Loading...

Mengenal Nematoda Parasit Tanaman Kopi

Mengenal Nematoda Parasit Tanaman Kopi
Mengenal Nematoda Parasit Tanaman Kopi Nematoda pada tanaman kopi, adalah jenis binatang kecil bangsa cacing berbentuk bulat panjang menyerupai benang, berukuran Panjang 0,4-0,7 mm, lebar 40-160 um dan diameter 20-25 um. Lebih 100 jenis nematoda yang hidup berasosiasi dengan tanaman kopi. Di Indonesia ada 14 jenis nematoda pada tanaman kopi, dan 3 jenis yang paling dominan yaitu: (1) Pratylenchus coffeae, (2) Rodopholus similis, dan (3) Moloidogyne spp. Selain hidup pada tanaman kopi nematoda juga hidup pada tanaman inang lainnya seperti lamtoro, gamal, Tephrosia dan jenis gulma atau rerumputan. Penyebaran utama nematoda dilakukan secara pasif melalui alat-alat pertanian, aliran air, oleh manusia dan hewan, sedangkan penyebaran secara aktif oleh nematoda sendiri dalam satu tahun hanya berjarak 30 cm. Gejala serangannya: tanaman kopi terlihat kerdil daun menguning, bunga premature dan banyak yang kosong, bagian akar membusuk. Cara Pengendalian Pada lahan bekas pertanaman kopi, dianjurkan untuk melakukan rotasi tanaman yaitu dengan menanam tanaman dari jenis yang tidak disukai nematoda, misalnya tanaman Tagetes, Tebu, Koro Benguk (Mucuna pruriens) dan rumput Guatemala (Trypsacum laxum). Rotasi tanaman dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan populasi nematoda di dalam tanah, atau untuk memutus siklus hidup nematoda Penggunaan bahan organik 15 kg per pohon dipadukan dengan pembuatan lubang pori dan sistim tetes dapat menurunkan secara signifikan populasi nemtoda pada sample akar dan tanah berkisar antara 150-250 ekor per 5 gram sample akar dan 100 gram sample tanah selama 4 bulan perlakuan (metoda bourman). Perpaduan aplikasi bahan organik secara berkelanjutan dan dipadukan dengan penggunaan tanaman penaung pada tanaman kopi dapat menekan serangan hama ini dan dapat memperpanjang umur tanaman kopi. Pestisida organik dari produk turunan mikroba, misalnya jamur Trichoderma sp. yang diproduksi dengan menggunakan bahan limbah air cucian beras dan air kelapa ditambahkan gula 2% dengan fermentasi dikocok selama 7-10 hari dapat menghasilkan pestisida organik berupa Metabolit Sekunder (MS), pestisida organic ini berguna untuk mengendalian nematoda parasite kopi dan juga berfungsi sebagai hormone perangsang pertumbuhan akar, dan pertumbuhan daun tanaman. Pengendalian secara kultur teknis yaitu dengan memadukan penggunaan pupuk organik dan pembuatan lubang pori, rorak, irigasi tetes, dan perbaikan tanaman penaung dapat secara efektif mengendalian nematoda dan memacu pertumbuhan tanaman secara baik Cara kimiawi yaitu dengan fumigasi media bibit menggunakan fumigant pra tanam, pengendalian di pertanaman dengan cara penggunaan jenis kopi yang tahan terhadap nematoda parasit, Penulis: Robinson Putra, SP., M.Si (Penyuluh Pertanian BPTP Lampung) Sumber: Ditulis Kembali dari Juknis dan berbagai Informasi di Media online. https://distanpangan.baliprov.go.id/nematoda-parasit-pada-tanaman-kopi-dan-cara-pengendaliannya/