MENGENAL OPT TANAMAN PADI SAWAH SERTA CARA PENGENDALIAN
PENDAHULUAN
A. Wereng Batang Coklat


Bioekologi
► Telur (7 – 10 hr)
- Berwana putih berkelompok dalam jaringan pelepah daun▪
- serangga betina mampu bertelur 100 – 600 butir
► Nimpha (12 – 15 hr)
- Mengalami 5 instar, berwarna putih kemudian coklat
► Imago (18 – 28 hr)
- Berwarna coklat muda atau tua
- Mempunyai dua bentuk sayap :makroptera dan brakhiptera
►Berperan sebagai vektor virus kerdil hampa dan kerdil rumput dandipengaruhi oleh suhu dan kelembaban tinggi
PENGENDALIAN
Populasi ≥ 10 ekor/r, umur ≤ 40 hst
Populasi ≥ 40 ekor/r, umur > 40 hst
B. Tikus

CARA HIDUP
1. Tikus sawah (R. argentiventer)
Umumnya tinggal dipersawahan dan sekitarnya.
2. Tikus ladang (R. exulans)
Umumnya tinggal di semak-semak dan terutama merusak padi ladang.
BIOEKOLOGI
Dalam satu tahun seekor tikus melahirkan 4 kali dengan rata-rata 8 ekor anak tiap melahirkan. Secara teoritis sepasang tikus selama 1 tahun dapat berkembang biak menjadi 1270 ekor.
Perkembangan tikus di alam sangat dipengaruhi oleh situasi lingkungan terutama tersedianya makanan. Puncak serangan tikus selalu berkaitan erat dengan puncak masa generatif.
Gejala dan cara menyerang
- Terutama terjadi pada umur padi fase generatif
- Dikuasai jantan dominan
- Jumlah anak rata-rata 10 tiap lahir
- Ratio jantan betina 1 : 1
- Masa bunting 21 hari
- Siap kawin 35 hari
- Mampu kawin lagi setelah 48 jam dari melahirkan
PENGENDALIAN OPT TIKUS
- Membersihkan semak-semak yang menjadi persembunyian tikus.
- Pengemposan pada lubang-lubang aktif sampai satu minggu
setelah panen.
- Pemanfaatan bahan-bahan alami yang tersedia di tingkat petani,
seperti : singkong yang direbus dengan air kelapa dll.
- Melestarikan musuh alami (Burung hantu, anjing, elang dan Ular)
- Pemasangan umpan beracun dengan rodentisida
- Pengendalian dengan 5 kunci sukses (tepat waktu dan cara, terus
menerus, massal, serempak dan dalam areal yang seluas-luasnya).
C. Penggerek Batang Padi


Jenis – jenis penggerek batang padi :
a. PBP kuning (Scirpophaga incertulas)
b. PBP putih (Scirpophaga innotata)
c. PBP bergaris (Chilo suppressalis)
d. PBP merah jambu (Sesamia inferens)
e. PBP berkepala hitam (Chilo polychrysus)
f. PBP berkilat (Chilo auricilius)
Bioekologi Penggerek Batang
● Stadia telur (diletakkan dipelepah daun)
●Stadia larva
- stadia larva 28-35 hari
●Stadia pupa (berada di tunggul)
●Stadia imago
Pra Tanam
- Sanitasi lingkungan terutama singgang
- Pengolahan tanah serempak
- Penundaan sebar 10 hari setelah puncak
penerbangan
Persemaian
- Pengumpulan kelompok telur
- Pengendalian ngengat menggunakan light trap
- Pemusnahan bibit terserang
- Penggunaan insektisida pada derah kronis endemis
Tanaman Muda
- Pengumpulan kel telur dan pelepasan MA
- Penggunaan insektisida bila pop dan serangan > AE
- Fase vegetatif : Kel telur ≥ 3/m²
Intensitas serangan ≥ 5%
Tanaman Tua
- pencabutan beluk segar
- Penggunaan insektisida bila serangan > AE
- Fase generatif :Kel telur ≥ 3/m²
Intensitas serangan ≥ 10 %
D. Hawar Daun Bakteri

Penyebab : Bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae
Gejala : Mula-mula pada tepi daun tampak garis bercak kebasahan, kemudian berkembang
meluas, berwarna hijau keabu-abuan, seluruh daun keriput, dan akhirnya kering seperti
hawar dan layu seperti tersiram air panas
Pengendalian :

