Loading...

mengenal Penyakit Ayam kampung

mengenal Penyakit   Ayam kampung

LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH (LPM)

 

Judul

:

Penyakit yang sering menyerang Ayam kampung

Tujuan

:

Petani dapat memahami penyakit yang identik dengan ternak ayam buras

Metode

:

Tatap muka, diskusi

Media

:

 

Waktu

:

90 menit

Alat/bahan

:

Kertas Koran, spidol

 

No

Pokok Kegiatan

Uraian Kegiatan

Waktu (Menit)

Ket

1.

Pendahuluan

-          Mengucapkan salam

-          Menjelaskan Tujuan pembelajaran

-          Menanyakan kepada peserta tentang pengetahuan dasar ciri-ciri ayam sakit

10

 

2.

Kegiatan Inti

-          Menjelaskan pengertian ayam sakit dan ayam sehat

-          Menjelaskan jenis-jenis penyakit yang sering menyerang ayam kampung

-          Menjelaskan sifat dan karakteristik Virus pembawah sumber penyakit

-          Menjelaskan tindakan penanggulangannya

-          Menjelaskan teknik vaksinasinya

-          Diskusi/Tanya jawab

45

 

3.

Penutup

-          Menarik kesimpulan

-          Salam pengakhiran

15

 

 

SINOPSIS

R  Mengetahui gejala atau tanda-tanda umum ayam sakit merupakan salah satu metode pemeliharaan ayam kampung, Sehingga penanganan masalah tentang penyakit ayam nantinya berjalan dengan tepat, efektif dan efisien. Dalam beternak ayam kampung tidak dikenal istilah ternak mati mendadak. Kalaupun ada yang mati pasti ada tanda-tanda umum ayam sakit. 

R  Banyak penyakit datang dari fasilitas kandang yang kurang baik. Untuk itu langkah mencegah datangnya penyakit adalah sanitasi atau kebersihan kandang itu sendiri. Dengan begitu ancaman dari virus dan bakteri yang merugikan semakin ditekan sehingga penyakit dapat dihindari.

R  Anak ayam yang tidak memiliki anti body baik, adalah sasaran paling besar virus dan bakteri, olehnya itu vaksin dasar  harus dilakukan sejak ayam berumur 1-7 hari

R  Beberapa jenis penyakit yang sering/identik menyerang ayam kampung adalah sangat mematikan

 

 

MATERI

R  Ciri-ciri fisik ayam sakit :

1.      Kepala,…Kepala adalah bagian tubuh ayam yang paling sering diamati. Pada ayam yang sakit maka kepala dimasukkan di bawah sayap. Jengger tidak merah merona, pucat, hidung berair, terkadang pilek dan mata kering, sedikit sayup, serta mulut mengaga atau sering ngorok

2.      Bulu,….Bulu mengemang, dan terlihat bundar. 

3.      Kaki,….Pada kaki ayam sedikit dilipat dan tidak tegak. Akibatnya ayam sedikit lebih pendek dari ayam lainnya yang sehat

4.      Perut,…Pada bagian perut sangat kencang bahkan halus. Ini diakibatkan ayam banyak mengkonsumsi air

5.      Kotoran,….Ayam yang sakit kotorannya lebih encer (mencret) sedang berwarna hijau, merah, kuning, cokelat, dan putih

6.       Anus,…..Pada kloaka atau saluran pembuangan terjadi penumpukan feses atau kotoran pada ayam. Ini disebabkan saluran pencernaan yang terganggu

R  Ciri-ciri aktifitas ayam sakit

1.      Berdiri,….Saat berdiri ayam tidak berdiri secara tegak namun sedikit membungkuk dan kaki tidak lurus

2.      Tingkah laku,….Pada ayam sakit kegiatan ayam akan berkurang. Ayam murung, tenang, diam dan paling parah adalah semua bagian tubuh berada di tanah (seperti induk mengeram)

3.      Makan,….Nafsu makan hilang (kurang makan) dan minum yang berlebihan

4.      Pernafasan,…Nafas terengah-engah dan mulut dibuka. Terdengar suara saat bernafas (biasanya terdengar jelas pada malam hari) dan kadang bersin saat makan

R  Itulah sedikit gejala yang timbul bagi ayam sakit. Dengan adanya ciri-ciri atau tanda ayam sakit tersebut maka langkah-langkah pengobatan harus segera dilakukan agar biaya pengobatan akan lebih efisien. Mencegah lebih baik dari mengobati bukan?

R  Berikut jenis penyakit yang identik menyerang ayam kampung dan sangat mematikan, terutama anak ayam

1.      Tetelo (Newcastle Disease)

Deskripsi :

Tetelo pertama muncul 1926 di Inggris. Sampai sekarang sudah tersebar luas di belahan dunia lain. Penyakit sangat ganas dan menular. Peternak ayam sering menyebut Sampar ayam, pseudovogolpest, Rhaniket, Pneumoencephalitis dan Tontaor furrens adalah penyakit yang disebabkan oleh virus genus paramyxovirus dengan tingkat kematian yang tinggi.

ND menyerang ayam semua umur. Selain menghambat produksi jelas mematikan. Sampai saat ini belum ada obat manjur. Ini akibat virus. Seperti hal manusia yang kena influenza, pemberian obat tidak menghilangkan virus tetapi mengurangi gejala. Tindakan pencegahan paling dianjurkan.

ö  Kategori ND

A.     Velogenik

Kategori velogenik adalah jenis penyakit ND yang tergolong ganas.

Ada 2 macam velogenik tersebut (namanya diambil dari nama benua) Sedangkan yang paling akut adalah tipe Asia :

1)      Velogenik Visceritropik (Tipe Asia)

2)      Velogenik Pneumoencephalitis (Tipe Amerika)

Ini contohnya tipe yang sering dicantumkan pada vaksin ayam : Milano, Herts, Texas

B.      Mesogenik

Kategori mesogenik adalah jenis penyakit ND yang tergolong sedang. Ini contohnya tipe yang sering dicantumkan pada vaksin ayam : Mukteswar, Kumarov, Hardfordhire dan Roakin

C.      Lentogenik

Kategori lentogenik adalah jenis penyakit ND yang tergolong ringan. Ini contohnya tipe yang sering dicantumkan pada vaksin ayam : B1, F dan La Sota

D.     Asymtomatik

virus baru yang masih diteliti. Katanya berkategori lemah

ö  Karakter dan Sifat Penyakit ND

Penyakit ND sering menimbulkan kematian yang tinggi dengan kurun waktu yang sangat cepat. Sifat virus ini adalah :

a.       mengumpulkan sel atau butir darah merah

b.      virus akan mati selama 2 detik jika di bawah sinar ultraviolet

c.       mudah mati jika dalam suhu yang tidak stabil

d.      rentan terhadap zat kimia seperti kaporit, besi kalor dll

e.      aktifitas virus pada pH3 sampai pH11

f.        akan mati pada suhu 1000 C

g.      akan menular selama 1-2 hari setelah salah satu terinfeksi

h.      untuk vaksin akan kebal selama 6-12 bulan

ö  Cara Penularan Penyakit ND

Penyakit ND terutama tercemar atau mudah menular melalui udara. Banyak cara penyakit ini dapat menular misal dari ayam yang terserang penyakit ND kemudian batuk kemudian berimbas dari ayam yang lain, dari kandang ke kandang yang lain. Dan berbagai cara penularan penyakit ND tersebut.

Gejala :

-          Lesu kurang bergairah,

-          Nafsu makan berkurang.

-          Jengger ayam dan pial kebiruan,

-           sayap terkulai,

-          Keluar cairan dari hidung hingga susah bernafas,

-          ngorok dan batuk.

-          Kotoran cair(mencret) kehijauan atau kekuningan kadang-kadang bercampur darah.

-          Jika banyak yang kena, ayam akan bergerombol mencari tempat hangat.

Setelah 1—2 hari kemudian muncul gejala saraf seperti :

-          kaki lumpuh,

-          Yang paling spesifik… leher terpuntir kepala mengarah keatas (tortikolis) digulung ke dalam sayap jalanya seret berputar-putar.

Penyebab :

1.      Virus Paramxyo Myxovirus multiforme dari grup Myxoviruses Menyerang sistem pernafasan dan syaraf 

2.      Pergantian musim seperti musim hujan atau kemarau yang panjang, termasuk pancaroba

3.      Kontak langsung dengan ayam sakit melalui udara atau binatanglain (carrier)

Penanggulangan :

Penyakit ND disebabkan oleh virus ND. Pengobatan penyakit tersebut sampai sekarang belum ditemukan. Oleh karena itu pemberantasan penyakit ini sebaiknya dengan pencegahan. Pencegahannya dapat dilakukan dengan cara vaksinasi, yaitu memberi kekebalan tubuh ternak ayam. Cara pencegahan vaksinasi ini merupakan cara yang baik dan efektif.

õ  Dengan kebersihan kandang dan sekitarnya.

õ  Dilakukan sanitasi yang baik seperti kandang harus dikapur, sinar matahari cukup, dan ventilasi harus baik.

õ  Memisahkan ternak ayam yang diduga terserang penyakit ND.

õ  Memberi makanan yang bagus agar daya tahan lebih tinggi.

Vaksin
Ada beberapa macam vaksin yang diproduksi oleh berbagai perusahaan seperti Sotasec, Lasota, Imopest dan lain-lain. Setiap merek berbeda waktu dan cara penggunaannya, ada yang dicampur air minum,dengan tetes hidung, mulut dan ada yang disuntikkan.

Vaksin yang banyak digunakan oleh Dinas Peternakan adalah vaksin :

–  Vaksin strain F

–  Vaksin Komarov

Untuk vaksin Strain F dalam satu ampul berisi 50 dosis (untuk 50 ekor ayam) digunakan untuk anak ayam umur 1 hari sampai 4 minggu dengan cara diteteskan pada mata/hidung/mulut.

Vaksin Strain Komarov dalam satu ampul berisi 100 dosis (untuk 100 ekor ayam), dan ada yang berisi 200 dosis, digunakan untuk ayam berumur 1 bulan keatas dengan cara disuntikan pada otot dada.

Vaksin Strain Komarov disuntikkan kedalam otot dada sebanyak ½ cc per ekor ayam umur 1-3 bulan, 1 cc per ekor untuk ayam berumur 3 bulan keatas.

Cara Vaksinasi

1)      Alat-alat meliputi : botol/pencampur spuit, pipet. Alat-alat tersebut terlebih dahulu dibersihkan dengan direndam air panas/mendidih.

2)      Mempersiapkan Vaksin Strain.F atau Strain Komarov serta bahan pelarutnya berupa NaclFisiologis atau Aquadest.

3)      Memasukkan pelarut kedalam gelas/botol pencampur dengan menggunakan spuit atau gelas ukur untuk 1 ampul Vaksin Strain.F diqunakan pelarut sebanyak 3 ml, sedangkan untuk Vaksin Strain Komarov yang berisi 100 dosis digunakan pelarut 100 ml pelarut.

4)      Ampul Vaksin dipotong pada lehernya masukkan sedikit pelarut kedalam arnpul, dikocok dengan jarum spuit sampai larut kemudian ambil dengan spuit. Tuangkan kedalam gelas pencampur dan diaduk sampai tercampur merata.

5)      Vaksin Strain.F diteteskan pada mata/mulut ayam dan dilakukan pada ayam berumur 1 hari sampai 4 minggu sebanyak 1-2 tetes perekor. Jarak antara pipet dengan mata ± 1 cm.

ü  Aktif : Vaksin mengandung bibit penyakit hidup tetapi sifatnya tidak terlalu ganas bagi ayam. Masa kekebalan 2,5 bulan.

ü  In-Aktif : Vaksin mengandung virus yang sudah dimatikan oleh obat kimia tertentu. Masa kekebalan 2 bulan.

ü  Vaksinasi pertama dilakukan ayam berumur 4 hari s/d l minggu dengan vaksinasi Strain.F.

ü  Vaksinasi. kedua dilakukan umur 1 bulan dengan Strain Komarov.

ü  Vaksinasi ketiga dilakukan umur 4 bulan dengan vaksin Strain Komarov.

ü  Selanjutnya divaksin setiap 6 bulan Sekali secara teratur.

Jadwal vaksinasi

1.      Vaksinasi secara teratur sesuai petunjuk. Pemberian dilakukan dengan vaksin aktif pada umur 4 hari, 18 hari, 8 minggu dengan vaksin ND in-aktif secara intra muskular. Pada umur 18 minggu diberi vaksin gabungan IB+ND in-aktif secara intra muskular pula. Ulang 6 bulan kemudian. Anak ayam umur kurang 1 bulan diberi dengan cara tetes. Pada ayam dewasa secara intra muskular.

2.      Ayam yang benar-benar sakit harus dimusnahkan

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan :

1)      Vaksin yang akan digunakan tidak boleh kena sinar matahari langsung baik pada saat membuka ampul, mencampur vaksin, atau saat menyuntik, karena sinar matahari dapat merusak vaksin.

2)      Vaksin yang belum digunakan harus disimpan dalam lemari es atau termos yang berisi es.

3)      Vaksin yang sudah lewat masa berlakunya tidak boleh digunakan lagi. Hal ini dapat diketahui pada etiket disampul vaksin.

4)      Ayam yang boleh divaksin adalah ayam yang masih sehat yang tidak tersangka kena penyakit tersebut.

5)      Sisa vaksin yang telah dicampur dan tidak habis setelah 4 jam, tidak boleh digunakan lagi, harus dimusnahkan dibakar/dicampur air mendidih kemudian ditanam ditempat yang aman.

6)      Bila menggunakan vaksin ND Strain/merk lain, ikutilah aturan pakainya atau tanyakan pada petugas peternakan setempat.

7)      Vaksinasi akan berhasil baik apabila vaksin digunakan baik, pelaksanaan vaksin teratur dan vaksinasi sesuai dengan petunjuk/aturan pakai vaksin yang digunakan.

1.      Gumboro (Infectious Bursal Disease)

Deskripsi :

Gumboro menyerang system kekebalan tubuh. Terutama bagian bursa fibrikus (kelenjar bulat terletak di atas kloaka), dan thymus. Kedua bagian ini benteng pertahanan tubuh ayam dari penyakit. Kerusakan parah yang timbul adalah tidak terbentuk antibodi sesudah vaksinasi. Gumboro memang tidak mengakibatkan kematian secara langsung, tetapi infeksi sekunder sesudahnya menyebabkan kematian dengan cepat karena virus Avibirnavirus bersifat imunosupresif yang menyebabkan kekebalan tubuhnya tidak bekerja sehingga memudahkan kawanan ayam yang diserang oleh virus. Secara umum penyakit ini terbagi menjadi 2, yaitu gumboro klinik dan sub klinik. Gumboro klinik menyerang ayam umur 3—7 minggu. Kerusakan system kekebalan hanya bersifat sementara(2—3 minggu). Lain lagi dengan gumboro sub klinik (dini), inilah yang ditakutkan peternak. Selain tidak terdektesi, umum menyerang anak ayam umur 0—21 hari. Walhasil sifat kekebalan hilang secara permanen (imunospresi)

Gejala :

-          Gangguan syaraf

-          Diare berlendir,

-          turun nafsu makan dan minum,

-          gemetar sehingga sukar berdiri.

-          Bulu kotor di sekitar anus

-          mematuk di sekitar kloaka (akibat peradangan pada bursa fibrikus yang terletak di atas dubur)

Perilaku dengan vaksin gumboro gabungan(aktif dan in-aktif). Vaksinasi berikutnya dilakukan pada umur 21 hari, 6 minggu dan 10 minggu dengan vaksin gumboro aktif (Gumboral CT). Bila perlu diulangi pada umur 40 minggu dengan gumboro in-aktif secara intra muskular.

Penyebab :

Virus IBD (Infectious Bursal Disease) merupakan golongan red virus dan mempunyai struktur RNA. Dalam tubuh ayam virus ini bertahan hidup lebih dari 3 bulan dan setelah itu masih bersifat infektif kemudian akan berkembang menjadi infeksius.

Penanggulangan :

-          Program A

Umur : 4 hari

Vaksin : Medivac Gumboro Emulsio

Cara Pemberian : Suntikan 0,2 ml

Umur : 7 hari *

Vaksin : Medivac Gumboro A

Cara Pemberian : Tetes Mulut

atau
Umur : 10-14 hari **

Vaksin : Medivac Gumboro A atau Medivac Gumboro B

Cara Pemberian : Tetes Mulut/air minum

Atau

-          Program B

Umur : 7 hari *

Vaksin : Medivac Gumboro A

Cara Pemberian : Tetes Mulut

atau
Umur : 10-14 hari **

Vaksin : Medivac Gumboro A Medivac Gumboro B

Cara Pemberian : Tetes Mulut/air minum

Umur : 21-28 hari

Vaksin : Medivac Gumboro A Medivac Gumboro B

Cara Pemberian : Tetes Mulut/air minum

*  Gunakan Medivac Gumboro A didaerah yang sering terserang penyakit Gumboro pada umur yang sangat dini (+-2minggu)

** Gunakan Medivac Gumboro A atau Medivac Gumboro B didaerah yang sering terserang penyakit gumboro pada umur lebih dari 3 minggu. Gunakan Medivac Gumboro A jika wabah disebabkan oleh virus gumboro yang sangat ganas (kematian lebih dari 5 %)

 

2.      Bronchitis ( Infectious Bronchitis)

Deskripsi :

Penyakit ini menyerang alat pernapasan. Penularan terjadi melalui udara tercemar dari ayam penderita. Ayam terserang menunjukkan gejala sakit setelah 48 jam. Angka kematian tertinggi terjadi saat menyerang anak ayam umur di bawah 6 minggu, yaitu mencapai 60%. Pada dewasa kematian hampir tidak ada.

Gejala :

ö  Batuk, bersin, sesak napas, ngorok,

ö  mengeluarkan lendir dari hidung dan mata

ö   nafsu makan dan minum menurun.

Penyebab :

Virus golongan corona

Penanggulangan :

1.      Vaksinasi secara teratur sesuai petunjuk. Bisa digunakan vaksin galur Massachusetts dan Connecticut. Pemberian secara tetes mata atau hidung. Bisa juga melalui air minum.

2.      Vaksinasi pada umur 7 hari,30 hari dan 10 minggu dengan vaksin IB aktif (Bioral H-120) dengan cara tetes mata. Pemberian vaksin dilanjutkan umur 18 minggu dengan vaksin ND+IB in aktif.

3.      Berak Kapur (Pullorum Disease)

Deskripsi :

Penyakit ini banyak menyerang anak ayam. Terutama umur 1—10 hari. ayam yang telah terjangkit penyakit berak kapur akan mati setelah menetas. Kebanyakan yang kena lemah dan mati muda. Pada ayam dewasa tidak terlihat gejala gejala sakit. Ayam yang sembuh menjadi pembawa sifat dan seumur hidupnya mengeluarkan bibit penyakit. Penularan utama terjadi secara Vertikal  Yaitu penularan dari induk yang terjangkit dan ditularkan saat induk bertelur. Bisa juga telur yang sehat tertular penyakit akibat feses atau kotoran induknya. Inkubator atau alat tetas telur yang terkontaminasi. Atau dari DOC yang baru terjangkit penyakit ke DOC yang lainnya. Bisa juga akibat telur yang pecah dan mengenai telur yang lain. Itu sebabnya terlur yang ingin ditetaskan harus bersih dan tidak retak.

 

Gejala :

1.      Anak ayam :

ö  Nafsu makan berkurang.

ö  Mata sayup, bahkan menimbulkan kebutaan

ö  Kaki lumpuh dan berwarna kebiruan

ö  Kotoran encer berwarna putih berlendir dan banyak melekat pada daerah anus.

ö  Ayam terlihat pucat, lemah, kedinginan dan suka bergerombol mencari tempat hangat.

ö  Sayap tampak kusut dan menggantung,

ö  hidung terlihat kebiruan akibatnya nafas terengah-engah.

ö   jengger pucat dan berkerut berwarna keabu-abuan.

2.      Ayam dewasa :

ö  Menurunnya  kesuburan dan daya tetas,

ö  depresi, anemia

ö   kotoran encer warna kuning.

Penyebab :

Bakteri Salmonella pullorum

Penanggulangan:

1.      Menjaga sanitasi kandang dan mesin tetas. Fumigasi dengan formaldelhida 40%

2.      Pemberian vaksinasi sama halnya pada kolera.

3.      Bila ayam terkena sudah parah, sebaiknya dimusnahkan

Vaksin :

1.      pemberian bonispet sangat manjur untuk mengobati berak kapur ini.

2.      Trimezyn-s menggunakan dosis 1 gram untuk 1 liter air minum atau 0,1 -0,2 g tiap ayam dewasa.

4.      Berak Kuning/Kolibasilosis

Deskripsi :

Penyakit ini bersifat oportunis. Timbul bila ayam dalam keadaan rentan atau kekebalan menurun. Kematian terbanyak terjadi pada anak ayam usia 5 hari. Penyebaran utamanya melalui air.

Gejala :

ö  Ayam kurus, bulu kusam

ö  kotor di sekitar pantat.

ö  Nafsu makan turun

ö  kotoran encer berwarna kuning.

Penyebab :

Bakteri Escherichia coli.

Penanggulangan :

1.      Perbaikan sanitasi

2.      Berikan ronaxan dengan dosis 1g-2g/l air minum atau mycomas dengan dosis 0,5ml/l air minum selama 3-5 hari berturut-turut

 

R  Sebagai kesimpulan : empat jenis penyakit diatas yang sering menyerang ayam kampung, terutama anak ayam

R  Dan masih banyak lagi penyakit-penyakit yang sangat merugikan usaha peternakan yang kita lakoni

R  Sebagai tindakan penanggulangan secara umum, peternak harus paham betul teknik berternak yang baik

 

Demikianlah beberapa penyakit yang sering menyerang ayam buras