MENGENAL P4S PMK - READSI KABUPATEN BELU PROVINSI NTT
Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) adalah lembaga pelatihan pertanian dan pedesaan yang didirikan, dimiliki, dikelola oleh petani secara swadaya baik perorangan maupun berkelompok dan diharapkan dapat secara langsung berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian dalam bentuk pelatihan/permagangan bagi petani dan masyarakat di wilayahnya. Program READSI dalam rangka meningkatkan kapasitas petani telah berhasil menumbuhkan P4S di lokasi READSI kabupaten Belu dengan nama P4S PMK atau Petani Muda Keren dengan kelas Pratama sesuai sertifikat nomor : 104/SM.130P.104/I/05/2023 tanggal 15 Mei 2023. Bertumbuhnya P4S PMK ini karena adanya kebersamaan dan kesatuan misi dari peserta eks Study Tour petani READSI dari kabupaten Belu di Provinsi Bali tahun 2022 dan berlanjut dengan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan dari P4S Provinsi Bali sampai dengan saat ini. P4S PMK dengan susunan pengurus ketua : Hubertus Gab, sekretaris : Petrus Fahik Taek dan bendahara : Jonisius Mau beranggota 10 orang petani yang mengelola lahan seluas 5 HA dengan usaha tani hortikultura (tomat, cabe), ikan air tawar (nila), Vanili, penyediaan pupuk organik padat dan POC. Menurut Jonisius Mau, Budidaya yang diilakukan bersifat semi organik artinya disamping masih menggunakan pupuk anorganik, juga dilakukan pembuatan pupuk organik padat maupun pupuk organic cair. Menurut Petrus Fahik Taek, jumlah tanaman tomat sebanyak 10.000 pohon dengan hasil panen sebanyak 30 keranjang untuk sekali panen dan telah dipasarkan sampai ke Timor Leste dengan harga per keranjang Rp. 350.000,-. Demikian juga dengan hasil perkebunan menurut Dionisius Moruk, komoditi Vanili dari 20 tanaman menghasilkan telah menghasilkan 17 kg vanili kering dengan harga Rp. 1.200.000,- per kg. Sedangkan dari komoditi perikanan saat ini seudah ditebarkan 4.000 ekor ikan nila yang rencana panen bulan Nopember 2023. Melihat usaha yang dilakukan relative beragam, produksi hasil yang diperoleh relative tinggi dengan prospek pasar yang baik, dan juga dengan adanya pendampingan dari P4S Provinsi Bali dan penyuluh pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Belu yang berkelanjutan, maka dengan berdirinya P4S PMK Belu ini diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian dalam bentuk pelatihan/ pemagangan bagi petani dan masyarakat khususnya di kabupaten Belu. Maju dan terus berkarya P4S Pemuda Tani Keren di kabupaten Belu menuju P4S Pratama yang profesional. =Ir. Susana K. Laning= Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT