Loading...

MENGENAL HAMA DAN PENYAKIT UTAMA PADA BAWANG MERAH

MENGENAL HAMA DAN PENYAKIT UTAMA PADA BAWANG MERAH
PENDAHULUAN Bawang merah merupakan salah satu komoditas strategis Kementerian Pertanian yang harus dikembangkan melalui berbagai upaya diantaranya pemanfaatan lahan dan aplikasi inovasi teknologi spesifik lokasi. Melalui aplikasi inovasi teknologi hasil penelitian dan pengkajian (litkaji) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balibangtan) sangat baik dengan hasil optimal meskipun ditanam di luar musim dan di lahan marginal. Bawang merah merupakan kamomoditas penting yang dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan rumah tangga petani. Komoditas bawang merah di Lampung merupakan komoditas unggulan dari sektor hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi, salah satu wilayah pengembangannya di Kabupaten Tanggamus, dengan rata-rata produktivitasnya masih tergolong rendah yaitu 5,2 ton/ha. Salah satu faktor penentu produktivitas bawang merah adalah serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). WAKTU SERANGAN Serangan hama dan penyakit pada budidaya tanaman bawang merah terjadi mulai dari awal tanam sampai dengan penyimpanan. Berikut adalah hama penyakit tanaman berdasarkan waktu serangan pada stadia umur tanaman. Tanaman muda (1 – 4 Minggu Setelah Tanam) Hama: Orong – orong (Gryllotalpa), Ulat bawang (Spodoptera exigua), Ulat grayak (Spodoptera litura), Lalat pengorok daun (Liriomyza chinensis) Penyakit: Layu Fusarium (Fusarium oxysporum) Tanaman tua (5 – 9 Minggu Settelah Tanam) Hama: Trips (Thrips tabaci), Ulat bawang (S. exigua), Lalat pengorok daun (L. chinensis) , Nematoda (Dytylenchus dissaci, Helicotylenchus retusus) Penyakit: Bercak ungu (Alternaria porri), Downy mildew (Peronospora destructor), Bercak daun (Cercospora duddiae), Antraknose (Colletotrichum gloeosporiodes), Layu Fusarium (F. oxysporum) Umbi di gudang: Ngengat gudang (Ephestia cautella) HAMA UTAMA Ulat Bawang (Spodoptera exigua). Gejala ditandai dengan adanya bekas gigitan pada daun.Serangan berat menyebabkan daun terputus (kudung). Biasanya serangan pada umur 30 Hari. Cara pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan mengumpulkan hama lalu dimusnahkan, memasang perangkap ngengat (feromonoid seks) 40 buah/ha. Jika intensitas kerusakan daun lebih dari 5% per rumpun dilakukan penyemprotan dengan insektisida. Penggerek Daun (Liriomyza sp). Lebih dikenal dengan istilah ”Virus” di wilayah Probolinggo.Hama ini menghisap cairan daun dari dalam. Daun yang terhisap akan terlihat transparan dan pada daun muda, daun layu dan terkulai. Penggerek daun dapat dikendalikan secara mekanik dan kimia (Tabel 2). Hama Bodas atau Trip (Thrips tabaci sp.) Gejala tanaman bawang merah yang terkena hama ini ditandai dengan adanya bercak putih beralur pada daun. Thrips mulai menyerang saat tanaman berumur 30 hari. Daun bawang merah yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak.Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70%. Serangan juga bisa sampai ke umbi. Umbi yang terserang terdapat bercak putih kecoklatan yang menurunkan kualitas. Ulat Tanah Serangan ulat tanah ditandai dengan rebahnya bagian pucuk tanaman bawang merah/titik tumbuh dan tangkai. Biasanya serangan pada umur 0-10 HST. Ulat ini berwarna coklat-hitam, serangan ulat biasanya terjadi pada senja/malam hari. Pengendalian dilakukan dengan menjaga kebersihan lahan. PENYAKIT Penyakit layu Fusarium Patogen penyakit ini adalah jamur Fusarium Gejala ditandai dengan tanaman layu dengan cepat (Jawa: ngoler), daun menguning, daun terpelintir dan pangkal batang membusuk. Biasanya serangan pada umur 0-10 HST. Tanaman terserang secepatnya dicabut dan dimusnahkan. Penyakit Antraknose atau otomatis Penyakit ini disebabkan oleh jamur Colletotricum gloesporiodes. Serangan biasanya pada umur 11-35 HST.Gejala serangan ditandai dengan terbentuknya bercak putih pada daun, selanjutnya terbentuk lekukan yang akan menyebabkan daun patah dan terkulai secara serentak (Istilah Brebes: otomatis). Pengendalian dilakukan dengan fungisida (tabel 2) atau jika tanaman yang terserang lebih dari 5%, segera dicabut dan dimusnahkan (dibakar). Penyakit bercak ungu atau Trotol Penyakit ini disebabkan jamur Alternaria porri. Biasanya pada umur 11-35 HST.Gejala serangan ditandai dengan bintik lingkaran konsentris berwarna ungu dan bercak-bercak putih kelabu di daun dan tepi daun atau bercak putih pada daun dengan titik pusat berwarna ungu, kemudian daun berubah menjadi cokelat dan mengering. Serangan dapat berlanjut ke umbi. Umbi terserang akan berair, berubah menjadi kekuningan dan akhimya cokelat kehitaman. Sumber : Dari berbagai sumber Penyusun : Fauziah Yulia Adriyani, SP. M.Si.