Loading...

Mengenal OPT Tanaman Padi Sawah serta Cara Pengendalian

Mengenal OPT Tanaman Padi Sawah serta Cara Pengendalian

MENGENAL OPT TANAMAN PADI SAWAH SERTA CARA PENGENDALIAN

PENDAHULUAN

ØOPT merupakan salah satu faktor pembatas dalam upaya peningkatan produksi
ØPengamatan OPT perlu dilaksanakan secara rutin
ØBeberapa OPT utama pada tanaman Padi meliputi : Tikus, Penggerek Batang, WBC, BLB  dan Blas
ØPengendalian OPT dilakukan secra pre emtif dan responsif harus (6 tepat)
SEBAB TERJADINYA OPT
1. Adanya migrasi OPT (hama dan penyakit)
2. Varietas unggul yang rentan
3. Damfak penggunaan pestisida (Resistensi, Resurgensi, Residu dan terbunuhnya MA)
4. Menanam satu varietas secara terus menerus tanpa pola
OPT Utama Tanaman Padi Sawah :
1. Wereng Batang Coklat (WBC)
2. Tikus
3. Penggerek Batang Padi 
4. Hawar Daun Bakteri
5. Blas

A. Wereng Batang Coklat

Bioekologi

  Telur  (7 – 10 hr)

      -  Berwana putih berkelompok dalam jaringan pelepah daun

      -  serangga betina mampu bertelur 100 – 600 butir

  Nimpha (12 – 15 hr)

      -  Mengalami 5 instar, berwarna putih kemudian coklat

   Imago (18 – 28 hr)

       -  Berwarna coklat muda atau tua

       -  Mempunyai dua bentuk sayap :makroptera dan brakhiptera

►Siklus hidup wbc berlangsung sekitar 25 hari

Berperan sebagai vektor virus kerdil hampa dan kerdil rumput dandipengaruhi oleh suhu dan kelembaban tinggi

 

PENGENDALIAN

´Pengaturan pola tanam : tanam serentak, pergiliran tanaman dan pergiliran varietas
´Pengaturan jarak tanam dan pengairan
´Penggunaan varietas tahan
´Pengendalian hayati : konservasi Musuh Alami pemanfaatan cendawan patogen : Metarhizium sp, Beauveria bassiana
´Penggunaan insektisida bila populasi:

    Populasi ≥ 10 ekor/r, umur ≤ 40 hst

    Populasi ≥ 40 ekor/r, umur > 40 hst

 

B. Tikus

 

CARA HIDUP

1. Tikus sawah (R. argentiventer)

  Umumnya tinggal dipersawahan dan sekitarnya.

2. Tikus ladang (R. exulans) 

  Umumnya tinggal di semak-semak dan terutama  merusak padi ladang.

 

BIOEKOLOGI

Dalam satu tahun seekor tikus melahirkan 4 kali dengan rata-rata 8 ekor anak tiap melahirkan. Secara teoritis sepasang tikus selama 1 tahun dapat berkembang biak menjadi 1270 ekor.

Perkembangan tikus di alam sangat dipengaruhi oleh situasi lingkungan terutama tersedianya makanan. Puncak serangan tikus selalu berkaitan erat dengan puncak masa generatif.

 

Gejala dan cara menyerang

 
Ø Tikus aktif pada malam hari, memakan batangbatang padi   dan malai terutama pada saat padi bunting
Ø Pada fase vegetatif tikus dapat merusak antara 11 – 176     batang   padi per malam
Ø Pada saat bunting kemampuan merusak meningkat menjadi 24  – 246  batang padi  per malam
 
v Reproduksi  Tikus

    - Terutama  terjadi pada umur padi fase generatif

    -  Dikuasai jantan dominan

    -  Jumlah anak rata-rata 10 tiap lahir

    -  Ratio jantan betina 1 : 1

    -  Masa bunting 21 hari

    -  Siap kawin 35 hari

    -  Mampu kawin lagi setelah 48 jam dari melahirkan

 

 PENGENDALIAN OPT TIKUS

 

 - Membersihkan semak-semak yang menjadi persembunyian tikus.

 - Pengemposan pada lubang-lubang aktif sampai satu minggu          

    setelah panen.

  - Pemanfaatan bahan-bahan alami yang tersedia di tingkat petani,

    seperti :  singkong yang direbus dengan air kelapa dll.

  - Melestarikan musuh alami (Burung hantu, anjing, elang dan Ular)

  - Pemasangan umpan beracun dengan rodentisida

  - Pengendalian dengan 5 kunci sukses (tepat waktu dan cara, terus

    menerus, massal, serempak dan dalam areal yang seluas-luasnya).

 

C. Penggerek Batang Padi

 

 

Jenis jenis penggerek batang padi :

a. PBP kuning (Scirpophaga incertulas)

b. PBP putih (Scirpophaga innotata)

c. PBP bergaris  (Chilo suppressalis)

d. PBP  merah jambu (Sesamia inferens)

e. PBP berkepala hitam (Chilo polychrysus)

f. PBP berkilat (Chilo auricilius)

 

Bioekologi Penggerek Batang

Stadia telur  (diletakkan dipelepah daun)

-Imago betina 100-600 butir  selama 3-5 malam
- stadia telur 6-7 hari

●Stadia larva

-Terdiri 5-7 instar         

-  stadia larva 28-35 hari

●Stadia pupa (berada di tunggul)

-Panjang 12 – 15 mm
- lama 6- 23 hari

●Stadia imago

-Aktif malam hari ,tertarik cahaya,  terbang 6 – 10 km
- selama 5-10 hari dan siklus hidup pb 39 – 58 hari
 
PENGENDALIAN PENGGEREK  BATANG

 

Pra Tanam

   - Sanitasi lingkungan terutama singgang

   - Pengolahan tanah serempak

   - Penundaan sebar 10 hari setelah puncak

      penerbangan

 

Persemaian

   - Pengumpulan kelompok telur

   - Pengendalian ngengat menggunakan light trap

   - Pemusnahan bibit terserang

   - Penggunaan insektisida pada derah kronis endemis

 

Tanaman Muda

    - Pengumpulan kel telur dan pelepasan MA

   - Penggunaan insektisida bila pop dan serangan  > AE

   - Fase vegetatif : Kel telur ≥ 3/m²

                                 Intensitas serangan ≥ 5%

     Tanaman Tua

      - pencabutan beluk segar

   - Penggunaan insektisida bila serangan > AE

   - Fase generatif :Kel telur ≥ 3/m²

                                Intensitas serangan ≥ 10 %

 

D. Hawar Daun Bakteri

 

Penyebab : Bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae

Gejala : Mula-mula pada tepi daun tampak garis bercak kebasahan, kemudian berkembang 

               meluas, berwarna hijau keabu-abuan, seluruh daun keriput, dan akhirnya kering seperti

              hawar dan layu seperti tersiram air panas

Pengendalian : 

1.Jarak tanam tidak terlalu rapat
2.Kurangi penggunaan pupuk N terlalu tinggi
3.Sanitasi lingkungan dari inang alternatif
4.Penggunaan varietas tahan
 
E. Penyakit Blas
 
1. Blas Daun
Penyebab : Cendawan Pyricularia oryzae
Gejala : Munculnya bercak berwarna coklat, abu dan kuning dengan bentuk bulat ujung runcing
              atau menyerupai bentuk belah ketupat. Pada tengah-tengah terdapat bercak berwarna
              putih
Pengendalian : 
1.Gunakan varietas tahan
2.Lakukan pergiliran varietas
3.Lakukan pergiliran tanaman
4.Pemupukan berimbang
5.Gunakan benih yang sehat
6.Aplikasi APH jika masih dibawah ambang
 
1. Blas Leher
Penyebab : Cendawan Pyricularia oryzae
Gejala : Pada pangkal malai terdapat bercak berwarna coklat kehitaman pada leher malai,
               sehingga mengakibatkan malai menjadi patah dan roboh
Pengendalian : 
1.Gunakan varietas tahan
2.Lakukan pergiliran varietas
3.Lakukan pergiliran tanaman
4.Pemupukan berimbang
5.Gunakan benih yang sehat
6.Aplikasi APH jika masih dibawah ambang
 
 
PPL : Yeyen Teti Kurniati, SP
BPP Kecamatan SIngajaya