Loading...

Mengenal Manfaat Tanaman Mata Lele Bagi Pertanaman Padi

Mengenal Manfaat Tanaman Mata Lele Bagi Pertanaman Padi
Mata lele atau dalam bahasa latin Azolla pinnata merupakan jenis tumbuhan pakuan air yang hidupnya bersimbiosis dengan endofitik yang dikenal dengan nama Anabaena azollae(alga hijau biru) yang membantu mata lele untuk dapat menangkap nitrogen yang bebas di udara dan terjadi proses memfiksasi N2 pada mata lele dan mengubahnya dalam bentuk ammonia NH4+ yang tersedia bagi tanaman. Memfiksasi nitrogen merupakan salah satu proses agar nitrogen yang dalam bentuk gas-gas di udara atau bentuk lain, dapat tersedia bagi tanaman. Pada tanaman makanan yang paling banyak dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar adalah N (Nitrogen) dan P (Fosfor). Kenapa Nitrogen menjadi makanan yang paling banyak dibutuhkan untuk tanaman, karena nitrogen seperti founder bagi sebuah tanaman seperti pembentukan klorofil daun, protoplasma, protein, dan asam-asam nukleat pada tanaman, Nitrogen mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan semua jaringan hidup pada tanaman. Nitrogen di atmosfer tempat kita tinggal ini sangat melimpah, akan tetapi Nitrogen di dalam tanah untuk kebutuhan bagi tanaman sering mengalami defisiensi (kekurangan) Nitrogen, akibat dari unsur hara yang sangat mobile(dapat berubah bentuk) sehingga nitrogen yang diberikan kepada tanaman hanya menyerap sedikit tetapi selebihnya menguap ke udara dan berubah bentuk sehingga terjadi defisiensi. Nitrogen yang sering mengalami defisiensi pada tanaman, membuat petani harus mengeluarkan banyak uang untuk membeli pupuk yang banyak mengandung nitrogen, agar memperoleh produktivitas yang tinggi dari tanaman tersebut. Namun, petani mengabaikan kerusakan tanah dan lingkungan yang ditimbulkan akibat terlalu banyak menginput pupuk terutama pupuk kimia sintesis yang mengakibatkan semakin banyaknya residu yang tertinggal dan akhirnya menumpuk pada lahan tersebut yang akhirnya menyebabkan terjadinya degradasi atau terkikisnya tanah suatu lahan dan fatalnya tidak dapat lagi digunakan untuk pertanian. Hubungan antara mata lele dan Anabaena azollae bersifat mutualisme, karena untuk proses untuk menangkap nitrogen kemudian memfiksasinya terjadi di simbiosis atau pada Anabaena azollae, kenapa Anabaena azollae tidak sendiri saja dalam menangkap nitrogen?? Karena energi berupa ATP pada alga hijau biru (Anabaena azollae)tidak mampu untuk dapat mengambil nitrogen yang terdapat di udara, maka dari itu meminta bantuan mata lele untuk mengambilnya. Mata lele dapat digunakan sebagai alternative pengganti pupuk anorganik yang selama ini petani gunakan. Karena menurut beberapa penelitian penggunaan pupuk anorganik untuk menyediakan nitrogen, hanya terdapat 29-45 % yang ditemukan di dalam tanaman dan sekitar 50% hilang karena Nitrogen ini mudah berubah bentuk. Pemanfaatan mata lele sebagai pengganti pupuk anorganik pada komoditas padi dapat menghasilkan hasil panen yang tidak jauh berbeda dengan menggunakan pupuk anorganik, dan juga selain itu menjaga tanah agar tidak mengalami degradasi akibat terlalu banyaknya bahan kimia di tanah. Terakhir pemanfaatan mata lele juga tentunya menekan biaya pengeluaran petani untuk bertanam. Sumber : https://www.kompasiana.com/bangunyurin/5a997129caf7db27263d9ba3/mata-lele-siapa-dia