Loading...

Mengenal Hama Penyakit Tanaman Selada dan Pengendaliannya

Mengenal Hama Penyakit Tanaman Selada dan Pengendaliannya
Hama dan penyakit merupakan salah satu penyebab terjadinya kerusakan pada budidaya tanaman selada. Hama dan penyakit adalah organisme yang mengganggu tanaman yang dibudidayakan sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut terhambat atau rusak. Hama adalah binatang yang merusak atau mengganggu pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan sedangkan penyakit adalah gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh patogen maupun non patogen berupa bakteri, virus dan jamur sehingga menyebabkan proses pertumbuhan tanaman terhambat atau rusak. Parasite jenis ini tidak memakan tanaman tetapi mengganggu proses–proses dalam tanaman sehingga aktivitas tanaman terganggu dan dapat menyebabkan kematian. Selada (Lactuca sativa L.) merupakan tanaman sayuran daun dari family Compositae (Asteraceae) yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Selada mengandung banyak mineral dan vitamin yang berguna untuk kesehatan. Tanaman selada memiliki daun yang berombak, bergerigi, berwarna hijau segar dan ada juga yang berwarna merah. Selada dapat dibudidayakan dengan menggunakan media tanah maupun media air atau dikenal dengan sistim hidroponik. Namun dalam budidayanya tidak lepas dari serangan hama dan penyakit. Adapun hama dan penyakit yang perlu diketahui dan cara pengendaliannya adalah: Hama Tanaman Selada Hama Jangel (Bradybaena similaris ferussac); Hama ini memiliki bentuk seperti siput berukuran sekitar 2 cm ini bersembunyi pada pangkal daun bagian dalam dan menyerang daun pada semua umur tanaman selada. Pengendaliannya dapat dilakukan secara manual yakni dengan cara mengambilnya secara langsung atau bisa menggunakan ekstrak bawang putih ataupun bawang merah yang disemprotkan ke bagian tanaman. Hama Tangek (Parmalion pupilaris Humb); Hama ini memiliki bentuk mirip dengan jangel tetapi tidak memiliki siput adalah penyebab terjadinya tangek. Gejala dari serangan ini adalah terdapatnya lubang – lubang pada daun. Pada umumnya hama ini lebih banyak menyerang tanaman selada ketika musim kemarau dibanding pada musim hujan.Untuk pengendaliannya hampir sama dengan hama jangel yakni menggunakan bahan alami yakni ekstrak bawang merah ataupun bawang putih yang disemprotkan ketanaman secara langsung. Hama Kutu daun; Hama ini hidup secara berkoloni atau bergerombol dan pada umumnya menyerang tanaman selada pada bagian yang masih muda misalkan : pada bagian pucuk tanaman selada yaitu dengan cara menghisap cairan sehingga bagian tanaman yang diserang akan kering, kriting, kerdil hingga mati. Adapun jenis kutu daun seperti : Aphids, Thrips, Kutu Kebul atau Kutu Putih, dan Tungau atau Mites. Untuk mengendalikan kutu daun ini adalah dengan menggunakan pestisida nabati maupun kimia sesuai dengan dosis yang dianjurkan Hama Thrips; hama ini merupakan hama yang masih tergolong Kutu Daun. Trips Salah satu hama yang sangat meresahkan para petani yang menyebabkan daun pada selada menjadi kuning kemudian kering pada akhirnya tanaman selada itu mati. Jika tanaman selada sudah terserang dengan hama ini maka dapat dikendalikan dengan menggunakan insektisida yang sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Hama belalang; Hama ini cukup umum di kalangan tanaman konvensional maupun tanaman hidroponik. Belalang sangat menyukai tanaman berdaun manis. Gejala serangannya adalah daun berlubang dan terdapat belalang yang hinggap dan bahkan bertelur di pertanaman. Pengendaliannya dapat dilakukan secara manual. Penyakit Tanaman Selada Penyakit busuk lunak (soft Rot); Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Erwinia. Gejala serangan di mulai dari tepi daun , kemudian warna daun berubah menjadi warna cokelat dan akhirnya layu. Selain menyerang tanaman yang masih di tanam, ternyata bakteri ini juga bisa menyerang tanaman yang sudah siap untuk di kirim ke pasar. Cara pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan memakai varietas yang toleran, menggunakan bakteri antagonis, bakteri endosimbion dan juga menggunakan bakterisida kimia (langka terakhir). Penyakit Busuk batang; penyakit ini menyerang tanaman selada dengan ciri-ciri batang menjadi lunak dan mengandung lendir yang diakibatkan oleh Cendawan Rhizoctonia Solani. Apabila kondisi lahan lembab, cendawan ini juga dapat menyerang tanaman penyemaian yang akan berujung tanaman selada akan terserang busuk akar juga. Untuk mencegah penyakit ini dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lahan dan menjaga kelembapan lahan, jangan terlalu lembab. Jika tanaman banyak yang terserang dan sudah parah, lakukan pengendalian dengan menggunakan fungisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Penyakit busuk pangkal daun; penyakit ini disebabkan oleh bakteri Felicularia filamentosa yang menyerang pangkal daun ketika musim panen tiba. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, rotasi tanaman untuk memutus perkembangbiakan bakteri, penyemprotan pestisida alami atau kimia sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Penyusun : Religius Heryanto (Penyuluh BPTP Sulbar) Preferensi :https://www.faunadanflora.com, https://lahan.co.id, https://lifestyle.kompas.com, Agustina Nursanti. Jurnal Bioeksakta. 2021., http://jos.unsoed.ac.id dan https://www.kebun.co.id