Loading...

MENGENAL FALL ARMYWORM (Spodoptera Frugiperda) HAMA BARU PADA TANAMAN JAGUNG DI INDONESIA

MENGENAL FALL ARMYWORM (Spodoptera Frugiperda) HAMA BARU PADA TANAMAN JAGUNG DI INDONESIA
Fall Armyworm (FAW) atau ulat grayak (Spodoptera frugiperda J.E. Smith) merupakan serangga asli daerah tropis dari Amerika Serikat hingga Argentina. Larva FAW dapat menyerang lebih dari 80 spesies tanaman, termasuk jagung, padi, sorgum, jewawut, tebu, sayuran, dan kapas. FAW dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang signifikan apabila tidak ditangani dengan baik. Hama ini memiliki beberapa generasi per tahun, ngengatnya dapat terbang hingga 100 km dalam satu malam. Hama ini merupakan hama perusak lintas batas yang akan terus menyebar karena mempunyai karakteristik biologi yang khas. Selain itu juga di dukung oleh tingginya volume pertukaran barang dagang antar negara. Nonci dan Hishar (Maret 2019) melaporkan bahwa di Indonesia tepatnya di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, FAW telah ditemukan merusak pada tanaman jagung dengan tingkat serangan yang berat, populasi larva antara 2-10 ekor petanaman. Di Lampung, juga telah dilaporkan serangan hama ini pada tanaman jagung. Larva FAW dapat merusak hampir semua bagian tanaman jagung (akar, daun, bunga jantan, bunga betina serta tongkol). Di negara asalnya, siklus hidup hama ini selama musim panas adalah 30 hari, namun mencapai 60 hari pada musim semi dan 80-90 hari pada musim gugur. Berdasarkan hal tersebut diatas hama FAW ini perlu dikenal dan dipikirkan langkah-langkah pengendalian yang efefetif, efisien, murah, dan mudah dilakukan serta aman terhadap lingkungan. S. frugiperda merusak tanaman jagung dengan cara larva mengerek daun. Larva instar 1 awalnya memakan jaringan daun dan meninggalkan lapisan epidermis yang transparan. Larva instar 2 dan 3 membuat lubang gerekan pada daun dan memakan daun dari tepi hingga ke bagian dalam. Larva FAW mempunyai sifat kanibal sehingga larva yang ditemukan pada satu tanaman jagung antara 1-2, perilaku kanibal dimiliki oleh larva instar 2 dan 3. Larva instar akhir dapat menyebabkan kerusakan berat yang seringkali hanya menyisakan tulang daun dan batang tanaman jagung. Kepadatan rata-rata populasi 0,2 - 0,8 larva per tanaman dapat mengurangi hasil 5 - 20%. Kerusakan pada tanaman biasanya ditandai dengan bekas gerekan larva, yaitu terdapat serbuk kasar menyerupai serbuk gergaji pada permukaan atas daun, atau disekitar pucuk tanaman jagung. Gejala Awal dari serangan FAW mirip dengan gejala serangan hama-hama lainnya pada tanaman jagung. Jika larva merusak pucuk, daun muda atau titik tumbuh tanaman, dapat mematikan tanaman. Infestasi ulat grayak pada tanaman jagung saat daun muda yang masih menggulung menyebabkan kehilangan hasil 15-73% jika populasi tanaman terserang 55-100%. Di Nikaragua, aplikasi insektisida dapat menyelamatkan hasil sekitar 33%. Kerugian yang telah dilaporkan bervariasi tergantung dari umur tanaman jagung yang terserang. Selain itu kehilangan hasil juga tergantung dari varietas dan teknik budidaya tanaman yang digunakan. FAW bermetamorfosis sempurna yaitu: telur, 6 instar larva, pupa, dan ngengat. Telur Ngengat betina S. frugiperda meletakkan telur di bagian atas atau bawah permukaan daun jagung. Telur diletakkan secara berkelompok (Gambar 2). Pada awalnya berwarna putih bening atau hijau pucat saat baru diletakkan, pada hari berikutnya berubah warna menjadi hijau kecoklatan, dan pada saat akan menetas berubah menjadi coklat, terkadang ditutupi dengan bulu-bulu halus yang berwarna putih hingga kecoklatan. Telur akan menetas dalam 2-3 hari. Larva instar 1 hingga 5 Larva muda berwarna pucat, kemudian menjadi cokelat hingga hijau muda, dan berubah menjadi lebih gelap pada tahap perkembangan akhir. Lama perkembangan larva adalah 12 hingga 20 hari, mulai dari larva neonatus hingga menjadi larva instar akhir, tergantung kondisi lingkungan sekitar (suhu dan kelembaban). Larva instar 6 Larva instar akhir (stadia 6) atau larva instar 3 yang paling mudah diidentifikasi. Umumnya dikarakterisasi oleh tiga garis kuning di bagian belakang, diikuti garis hitam dan garis kuning di samping. Terlihat empat titik hitam yang membentuk persegi di segmen kedua dari segmen terakhir, setiap titik hitam memiliki rambut pendek. Kepala berwarna gelap; terdapat bentukan Y terbalik berwarna terang di bagian depan kepala Pupa Larva instar 6 yang berwarna coklat tua selanjutnya akan membentuk pupa di dalam tanah. Pupa berwarna coklat gelap, pupa sangat jarang ditemukan pada batang. Perkembangan pupa dapat berlangsung selama 12-14 hari, sebelum tahap dewasa muncul. Ngengat Ngengat memiliki lebar bentangan sayap antar 3-4 cm. Sayap bagian depan berwarna cokelat gelap sedangkan sayap belakang berwarna putih keabuan. Ngengat hidup selama 2-3 minggu sebelum mati. Tindakan Pengendalian Pengendalian secara mekanis. Salah satu cara paling sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan cara mencari dan membunuh larva dan telur FAW secara mekanis (dihancurkan dengan tangan). Petani hendaknya mengunjungi lahan setidaknya dua kali seminggu saat fase vegetatif terutama pada Pengendalian Fall Armyworm 35 saat tingginya peletakkan telur, kunjungan dapat dilakukan seminggu sekali atau 15 hari sekali saat tahap pertumbuhan lebih lanjut. Ngengat FAW meletakkan telur FAW pada bagian tanaman secara mengumpul sehingga telur dapat ditemukan dan dihacurkan dengan mudah. Larva muda sebaiknya diambil sebelum melakukan penetrasi lebih jauh ke dalam daun muda yang masih menggulung. Agensia pengendali hayati. Fall Armyworm memiliki banyak musuh alami yang berperan sebagai agen pengendali hayati yang dapat mengurangi populasi FAW sehingga dapat mengurangi dampak serangan FAW. Musuh alami merupakan bagian penting dari pengendalian hama terpadu yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi sambil menjaga kondisi lingkungan dan kesehatan manusia. Agen pengendali hayati terdiri dari: 1) predator yang memangsa hama; 2) parasitoid yang tahap larvanya merupakan parasit serangga lain (hama FAW); 3) parasit dan patogen seperti nematoda, cendawan, bakteri, virus yang dapat menyebabkan kematian.