PENDAHULUAN Bunga telang dalam bahasa inggris disebut sebagai Butterfly pea, karena bentuknya yang menyerupai kupu-kupu memiliki nama latin Clitoria ternatea. Bunga ini diyakini berasal dari Amerika Selatan bagian tengah yang menyebar ke daerah tropik sejak abad 19, terutama ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri beragam nama untuk penyebutan bunga telang. Di daerah Sumatera disebut bunga biru, bunga kelentit, bunga telang; sedangkan di Jawa disebut kembang teleng atau menteleng. Di Betawi/Jakarta disebut dengan teleng. Di daerah Sulawesi disebut bunga talang, taman lareng, dan di Maluku disebut bisi, atau seyamagulele dan populer saat ini dengan nama Bunga Telang Tanaman tumbuh merambat yang banyak ditemukan di kebun atau tumbuh secara liar, termasuk dalam spesies polong-polongan. Beberapa bagian tanaman bisa dimanfaatkan seperti daun nya bisa dipakai sebagai pakan ternak dan potensial menggantikan alfalfa (spesies tanaman yang dimanfaatkan sebagai makanan ternak untuk sapi perah, kuda, sapi potong, domba dan kambing). Sementara akarnya bisa jadi tempat bakteri mengikat nitrogen dan hasil penelitian memperlihatkan bahwa tanaman telang juga bisa menyehatkan lahan kritis (setelah 180 hari ditanami telang, kandungan organik, N, P, dan K pada tanah meningkat tajam). MANFAAT BAGI KESEHATAN Manfaat tanaman telang bagi kesehatan meliputi: Ekstrak jaringan telang bisa memperlancar air seni, Meningkatkan daya ingat Antiasma, antiradang, pereda nyeri, penurun panas, antidiabet, mengurangi kolesterol, mengurangi peradangan sendi, antioksidan, antikanker, antihistamin, anti-depresant Meningkatkan imun, menyembuhkan radang pada mata, kesehatan hati dan potensi berperan dalam susunan syaraf pusat, Menyembuhkan luka. Kandungan yang terdapat dalam bunga Telang protein berkisar 21-29%, energi kasar 18,6 MJ/kg, kecernaan bahan organik 69,7%, kecernaan energi 66,6 % energi tmeterabolis pada ruminan 12,4 MJ /kg, protein kasar (25-38 %), lemak kasar ( 10 %) dan gula pada biji (5 %). Dengan demikian tanaman ini berpotensi sebagai sumber protein dan energi untuk ternak ruminansia. Tanaman kembang telang dapat diberikan ke ternak berupa hijauan segar atau campuran di dalam konsentrat. CIRI BUNGA Bunga telang pertama kali diekstraksi di Ternate, Maluku. Oleh karena itu, disebut ternatea. Tanaman ini tumbuh dengan cepat dan mencapai ketinggian 6-10 kaki (182-304 cm). Saat dewasa, tanaman bunga telang memiliki daun elips dengan panjang 1-2 inci (2-5 cm), sedangkan batangnya 1-9 kaki (30-274 cm). Bunganya bisa tumbuh sepanjang 1-3 inci (2-7 cm). Bunga biasanya mekar di awal musim semi, awal/akhir musim panas, atau awal musim gugur. Bunga telang mekar di pagi hari dalam posisi terbalik dan tidak mengeluarkan aroma atau rasa. Tanaman ini paling baik beradaptasi dengan lokasi yang terkena curah hujan musim panas tahunan sekitar 12 inci (30 cm). CARA TANAM Syarat Tumbuh Tumbuh subur pada kondisi minim cahaya termasuk naungan parsial. Toleransi pada iklim yang sejuk dan lembab sampai batas tertentu, Menginginkan kondisi bebas embun beku. Menyukai kualitas tanah yang kaya dan berpasir dengan nilai pH dari 6,6 hingga 7,5. Untuk hasil terbaik, pastikan tanah memiliki drainase yang baik, terdiri dari kompos dan bahan organik. Pembibitan Siapkan media tanam (tanah, kompos dan pasir : 2:1:1). Kemudian basahi lalu letakkan dalam pot-pot kecil. Beri pupuk organik secukupnya dan media yang hendak dipakai. Kemudian basahi dan segera taburkan biji-biji bunga telang tersebut, yang sebelumnya telah direndam terlebih dahulu selama kurang lebih 12 jam di dalam air bersih. Selanjutnya tunggu selama 1-2 minggu sampai muncul kecambah. Biarkan selama 5 minggu, baru dipindahkan ke media tanam yang sesungguhnya. Bisa dimasukkan ke dalam pot besar atau ditanam di halaman rumah sebagai tanaman hias. Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai perawatan dan pemeliharaannya: Hindari penyiraman yang berlebihan, Penyiraman dilakukan secara teratur di musim tanam pertama untuk menyerap nutrisi di tanah Lakukan pemangkasan sesering mungkin, agar tidak terlalu lebat ( tanaman yang mati, rusak atau sakit Letakkan tanaman pada tempat yang terkena sinar matahari maksimal Berikan pupuk 1-2 kali setahun dengan pupuk organik cair. Hama Hama yang biasanya menyerang bunga telang adalah kutu daun, tungau, dan laba-laba yang memakan semak abadi (rumpu-rumputan). Untuk mengusir hama, bisa menggunakan minyak mimba atau minyak neem. Kondisi overwatering atau under watering seringkali menyebabkan hama seperti ulat dan belalang menyerang tanaman . Panen Kelopak bunga biasanya akan muncul setelah tanaman berusia lebih dari empat puluh hari. Masa panennya bisa berada di antara 49-73 hari setelah tanam. Menghasilkan biji pada usia 110-150 hari. Sumber : kompas.com dan 99.co/id. Penyusun : Nasriati