Loading...

MENGENAL KEKURANGAN KALIUM (K) PADA TANAMAN PADI

MENGENAL KEKURANGAN KALIUM (K) PADA TANAMAN PADI

I.    Peran Penting Kalium (K) bagi Padi

Kalium (K) sering disebut sebagai "unsur kualitas" dan "unsur kesehatan" karena perannya yang vital:

  1. Pengaturan Air: Mengatur buka tutup stomata, membantu tanaman menahan kekeringan.
  2. Ketahanan Penyakit: Memperkuat dinding sel, sehingga tanaman lebih tahan terhadap penyakit (misalnya busuk batang dan blas) serta serangan hama.
  3. Pengisian Gabah: Penting untuk translokasi (pemindahan) karbohidrat dari daun ke gabah, sehingga pengisian gabah menjadi optimal.
  4. Kekuatan Batang: Memperkuat batang, mencegah rebah (lodging). 

II. Gejala Kekurangan Kalium (K) pada Tanaman Padi

Gejala kekurangan K biasanya terlihat pada fase vegetatif hingga awal fase generatif, dan dimulai dari daun yang paling tua (bawah) karena Kalium bersifat mudah bergerak (mobil) dalam tanaman.

Tahap Pertumbuhan

Gejala Khas

Daun Tua (Daun Bawah)

Klorosis Marginal (Ujung dan Tepi Kering): Ujung dan tepi daun tua menguning, kemudian mengering (nekrosis) dan berwarna cokelat seperti terbakar. Gejala ini sering disebut "scorch" (hangus/terbakar).

Batang

Batang menjadi lemah, mudah rebah, dan lebih rentan terhadap penyakit busuk batang.

Anakan

Jumlah anakan berkurang, pertumbuhan menjadi kerdil.

Malai dan Gabah

Pengisian gabah tidak sempurna atau hampa (gabah ringan/berisi tidak penuh), sehingga mengurangi bobot hasil panen.

Warna Keseluruhan

Tanaman terlihat kusam atau biru-kehijauan gelap yang tidak sehat.

 

Penting untuk dibedakan: Gejala ini mirip dengan kekurangan Mg, namun kekurangan Mg menyebabkan klorosis merata antar tulang daun, sementara K fokus pada tepi dan ujung daun.

 

III.   Cara Mengatasi Kekurangan Kalium (K)

Langkah penanganan fokus pada aplikasi pupuk yang mengandung Kalium.

1.    Diagnosa dan Evaluasi

Sebelum aplikasi, pastikan gejala tersebut benar-benar kekurangan K (bukan penyakit, hama, atau keracunan). Lakukan uji tanah jika memungkinkan, atau identifikasi dengan jelas berdasarkan gejala visual.

2.    Pemberian Pupuk Kalium (K)

Gunakan pupuk yang mengandung Kalium pada fase-fase kritis pertumbuhan padi.

 

Fase Aplikasi

 

Jenis Pupuk K

Dosis Anjuran (Rata-rata)

 

Catatan

Pemupukan Dasar / Susulan I (10-20 HST)

KCl (Muriate of Potash), atau NPK Majemuk

100 - 150 kg/ha (dibagi 2-3 kali aplikasi)

Aplikasi dasar sangat penting untuk membangun kekuatan batang.

Susulan II (Fase Anakan Maksimum / Primordia)

KCl atau NPK Majemuk

50 - 100 kg/ha

Penting untuk mendukung pembentukan malai dan pengisian gabah.

Koreksi Cepat (Jika Terlihat Gejala)

Pupuk Daun berkadar K tinggi

Sesuai dosis pada kemasan

Semprotkan ke daun untuk penyerapan cepat, ideal pada fase vegetatif.

 

3.    Jenis Pupuk Kalium

·         KCl (Muriate of Potash/MOP, 60% K2O): Sumber Kalium paling umum dan ekonomis.

·         K2SO4 (Sulfate of Potash/SOP, 50% K2O): Lebih baik jika tanah sawah berkapasitas tinggi untuk sulfur (S), namun harganya lebih mahal.

 

4.    Pengelolaan Air

Pastikan pengelolaan air sawah baik. Genangan air yang terlalu dalam atau kekeringan ekstrem dapat mengganggu penyerapan K. Lakukan pengeringan sesaat (intermiten) untuk meningkatkan aerasi dan penyerapan hara. 

IV. Rekomendasi Pemupukan Berimbang

Kekurangan K seringkali terjadi karena petani lebih fokus pada pupuk N (Urea). Selalu terapkan pupuk berimbang:

Rasio ideal N : P2O5 : K2O untuk padi adalah sekitar 1 : 0.5 : 0.5

·      Gunakan pupuk majemuk NPK yang mengandung K sejak awal tanam

(susulan I).

·      Jangan pernah menghilangkan pupuk K, terutama di lahan yang ditanami padi terus-menerus karena K akan terus terambil dari tanah.