang direkomendasikan kepada petani dalam pengendalian penyakit busuk pangkal batang. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan fungisida pada tanaman yang terserang penyakit Busuk Pangkal Batang. Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (BPTP Kep. Babel) Sumber Bacaan : Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Monograf Tanaman Lada http://indonesiabertanam.com/ tentang Tricoderma pada tanaman lada Sumber Gambar : Foto Koleksi BPTP Kep. Bangka Belitung