I. Peran Penting Kalium (K) bagi Padi
Kalium (K) sering disebut sebagai "unsur kualitas" dan "unsur kesehatan" karena perannya yang vital:
II. Gejala Kekurangan Kalium (K) pada Tanaman Padi
Gejala kekurangan K biasanya terlihat pada fase vegetatif hingga awal fase generatif, dan dimulai dari daun yang paling tua (bawah) karena Kalium bersifat mudah bergerak (mobil) dalam tanaman.
|
Tahap Pertumbuhan |
Gejala Khas |
|
Daun Tua (Daun Bawah) |
Klorosis Marginal (Ujung dan Tepi Kering): Ujung dan tepi daun tua menguning, kemudian mengering (nekrosis) dan berwarna cokelat seperti terbakar. Gejala ini sering disebut "scorch" (hangus/terbakar). |
|
Batang |
Batang menjadi lemah, mudah rebah, dan lebih rentan terhadap penyakit busuk batang. |
|
Anakan |
Jumlah anakan berkurang, pertumbuhan menjadi kerdil. |
|
Malai dan Gabah |
Pengisian gabah tidak sempurna atau hampa (gabah ringan/berisi tidak penuh), sehingga mengurangi bobot hasil panen. |
|
Warna Keseluruhan |
Tanaman terlihat kusam atau biru-kehijauan gelap yang tidak sehat. |
Penting untuk dibedakan: Gejala ini mirip dengan kekurangan Mg, namun kekurangan Mg menyebabkan klorosis merata antar tulang daun, sementara K fokus pada tepi dan ujung daun.
Langkah penanganan fokus pada aplikasi pupuk yang mengandung Kalium.
Gunakan pupuk yang mengandung Kalium pada fase-fase kritis pertumbuhan padi.
|
Fase Aplikasi |
Jenis Pupuk K |
Dosis Anjuran (Rata-rata) |
Catatan |
|
Pemupukan Dasar / Susulan I (10-20 HST) |
KCl (Muriate of Potash), atau NPK Majemuk |
100 - 150 kg/ha (dibagi 2-3 kali aplikasi) |
Aplikasi dasar sangat penting untuk membangun kekuatan batang. |
|
Susulan II (Fase Anakan Maksimum / Primordia) |
KCl atau NPK Majemuk |
50 - 100 kg/ha |
Penting untuk mendukung pembentukan malai dan pengisian gabah. |
|
Koreksi Cepat (Jika Terlihat Gejala) |
Pupuk Daun berkadar K tinggi |
Sesuai dosis pada kemasan |
Semprotkan ke daun untuk penyerapan cepat, ideal pada fase vegetatif. |
· KCl (Muriate of Potash/MOP, 60% K2O): Sumber Kalium paling umum dan ekonomis.
· K2SO4 (Sulfate of Potash/SOP, 50% K2O): Lebih baik jika tanah sawah berkapasitas tinggi untuk sulfur (S), namun harganya lebih mahal.
Pastikan pengelolaan air sawah baik. Genangan air yang terlalu dalam atau kekeringan ekstrem dapat mengganggu penyerapan K. Lakukan pengeringan sesaat (intermiten) untuk meningkatkan aerasi dan penyerapan hara.
Kekurangan K seringkali terjadi karena petani lebih fokus pada pupuk N (Urea). Selalu terapkan pupuk berimbang:
Rasio ideal N : P2O5 : K2O untuk padi adalah sekitar 1 : 0.5 : 0.5
· Gunakan pupuk majemuk NPK yang mengandung K sejak awal tanam
(susulan I).
· Jangan pernah menghilangkan pupuk K, terutama di lahan yang ditanami padi terus-menerus karena K akan terus terambil dari tanah.