Loading...

MENGENAL PENYAKIT LAYU PADA TANAMAN NANAS

MENGENAL PENYAKIT LAYU PADA TANAMAN NANAS
Pendahuluan Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) merupakan salah satu buah tropis yang bernilai ekonomi tinggi yang berasal dari Brasil dan Paraguay yang menyebar luas di seluruh daerah tropis dan sub tropis termasuk di Indonesia. Lampung merupakan sentra produksi nanas terbesar di Indonesia. Di Provinsi Lampung sendiri, daerah yang tergolong menjadi pusat penghasil nanas ini yaitu Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan. Sebagai salah satu komoditas buah ekspor utama dan sumber APBD Provinsi Lampung, pengusahaan nanas sebagian besar dilakukan oleh swasta dan lainnya oleh petani. Permasalahan utama dalam budidaya nenas adalah serangan penyakit yang sangat berbahaya yaitu Penyakit layu (Pineapple Wilt Disease). Penyebab penyakit Penyakit layu pada tanaman nenas disebabkan oleh Virus (closterovirus) yang disebut dengan Pineapple mealybug wilt-associated viruses (PMWaV) atau virus yang hidup berasosiasi dengan hama kutu putih. Penyakit layu nenas ditularkan oleh kutu putih Dysmicoccus brevises Cockerell (Hemiptera: Pseudococcidae). Disamping sebagai penular penyakit atau vektor virus PMWaV, kutu putih juga merupakan hama utama pada tanaman nenas. Kutu hidup dalam dompolan/koloni (±20 ekor/koloni) pada perakaran dan pangkal batang. Saat populasi tinggi, hama ini hidup pada pangkal daun dan dasar buah. Penularan/Penyebaran Penyebaran jarak jauh penyakit ini disebabkan benih yang terinfeksi virus atau benih yang terkontaminasi kutu putih, sedangkan penyebaran jarak dekat atau antar tanaman/kebun peyebaran terjadi akibat perpindahan kutu putih atau vektor. Vektor penyakit ini dapat berpindah oleh angin yang menerbangkan nimfa, oleh migrasi semut api Solenopsis sp. (Hymenoptera: Formicidae) yang hidup bersimbiose dengan kutu putih ataupun melalui alat-alat pertanian yang digunakan. Gejala Serangan Gejala serangan ini bisa dilihat dari perubahan daun dan akar. Daun Daun berubah warna menjadi coklat kemerahan, selanjutnya berubah menjadi merah muda dengan ujung daun menggulung. Pada serangan parah, seluruh daun menjadi layu, mengering dan akhirnya tanaman mati. Akar Pertumbuhan akar terhenti, akar membusuk dengan warna coklat sampai hitam. Terdapat koloni kutu putih pada perakaran, pada tanah di sekitar perakaran dan pada pangkal batang bahkan juga pada buah. Serangan penyakit menyebabkan lemahnya sistem perakaran sehingga mengganggu transportasi air dan nutrisi. Teknik Pencegahan dan Pengendalian Pencegahan dan pengendalian penyakit layu pada tanaman nanas menggunakan beberapa teknik sebagai berikut: Pencegahan Benih dan perlakuan benih Gunakan bahan perbanyakan (benih) sehat, berasal dari induk dan lahan yang sehat (bebas dari penyakit layu dan vektornya yaitu kutu putih). Tidak melakukan penanaman pada lahan yang sudah terkontaminasi berat oleh serangan penyakit layu. Sebelum ditanam, rendam benih dengan air panas (58°C) selama 40 menit untuk membunuh virus dalam jaringan tanaman. Rendam benih dengan insektisida berbahan aktif organopospat dosis sesuai anjuran selama 30 menit lalu tiriskan untuk membunuh kutu putih beserta telurnya dan semut yang terbawa pada benih. Media tanam/lahan pertanaman Jangan melakukan penanaman pada lahan yang sudah terkontaminasi. Sebelum penanaman, tanah media pembibitan dan lahan disemprot dengan insektisida berbahan aktif organoposfat (dosis sesuai anjuran) untuk membunuh hama kutu putih dan semut yang terdapat di lahan. Bersihkan lahan dari gulma, beberapa gulma dapat menjadi inang alternatif kutu putih. Lakukan rotasi dengan tanaman lain jika lahan akan ditanami kembali dengan nenas untuk memutus siklus hidup penyakit dan vektornya. Pengendalian Monitoring secara berkala terhadap gejala serangan penyakit. Jika ditemukan tanaman bergejala layu, segera lakukan eradikasi dengan mencabut dan membakar tanaman tersebut agar tidak terjadi penyebaran ke area yang lebih luas. Lakukan eradikasi masal jika tanaman terserang berat oleh penyakit. Pustaka http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/690-penyakit-layu-nenas-kendala-utama-pada-budidaya-nenas Semangun H. 2007.Penyakit-penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Edke-2. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.. Sunarjono H.2006.Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah.Jakarta: PenebarSwadaya. Penyusun: Fauziah Yulia Adriyani, SP. M.Si. (Penyuluh BPTP Lampung