Mengenal Lebih Dekat Kutu Kebul (Bemisia tabaci) Hama Pada Tanaman Kedelai
Kutu kebul juga dikenal dengan nama Bemisia tabaci dan whitefly. hama ini berpotensi menjadi hama utama pada tanaman kedelai. Tanaman inang hama ini antara laian jenis Leguminosae, semak-semak(Desmodium), tanaman pakan ternak, dan tanaman Kacang-kacangan. Kutu kebul juga berperan sebagai pengatar virus mosaic kuning (yellow masaic virus) yang merusak tanaman kedelai. Gejala kerusakan tanaman akibat serangan kutu kebul adalah terdapatnya kutu-kutu berwarna pucat sampai kuning kehijauan pada bagian bawah dauan atau dauan pucuk. kadang-kadang juga terdapat cendawan jelaga yang hidup dar ekskreta kutu yang berupa embung madu. serangan berat menyebabkan daun tanaman tamapak terhambat pertumbuhananya, mengerupuk, dana lebih kaku. Serangan ini tersebar luas di daerah tropis dan sub tropis.Pengisapan cairan tanaman oleh kutu kebul menyebabkan bercak nekrotik pada permukaan daun. Kerusakan langsung oleh kutu kebul ini tak menyebabkan kerugian yang berarti. Kutu kebul menghasilkan sekresi embun madu yang menyebabkan tumbuhnya cendawan jelaga yang menutupi permukaan daun. Serangan ini juga bertindak sebagai vektor penyakit virus, makin muda tanaman yang terinfeksi virus, makin besar kerugian yang ditimbulkan. Serangan langsung oleh kutu kebul menyebabkan daun mengerupuk dan kerdil. Dalam keadaan serangan berat menyebabkan persentase pengisian polong rendah. Pengendalian . terhadap hama-hama ini dilakukan dengan cara : - tanam serampak, -penyemprotan dengan insektisida apabila terjadi serangan berat. Di daerah kronis serangan virus, pengendalian dilakukan apabila dijumpai populasi vektor. sumber: Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian. 1991. Budidaya dan Pengolahan Hasil Kedele. Jakarta: Departemen Pertanian Pitojo, setiaji. 2007. Seri Penangkaran: Benih Kedele.Yogyakarta: Kanisius