Tanaman lada hitam merupakan salah satu komoditas unggulan di Provinsi Lampung. Produksi lada hitam hanya mencapai 15.139 ton atau menyumbang 18,06 persen dari total produk nasional pada tahun 2023. Saat ini produksi lada di Lampung mengalami penurunan drastis. Beberapa permasalahannya adalah penyakit busuk pangkal batang, kualitas biji lada yang belum maksimal, dan harga lada. Penyakit busuk pangkal batang menjadi penyakit utama tanaman lada. Penyebab Penyakit ini disebabkan jamur Phytophthora capsici sejenis jamur yang sangat berbahaya bagi tanaman lada yang mampu berkembang biak dengan cepat. Penyakit ini menyerang tanaman pada semua usia. Tanaman yang terserang jamur ini lebih cepat mati. Gejala Serangan Jamur Phytopthora capsici menyerang baik daun, ranting, cabang, batang, maupun akar lada yang menyebabkan kematian pada bagian yang terserang. Infeksi pada daun dan ranting atau cabang tidak menyebabkan pohon mati seluruhnya, melainkan hanya setempat-tempat saja. Serangan yang paling berbahaya adalah serangan pada pangkal batang. Tanaman mula-mula tampak layu seluruh daunnya, lalu kering, berguguran, dan akhirnya tanaman mati. Serangan pada pangkal batang sulit diketahui sebelum gejala luar terlihat, dan apabila gejala tersebut sudah tampak berarti tingkat serangan sudah lanjut dan tidak dapat disembuhkan lagi. Apabila pangkal batang dan akar disayat akan tampak warna kecoklatan sampai hitam sebagai tanda jaringan-jaringan tanaman sudah mati. Pangkal batang yang berinfeksi biasanya tersembunyi dan bercampur dengan tanah membuat situasi lebih sulit. Infeksi jamur ini pada daun menimbulkan bercak kecil atau lebar pada ujung dan tepi daun yang dapat mencapai diameter 5 cm, dan pada bagian tepi bercak terbentuk jaringan nekrotik 3 – 5 cm. gejala nekrotik akan kelihatan lebih jelas apabila daun diarahkan ke cahaya. Tetapi pada daun yang sudah kering tanda nekrotik itu sudah hilang. Cara Pengendalian Sebelum penanaman lada di kebun, antara lain 1. Semprot tanah dengan disinfektan atau fungisida, 2. Pergunakan setek sehat yang bebas jamur patogen, yaitu diambil dari tanaman yang sehat dan pada ketinggian sekurangnya 1 m dari permukaan tanah. 3. Pengolahan tanah, dengan membolak-balikan tanah agar jamur yang ada di dalam tanah mendapat sinar matahari langsung dan udara panas sehingga lemah atau mati. Pertanaman lada di kebun 1. Pangkas sulur-sulur yang dekat dengan permukaan tanah hingga ketinggian 30 cm untuk menghindari serangan jamur yang terbawa percikan air. 2. Lakukan penyemprotan teratur dengan fungisida terhadap seluruh permukaan daun yang sehat, untuk mencegah penularan penyakit. Pada waktu terjadi serangan, umumnya awal musim hujan, dianjurkan penyemprotan setiap minggu selama 2 bulan.. 3. Pada musim hujan pangkal batang jangan ditimbuni tanah ataupun mulsa, melainkan dibiarkan terbuka. Pertanaman yang menggunkan tiang panjat hidup haruslah dipangkas secukupnya (3 kali setahun). 4. Buatlah drainase yang baik untuk menghindarkan adanya genangan air yang mengganggu tanaman lada. Tidak baik membuat rorak-rorak di dalam kebun akan menyebabkan keadaan yang selalu lembab dan basah yang menguntungkan pertumbuhan jamur patogen. 5. Pemupukan sesuai dengan rekomendasi. 6. Alat-alat pertanian termasuk sepatu atau kaki harus dibersihkan dari jamur penyakit penyebab BPB, sebelum masuk ke dalam kebun. 7. Buat pagar disekeliling kebun, dan jangan biarkan ternak peliharaan bebas berkeliaran di dalam kebun. 8. Berantas semut dan siput. 9. Penggunaan varietas toleran yang toleran dengan penyakit busuk pangkal batang tanaman lada adalah natar 2 dan petaling 2 Bagi tanaman yang telah terserang penyakit ini yang terbaik adalah memusnahkan tanaman tersebut yaitu: 1. Isolasi tanaman sakit tersebut dengan cara membuat parit disekitar tanaman untuk memisahkannya dari tanaman sehat sehingga dapat dicegah penularan. Pada waktu membuat parit haruslah dengan hati-hati agar tanah tidak tercecer dari lingkar parit isolasi. 2. Tanaman yang sakit parah segera dicabut, karena sumber dan penyebar penyakit. Kemudian dikumpulkan dan dibakar. Tanah bekas pohon sakit itu disiram dengan fungisida atau dalam keadaan yang memungkinkan dibakar kemudian dibiarkan terbuka untuk mematikan sisa jamur dalam tanah dan akar yang tertinggal. 3. Bagi kebun yang sudah terkena seluruhnya, maka seluruh pertanaman dibongkar. Setelah tanah disemprot fungisida dibiarkan ditumbuhi rumput dan tidak ditanamai (bero) selama 6 bulan. Penulis : Ely Novrianty Sumber Rusdi Eviral,, 2023., Pengelolaan Tanaman Lada., Pustaka Media Lampung Geh. 2024. Lirik Harga Lada Hitam di Lampung Menurun KPPU sebut ada indikasi Pelanggaran. https://kumparan.com/lampunggeh/lidik-harga-lada-hitam-di-lampung-menurun-kppu-sebut-ada-indikasi-pelanggaran-22rkbiBeDiE/4 BSIP Bangka Belitung. 2023. Pengendalian Hama dan Penyakit Utama Tanaman Lada (Piper nigrum L)-terstandar. https://babel.bsip.pertanian.go.id/berita/pengendalian-hama-dan-penyakit-utama-tanaman-lada-piper-nigrum-l-terstandar