Fosfor (P) adalah unsur hara makro esensial yang sangat penting untuk transfer energi (ATP), perkembangan akar, pembentukan anakan, pembungaan, dan pematangan biji pada tanaman. Kekurangan P akan menghambat pertumbuhan padi secara keseluruhan.
A. Gejala Kekurangan Fosfor (P) pada Tanaman Padi
Gejala kekurangan P umumnya terlihat jelas pada tanaman muda dan daun yang lebih tua (karena P adalah unsur hara yang mudah berpindah atau mobile di dalam tanaman). Berikut ciri – cirinya :
- Pertumbuhan Terhambat (Kerdil):
- Tanaman padi tampak kerdil atau terhambat pertumbuhannya.
- Anakan (tiller) yang dihasilkan berkurang secara signifikan.
- Batang tanaman menjadi tipis dan kurus.
- Perubahan Warna Daun:
- Daun yang lebih tua akan menjadi sempit, pendek, sangat tegak, dan memiliki warna hijau tua yang terkesan "kotor" atau hijau kebiru-biruan yang gelap.
- Pada beberapa varietas, terutama di bagian bawah daun atau daun tua, dapat muncul pigmentasi ungu atau merah (karena akumulasi pigmen antosianin).
- Perkembangan Akar:
- Perkembangan sistem perakaran sangat terhambat, menyebabkan akar menjadi pendek dan kurang bercabang.
- Pengaruh pada Hasil:
- Jumlah malai dan bulir per malai berkurang.
- Pematangan biji dapat terhambat atau, sebaliknya, buah/biji cepat masak tetapi dengan kualitas buruk dan hasil panen rendah.
- Pada kasus parah, daun yang lebih tua dapat berubah menjadi cokelat dan mati (nekrosis).
B. Cara Mengatasi Kekurangan Fosfor (P)
Penanganan kekurangan Fosfor (P) berfokus pada peningkatan ketersediaan P di dalam tanah, baik melalui pemupukan maupun perbaikan kondisi tanah.
1. Pemberian Pupuk Fosfat
Aplikasi Pupuk Anorganik: Berikan pupuk yang mengandung P, seperti SP-36, TSP (Triple Super Phosphate), atau pupuk NPK yang memiliki kandungan P tinggi.
Waktu Aplikasi: Pupuk fosfat sebaiknya diberikan sebagai pemupukan dasar (sebelum tanam atau saat tanam) karena P lambat bergerak di tanah dan penting untuk perkembangan akar awal.
Dosis Tepat: Ikuti rekomendasi dosis pupuk P yang sesuai untuk kondisi tanah spesifik di daerah Anda.
2. Perbaikan Kondisi Tanah
- Pengaturan pH Tanah:
- Masalah: Tanah yang terlalu asam (pH rendah) atau terlalu basa (pH tinggi) dapat menyebabkan P terikat oleh Aluminium (Al), Besi (Fe), atau Kalsium (Ca) sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman (fiksasi P).
- Solusi Tanah Asam: Lakukan pengapuran menggunakan kapur pertanian (kalsium karbonat/CaCO3) atau dolomit (kalsium magnesium karbonat/CaMg(CO3)2) untuk menaikkan pH tanah ke kisaran optimal bagi padi (sekitar pH 6,0-6,5), sehingga mengurangi fiksasi P oleh Al dan Fe.
- Peningkatan Bahan Organik:
- Tambahkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang. Bahan organik membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan dan melepaskan P.
- Pemanfaatan Mikroba Pelarut Fosfat (MPF):
- Gunakan pupuk hayati yang mengandung mikroorganisme (seperti bakteri atau fungi) yang mampu melarutkan fosfat yang terikat di dalam tanah, mengubahnya menjadi bentuk yang tersedia bagi tanaman.
3. Praktik Budidaya Lainnya
- Pengelolaan Air: Pastikan pengelolaan air irigasi yang efisien dan terkontrol, karena kelembapan tanah yang cukup membantu penyerapan unsur hara, termasuk P, oleh akar.
Pemberian Silikat (Si): Pada beberapa jenis tanah (misalnya Ultisol), pemberian Si dapat membantu meningkatkan ketersediaan P dengan cara mengurangi fiksasi P oleh Al dan Fe.