Loading...

MENGENAL DAN MENGENDALIKAN OPT SAYURAN

MENGENAL DAN MENGENDALIKAN OPT SAYURAN

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada sayuran adalah hama dan penyakit yang dapat menurunkan produksi bahkan menyebabkan gagal panen. Sayuran memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga pengelolaan OPT harus dilakukan secara tepat, terpadu, dan ramah lingkungan.

Tujuan Penyuluhan:
1. Memberikan pengetahuan tentang jenis OPT yang sering menyerang sayuran.
2. Meningkatkan kemampuan petani dalam monitoring dan deteksi dini.
3. Mendorong penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Jenis OPT Utama Pada Tanaman Sayuran:

1. Hama Thrips (Thrips parvispinus):
   Tanaman terserang: cabai, bawang, tomat.
  
Gejala: Daun keriting, bercak keperakan.
   Pengendalian: Perangkap likat biru/kuning, musuh alami, insektisida selektif.

2. Ulat Grayak (Spodoptera litura):
   Tanaman terserang: sawi, kubis, kacang panjang.
   Gejala: Daun habis dimakan hingga tinggal tulang.
   Pengendalian: Sanitasi lahan, penjarangan tanaman, biopestisida.

3. Lalat Buah (Bactrocera spp.):
   Tanaman terserang: cabai, tomat, pare.
   Gejala: Buah membusuk dan rontok.
   Pengendalian: Perangkap metil eugenol, sanitasi buah busuk, bungkus buah.

Penyakit Penting Sayuran:

1. Busuk Daun (Phytophthora infestans) pada tomat dan kentang.
   Gejala: Bercak coklat dan menghitam pada daun dan batang.
   Pengendalian: Drainase baik, rotasi tanaman, fungisida selektif.

2. Antraknosa (Colletotrichum spp.) pada cabai.
   Gejala: Bercak cekung hitam pada buah.
   Pengendalian: Benih sehat, sanitasi, pengeringan yang baik.

3. Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum) pada terong, cabai, tomat.
   Gejala: Tanaman layu mendadak, batang saat dicacah berbau.
   Pengendalian: Rotasi tanaman, penggunaan varietas toleran.

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Sayuran:
- Amati pertanaman secara rutin.
- Gunakan benih sehat dan varietas unggul.
- Pemupukan dan penyiraman berimbang.
- Pelihara musuh alami seperti kepik, laba-laba, dan parasitoid.
- Aplikasikan pestisida hanya jika ambang kendali terlampaui.

Kesimpulan:
Manajemen OPT pada sayuran harus dilakukan secara terpadu, mulai dari pencegahan hingga pengendalian, agar usaha tani berkelanjutan dan menguntungkan.