Loading...

Mengenal Gejala Kekurangan Fosfor (P) pada Tanaman Padi dan cara Mengatasinya

Mengenal Gejala Kekurangan Fosfor (P) pada Tanaman Padi dan cara Mengatasinya

Fosfor (P) adalah unsur hara makro esensial yang sangat penting untuk transfer energi (ATP), perkembangan akar, pembentukan anakan, pembungaan, dan pematangan biji pada tanaman. Kekurangan P akan menghambat pertumbuhan padi secara keseluruhan.

A.   Gejala Kekurangan Fosfor (P) pada Tanaman Padi

Gejala kekurangan P umumnya terlihat jelas pada tanaman muda dan daun yang lebih tua (karena P adalah unsur hara yang mudah berpindah atau mobile di dalam tanaman). Berikut ciri – cirinya :

  1. Pertumbuhan Terhambat (Kerdil):
    • Tanaman padi tampak kerdil atau terhambat pertumbuhannya.
    • Anakan (tiller) yang dihasilkan berkurang secara signifikan.
    • Batang tanaman menjadi tipis dan kurus.
  2. Perubahan Warna Daun:
    • Daun yang lebih tua akan menjadi sempit, pendek, sangat tegak, dan memiliki warna hijau tua yang terkesan "kotor" atau hijau kebiru-biruan yang gelap.
    • Pada beberapa varietas, terutama di bagian bawah daun atau daun tua, dapat muncul pigmentasi ungu atau merah (karena akumulasi pigmen antosianin).
  3. Perkembangan Akar:
    • Perkembangan sistem perakaran sangat terhambat, menyebabkan akar menjadi pendek dan kurang bercabang.
  4. Pengaruh pada Hasil:
    • Jumlah malai dan bulir per malai berkurang.
    • Pematangan biji dapat terhambat atau, sebaliknya, buah/biji cepat masak tetapi dengan kualitas buruk dan hasil panen rendah.
    • Pada kasus parah, daun yang lebih tua dapat berubah menjadi cokelat dan mati (nekrosis).

B. Cara Mengatasi Kekurangan Fosfor (P)

Penanganan kekurangan Fosfor (P) berfokus pada peningkatan ketersediaan P di dalam tanah, baik melalui pemupukan maupun perbaikan kondisi tanah.

1. Pemberian Pupuk Fosfat

Aplikasi Pupuk Anorganik: Berikan pupuk yang mengandung P, seperti SP-36, TSP (Triple Super Phosphate), atau pupuk NPK yang memiliki kandungan P tinggi.

Waktu Aplikasi: Pupuk fosfat sebaiknya diberikan sebagai pemupukan dasar (sebelum tanam atau saat tanam) karena P lambat bergerak di tanah dan penting untuk perkembangan akar awal.

Dosis Tepat: Ikuti rekomendasi dosis pupuk P yang sesuai untuk kondisi tanah spesifik di daerah Anda.

2. Perbaikan Kondisi Tanah

  • Pengaturan pH Tanah:
    • Masalah: Tanah yang terlalu asam (pH rendah) atau terlalu basa (pH tinggi) dapat menyebabkan P terikat oleh Aluminium (Al), Besi (Fe), atau Kalsium (Ca) sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman (fiksasi P).
    • Solusi Tanah Asam: Lakukan pengapuran menggunakan kapur pertanian (kalsium karbonat/CaCO3) atau dolomit (kalsium magnesium karbonat/CaMg(CO3)2) untuk menaikkan pH tanah ke kisaran optimal bagi padi (sekitar pH 6,0-6,5), sehingga mengurangi fiksasi P oleh Al dan Fe.
  • Peningkatan Bahan Organik:
    • Tambahkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang. Bahan organik membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan dan melepaskan P.
  • Pemanfaatan Mikroba Pelarut Fosfat (MPF):
    • Gunakan pupuk hayati yang mengandung mikroorganisme (seperti bakteri atau fungi) yang mampu melarutkan fosfat yang terikat di dalam tanah, mengubahnya menjadi bentuk yang tersedia bagi tanaman.

3. Praktik Budidaya Lainnya

  • Pengelolaan Air: Pastikan pengelolaan air irigasi yang efisien dan terkontrol, karena kelembapan tanah yang cukup membantu penyerapan unsur hara, termasuk P, oleh akar.

Pemberian Silikat (Si): Pada beberapa jenis tanah (misalnya Ultisol), pemberian Si dapat membantu meningkatkan ketersediaan P dengan cara mengurangi fiksasi P oleh Al dan Fe.