Loading...

MENGENAL INPARI 48 BLAS, ALTERNATIF SOLUSI MENGATASI PENYAKIT BLAS PADA TANAMAN PADI

MENGENAL INPARI 48 BLAS, ALTERNATIF SOLUSI MENGATASI PENYAKIT BLAS PADA TANAMAN PADI
Penyakit blas sampai saat ini masih menjadi momok bagi petani padi. Mengapa? karena penyakit blas merupakan penyakit utama yang cepat sekali menyebar dan kehilangan hasil akibat penyakit blas dapat mencapai 50% bahkan bisa gagal panen jika penanganannya tidak cepat dan tepat. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Prycularia grisea yang menyerang pada semua fase tanaman. Pada fase bibit dan pertumbuhan vegetatif tanaman padi, P. grisea menginfeksi bagian daun dan menimbulkan gejala penyakit yang berupa bercak coklat berbentuk belah ketupat (blas daun), sedangkan pada fase pertumbuhan generatif, gejala penyakit blas berkembang pada tangkai/leher malai (blas leher). Perkembangan parah penyakit blas leher infeksinya dapat mencapai bagian gabah dan patogennya dapat terbawa gabah sebagai patogen tular benih (seed borne). Penyakit blas dapat dikendalikan melalui penggunaan varietas tahan, perlakuan benih, hindari penggunaan Nitrogen diatas dosis yang dianjurkan, pergiliran varietas dan penggunaan fungisida. Dari beberapa pengendalian ini, maka penggunaan varietas tahan menjadi pilihan utama dalam mengendalikan penyakit blas karena selain murah, mudah juga ramah lingkungan. Namun penggunaan varietas tahan ini, harap disesuaikan dengan sebaran ras dilokasi tersebut. Hal ini disebabkan suatu varietas tahan disuatu lokasi belum tentu tahan dilokasi yang lain. Hal ini disebabkan sebaran disuatu lokasi mungkin saja berbeda, sehingga penggunaan varietas tahan harus disesuaikan dengan ras yang ada. Selain itu, yang juga perlu diperhatikan dalam penggunaan varietas tahan adalah jangan menanam varietas tersebut dalam skala luas dan secara terus menerus. Hal ini dapat menyebabkan patahnya ketahanan varietas terhadap penyakit tersebut. Sampai saat ini lahan sawah merupakan penyumbang produksi padi yang terbesar Nasional. Dalam meningkatkan produksi padi melalui intensifikasi, peranan varietas unggul yang potensi produksi tinggi mutlak diperlukan. Selain itu, ketahanan suatu varietas terhadap hama dan penyakit utama seperti penyakit blas juga menjadi sangat penting dalam usaha meningkatkan produktivitas padi. Varaietas unggul padi sawah tahan blas sudah cukup banyak dihasilkan oelh Badan Litbang Pertanian antara lain varietas Inpari 17, Inpari 22, Inpari 34 salin, Inpari 39 Tadah Hujan Agritan, Inpari 41 Tadah Hujan dan Inpari 43 Agritan GSR, namun varietas tersebut hanya memiliki ketahanan 1- 2 ras blas saja, belum ada yang memiliki ketahanan terhadap 4 ras blas. Untuk itu, di awal tahun 2020, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) telah melepas kembali varietas unggul tahan blas yaitu Inpari 48 blas yang memperkaya varietas tahan blas yang telah pernah dilepas oleh Badan Litbang Pertanian. Varietas unggul baru ini memiliki ketahanan terhadap 4 ras blas yang akan menjadi alternative penggunaan varietas tahan blas yang telah ada. Varietas Inpari 48 Blas merupakan hasil persilangan varietas yang tahan wereng coklat dengan varietas lokal Omas yang mempunyai ketahanan terhadap penyakit blas daun. Varietas Inpari 48 Blas memiliki rata-rata hasil 7,64 t/ha Gabah kering giling (GKG) dengan potensi hasil 9,13 t/ha GKG. Rata-rata hasil GKG tersebut nyata lebih tinggi daripada Inpari 30, dan setara dengan Inpari 32 dan Inpari 43. Varietas ini memiliki ketahanan wereng coklat yang lebih baik daripada Inpari 30, Inpari 32, dan Inpari 43. Selain itu Inpari 48 Blas agak tahan terhadap hawar daun bakteri, dan memiliki ketahanan terhadap 4 ras utama penyakit blas. Varietas ini memiliki kulit gabah yang tipis dengan rendemen beras pecah kulit berkisar 77.8% dan beras kepala 95.1%. Varietas ini bertekstur nasi pulen dengan kadar amilosa setara Ciherang, yaitu besar 23.58%. Inpari 48 Blas memiliki daya hasil tinggi, dan rasa nasi disukai diharapkan dapat memberikan alternatif varietas bermutu kepada petani di lahan sawah irigasi. DAFTAR PUSTAKA Anonim, 2015. Penyakit Blas Pada Tanaman Padi dan Cara Pengendaliannya. http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-berita/info-teknologi/ penyakit-blas-pada- tanaman-padi-dan-cara-pengendaliannya Anonim, 2020. Inpari 48 Blas, Alternatif varietas Unggul Baru Tahan Blas. http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-berita/info-teknologi/inpari-48-blas-alternatif-varietas-unggul-baru-tahan-blas Anonim, 2020. Inpari 48 blas, Alternatif VUB Tahan Blas. http://www.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/3927/ Penyusun : Ir. Sari Nurita (Penyuluh Pertanian BPTP Kalimantan Barat)