Badan Litbang Pertanian sebagai penghasil produk unggulan pertanian (termasuk ternak), melalui Balitnak telah melakukan penelitian dan menghasilkan produk-produk ternak unggul. Ayam KUB-1 merupakan galur ayam kampung hasil penelitian Balitnak, yang berhasil dilepas sebagai salah satu galur unggul nasional (Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 698/Kpts/ PD.410/2/2013). Sartika et al. (2013) dalam bukunya KUB-1, menerangkan bahwa ayam KUB-1 merupakan ayam Kampung murni hasil seleksi betina selama enam generasi dengan keunggulan produksi telur tinggi, 60% henday dengan sifat mengeram 10% dari total populasi. Warna bulu masih seperti ayam kampung pada umumnya yaitu beragam, meskipun masih didominasi oleh warna hitam, campur coklat dan kehitaman. Jengger berbentuk tunggal (single comb) dan berbentuk pea. Keunggulan ayam KUB bila dibandingkan dengan ayam Kampung biasa adalah produksi telurnya yang lebih tinggi, karena seleksi diarahkan untuk produksi telur. Puncak produksi berkisar antara 65-70% pada umur antara 30-35 minggu. Bobot telur setelah fase pertama (telur muda)berkisar antara 36-45 g/butir (Puslitbangnak, 2017).Selanjutnya, mengantisipasi permintaan ayam lokal pedaging unggul, maka Balitnak telah mengeluarkan produk baru ayam lokal unggul tipe potong, yang dinamakan ayam SenSi-1 Agrinak. Ayam ini telah dilepas sebagai galur baru ayam lokal unggul tipe pedaging dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 39/KpTs/PK.020/1/2017 tentang Pelepasan Galur Ayam Sensi-1 Agrinak Tanggal 20 Januari 2017. Hasnelly et al. (2017) menerangkan bahwa ayam SenSi-1 Agrinak merupakan hasil seleksi untuk 6 generasi, berdasarkan bobot badan tertinggi ayam jantan umur 70 hari dan berdasarkan warna bulu abu dan warna bulu pucak (putih bercak hitam) untuk jantan dan betinanya. Sifat lain sebagai kriteria seleksi adalah jengger yang berbentuk kacang (pea) untuk ayam jantan. Bobot hidup rata-rata umur satu hari untuk jantan dan betina sekitar 30,10 g/ekor. Pada umur 70 hari, bobot hidup jantan umur 70 hari mencapai 1.066 g/ekor dan yang betina 745 g/ekor. Pada umur 20 minggu, bobot hidup ayam jantan dan betina masing-masing mencapai 2.403 g/ekor 1.572 g/ekor (Puslitbangnak, 2017).Sumber : PuslitbangnakDisusun oleh : Andi Maryanto, Edwin Herdiansyah, Nasriati, Tri Kusnanto