Loading...

MENGENAL PENYAKIT MENYERANG MELON DAN UPAYA PENGENDALIANNYA

MENGENAL PENYAKIT  MENYERANG MELON  DAN UPAYA PENGENDALIANNYA
Tanaman melon yang tumbuh, umumnya dibudidayakan di ladang, halaman atau di kebun khusus. Ada pula yang mengusahakan secara komersil di rumah kaca. Bagi masyarakat atau petani yang membudidayakan melon, baik yang diusahakan di ladang, halaman rumah, kebun atau rumah kaca, tentunya tidak menghendaki tanamannya diserang penyakit karena akan mengurangi kuantitas mau pun kualitas buah yang dihasilkannya, apalagi jika serangannya sudah berat. Bagi yang sedang membudidayakan melon, tentunya sudah menyadari dan sudah melakukan upaya pengendalian penyakit yang menyerang melon. Supaya usaha pengendalian penyakit tersebut dapat berhasil dengan baik, maka kita perlu mengenal jenis-jenis penyakit yang menyerang melon, gejala dan upaya pengendaliannya. Jenis Penyakit dan Upaya Pengendaliannya 1.Vrus Kuning Penyebabnya adalah virus Gemini dengan gejala, daun yang diserang menunjukkan adanya bercak kuning dan beberapa daun menjadi keriting. Pada serangan berat, perkembangannya menjadi lambat dan buah yang dihasilkan tidak sempurna, terutama pada bentuk buah dan rasanya.Penularan virus dapat melalui benih, alat pertanian dan kupu-kupu. Upaya mengendalikannya, gunakan varietas yang tahan penyakit virus kuning dan menjaga kebun selalu dalam keadaan bersih, misalnya segala gulma yang tumbuh di sekitar tanaman dibuang. Dapat juga dilakukan dengan cara biologi, misalnya dengan menggunakan agen hayati atau pestisida nabati secara berkala. Jika akan menggunakan cara kimiawi, gunakan insektisida berbahan aktif tiametoksan 25% yang penggunaannya sesuai aturan yang ada pada label pembungkusnya. Jika belum jelas, tanyakan kepada Petugas Pertanian atau Penyuluh Pertanian setempat. 2.Layu Bakteri Gejala penyakit yang disebabkan oleh Pseudomonas sp antara lain daun muda yang diserang berubah warna menjadi coklat tua yang akhirnya mengering. Jika serangannya sudah berat, akan menurunkan produksi, bahkan dapat menyebabakan gagal panen. Upaya mengendalikannya, usahakan kebun selalu dalam keadaan bersih dan tanaman yang terserang dimusnahkan, misal dengan cara dibakar. Cara lainnya, benih melon yang akan ditanam direndam dengan larutan Agrymicin 1-2 gram/liter selama 6-8 jam. Dapat juga menggunakan fungisida berbahan aktif mancozeb 80% yang penggunaannya sesuai aturan yang ada dalam ke- masan fungisida tersebut. 3. Layu Fusarium Penyakit ini umumnya menyerang tanaman yang kondisi aerasi di sekitar tanaman tidak baik, misalnya adanya air yang menggenang. Penyakit ini disebabian oleh cendawan Fusarium oqysporium. Gejalanya antara lain, jika menyerang tanaman muda/pesemaian, tanaman akan busuk atau tumbuh kerdil. Sedang jika menyerang tanaman dewasa, daunnya menjadi pucat, bagian atas tanaman menjadi layu dan secara bertahap, tanaman menjadi layu keseluruhan dan mati. Batangnya menjadi nekrotik/retak dan mengeluarkan cairan berwarna coklat. Tanaman yang layu tersebut dimulai dari daun bagian bawah dan anak tulang daun menguning. Bila infeksi berkembang, tanaman menjadi layu dalam 2-3 hari setelah infeksi. Tempat infeksi tertutup hifa yang berwarna putih seperti kapas. Upaya pengendaliannya, lakukan pergiliran tanaman dengan jenis yang tidak rentan atau tanamlah melon pada lahan yang baru. Usahakan di pertanaman tidak ada air yang menggenang. Selain itu, gunakan jarak tanam 50 cm X 50 cm atau 60 cm X 60 cm. Cara lainnya, tanaman yang sakit dipotong lalu dimusnahkan. Bisa juga dilakukan dengan cara biologi, yaitu menggunakan agensia hayati cendawan antagonis Trichoderma sp atau Gliocladium sp secara berkala. Jika tidak berhasil baik, dapat juga menggunakan fungisida berbahan aktif Mancozeb 80 % atau Klorotalonil 75% yang cara penggunaannya sesuai aturan yang tertera pada label pembungkusnya. 4. Antraknosa (Bercak Buah) Gejala penyakit yang disebabkan oleh Collectotrichum lagenarium antara lain pada daun, batang muda, bunga dan buahnya terdapat bercak-bercak berwarna coklat kelabu sampai kehitaman yang sedikit demi seikit melekuk dan bersatu. Jaringan tanaman yang terdapat di bawahnya membusuk. Serangan pada buah muda, bercak berwarna coklat tua, agak keras dan berkerut. Bercak mempunyai batas yang jelas dan pada bagian yang sehat matang tetap berwarna hijau. Upaya mengendalikannya dapat dilakukan dengan cara pengaturan jarak tanam, yaitu 45 cm X 60 cm, 50 cm X 60 cm atau 60 cm X 70 cm. Selain itu, benih yang akan ditanam direndam dahulu dalam fungisida berbahan aktif azoksisitrobin 250 gram/liter atau propineb 70%. Bagian-bagian tanaman yang mati dibersihkan, misalnya buah melon yang terserang segera dipetik, dikumpulkan dan dimusnahkan. Upayakan tidak mengijinkan sembarang orang masuk ke kebun untuk mencegah penyebaran jamur. 5. Busuk Buah Gejala penyakit yang disebabkan oleh Phytopthora nicotianae antara lain batang yang diserang terdapat bercak coklat kebasahan yang memanjang dan bila serangannya serius, menyebabkan tanaman mati layu. Jika menyerang daun, daun seperti tersiram air panas kemudian meluas. Sedang jika menyerang buah, pada buah terdapat bercak kebasah-basahan, kemudian menjadi warna coklat kehitaman dan lunak. Makin lama, bercak menjadi berkerut dan mengendap.Pada bagian buah yang busuk diselimuti kumpulan cendawan putih. Cara mengendalikannya, pangkas daun dan cabang yang berlebihan untuk mengurangi kelembaban kebun. Lakukan pergiriliran tanaman yang bukan famili Cucurbitaceae. Tanaman yang diserang dicabut dan dibakar. Usahakan tidak sembarang orang boleh masuk ke dalam kebun untuk menghindarii penyebaran jamur. 6. Embun Bulu Tanaman yang diserang menunjukkan gejala antara lain dimulai adanya bercak-bercak berwarna kuning muda yang dibatasi oleh urat-urat daun sehingga terkesan menjadi bercak bersudut. Semakin lama bercak berubah warna menjadi kecoklatan. Jika daun dibalik, akan terlihat kumpulan konidia dan kondiofor cendawan berwarna kelabu. Untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh Pseudoperenospora cubensis tersebut diantaranya tanamlah melon jauh dari lokasi lahan yang ditanami tanaman famili Cucurbitaceae. Daun yang diserang segera dipotong lalu dibakar. Usahakan tidak sembarang orang boleh masuk ke kebun. Jika akan menggunakan penyemprotan fungisida, gunakan fungisida berbahan aktif simoksanil atau mancozeb sesuai aturan yang ada pada kemasannya. 7. Busuk Pangkal Batang Sesuai dengan namnanya, penyakit yang disebabkan oleh Mycosphaerella melonis inii, gejalanya antara lain pada pengkal batang yang terserang mula-mula seperti tercelup minyak, kemudian keluar lendir berwarna merah coklat. Serangan lebih lanjut, tanaman menjadi layu dan mati.Jika menyerang daunnya, daun akan mengering dan bila daun itu diremas seperti kerupuk , sedang jika daun itu diterpa angin berbunyi kresek-kresek Untuk mengendalikannya, usahakan kebun selalu dalam keadaan bersih. Tanaman yang terserang segera dibuang lalu dibakar. Usahakan juga tidak sembarang orang boleh masuk ke dalam kebun. Jika akan menggunakan penyemprotan fungisida, gunakan fungisida berbahan aktif Cu, thiram atau mancozeb dengan cara yang sesuai aturan yang tertera pada kemasannya. Disarikan oleh : Lasarus, Pusluhtan Sumber : 2. Standard Operating Procedure (SOP) Melon Screen House Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian, Jakarta, 2009. 3.Drs.Arief Prahasta,MP. Budidaya-Usaha-Pengolahan Agribisnis Melon.C.V.Pustaka Grafika, Bandung, 2009.